TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S3 EPS.303


"Novan perjelas ke tabung 3, aku ingin melihat nya"


Ucap Andra dengan tubuh bergetar, dia belum bisa memastikan.


"Baik"


Novan segera menuju arah yang ditunjukan Andra, dia lebih mendekatkan kamera nya.


"Ini penyimpanan tubuh manusia yang koma atau kritis tuan namun dengan disimpan begini tubuh itu akan selalu segar bahkan tumbuh sesuai usia nya"


Papar Novan ke Andra.


"Apa bisa di pindahkan?"


"Bisa, tapi harus dikemas dengan teliti jika tidak maka khawatir akan pecah"


"Apa bisa tubuh itu dikeluarkan Novan?"


"Akan saya coba tuan, tapi waktu nya hanya bisa 5 menit menuju bak yang sama"


"Oke aku akan mendatangkan bak yang sama, untuk posisi tidur"


"Baik"


Andra menelpon ayah Andreas di negara A.


"Iya Vin"


"Apa ayah bisa mendatangkan dokter dan membawa penyimpanan untuk orang koma yang kritis tapi sudah puluhan tahun"


"Sebentar ya"


Ayah Andreas segera bergegas ke ruangan dokter untuk bertanya yang Andra butuhkan. Tak berselang lama ayah Andreas kembali ke tempat telpon tersebut.


"Vin"


"Iya ayah"


"Mereka bilang bisa, tapi jangan keluarkan dulu orang itu tunggu mereka sampai dan analisis dulu"


"Baik ayah"


"Ayah akan kirimkan dokter nya kesana ya"


"Baik ayah"


Sambungan telepon terputus lantas Andra kembali fokus pada layar monitor yang menghubungkan nya dengan Novan dan Anita.


"Kalian cari lagi barang kali ada sesuatu yang mereka simpan lagi"


"Baik bos"


Novan bergegas menuju ruangan lain, hanya dia dapatkan satu peti emas batangan dan sekotak uang.


"Bawa keluar semua, kita awasi dari layar saja"


Ucap Daddy Rei.


Anita dan Novan membawa uang dan emas itu dari ruang bawah tanah tempat kerja Elian.


"Ini bos temuan terakhir nya"


"Ya terimakasih atas kerja keras kalian"


Mereka semua lega hanya mengawasi layar monitor dan menunggu dokter dari negara A karena kemungkinan akan datang esok pagi nya.


"Ayo sekarang kita harus keluar untuk melanjutkan pesta nya tidak enak jika pesta nya tertunda terus, lagi pula besok para dokter itu akan datang"


Mereka semua mengangguk, dan segera bersiap untuk segera menuju tempat pesta. Andra nampak menghampiri istri nya yang duduk di meja perjamuan malam ini dengan gaun indah.


"Hai sayang"


Rindi nampak kaget ada lelaki yang berbisik di dekat telinga nya. Dia nampak tersenyum setelah mengetahui seseorang yang usil itu.


"Mas"


Rindi mengangguk sambil tersenyum manis. MC diatas panggung mengumumkan jika acara akan di mulai dengan dansa pembuka dari pewaris perusahaan Alkatiri cucu lelaki satu-satu nya tuan Wicaksara Rayz Alkatiri. Semua tamu undangan yang hadir di malam itu bertepuk tangan, dan ditandai lampu padam hanya satu lampu yang dinyalakan dan itu untuk menyorot sang ahli waris.


"Maukah nona berdansa dengan ku malam ini?"


Rindi tersenyum dengan cantik lantas mengangguk dengan pasti.


"Tentu aku mau tuan suami ku yang tampan"


Ucapan Rindi pelan namun suasana sunyi hingga ucapan nya itu di dengar semua tamu undangan. Mereka sangat terpukau dengan kharisma kedua nya.


Andra segera membawa istri nya itu ke lantai dansa, dia ibarat pangeran berkuda putih dan putri dari negeri dongeng. Andra dan Rindi melakukan beberapa gerakan dansa dengan luwes lalu beberapa sepupu nya yang membawa suami mereka ikut bergabung di lantai dansa. Para om dan Tante juga ikut berdansa, tapi tidak dengan Daddy nya yang tanpa pasangan begitu pun paman nya Rindi mereka berdua memilih berbincang saja.


"Bagaimana?"


Tanya paman Rindi kepada besan nya yaitu sahabat masa kecil nya sendiri.


"Aku benar-benar syok"


"Benarkah? memang ada apa?"


"Semua kejadian menimpa ku secara beruntun"


"Apa istri kedua mu itu sangat jahat, aku sudah sering melihat nya dari muka nya saja sangat kejam"


Rei melihat paman nya Rindi itu, lalu tersenyum.


"Untung anak semata wayang mu itu punya rumah sendiri kalau tidak pasti keponakan ku akan di siksa oleh nya"


Rei tertawa renyah.


"Kenapa kau tertawa"


"Tidak mungkin Arvin dan keponakan mu ku biarkan tinggal di rumah ku secara sudah sesak karena di kuasai oleh kedua anak adopsi ku"


Tiba-tiba saja MC memanggil Daddy Rei maju ke panggung, semua kolega nya bertepuk tangan dengan semangat nya.


"Selamat malam semua untuk keluarga ku tercinta, para kakak ku dan istri nya, serta anak tunggal ku dan istri nya, Arvin bawa istri mu naik panggung"


Andra segera naik ke panggung membawa serta istri nya.


"Dia adalah anak lelaki tunggal ku yang akan menjadi penerus perusahaan kami yang sudah papah Aksara turunkan pada ku kini akan ku turunkan pada nya, karena aku sendiri bukan satu-satu nya anak lelaki tunggal dari papah dan mamah tapi aku hanya dipercaya menjalankan perusahaan milik nya sebagai penerus kini cucu lelaki nya hanya Arvin saja jadi sudah sewajar nya dia menjalankan perusahaan milik kakek buyut nya itu"


Semua kolega bertepuk tangan lantas Andra maju dengan menggandeng sang istri, mic juga Daddy Rei sudah serahkan pada anak lelaki nya.


"Selamat malam semua saya anak lelaki satu-satu nya Daddy Rei, Arviandra Excel Pratama atau nam dari mommy Arvino Zakuta Mid"


Para tamu nampak berbisik dan berkomentar.


"Benar di belakang nama saya tidak ada nama Alkatiri atau Aryandy tapi Mid itu marga mommy ku dan Pratama itu pemberian ibu angkat ku, banyak sekali mungkin yang bingung nanti saya akan memaparkan sekalian pada pers, dan wanita di samping saya ini baru saja seminggu lalu saya nikahi terimakasih semua nya selamat malam"


Baik Daddy Rei, Andra dan Rindi sama-sama turun dari panggung mereka kembali duduk karena itu puncak acara para tamu sudah mulai pada pamit untuk bersalaman dengan seluruh keluarga Alkatiri malam itu. Meski agak kacau atau banyak acara yang tertunda namun mereka sangat antusias di undangan perjamuan itu.


Malam kian larut mereka masih di tinggal semua di rumah Daddy Rei karena sudah malam. Mereka juga sekalian menunggu dokter yang datang dari negara A.


"Malam ini kita tidur disini tidak apa-apa ya"


"Iya tidak apa mas"


Andra tersenyum semua orang sudah beristirahat juga semua keluarga Alkatiri.


"Cepat mas, aku takut nih"


"Sabar sayang ini malam, mas gak bisa ngebut nih kita juga bawa anak-anak"


"Tapi aku takut banget mas"


"Iya kamu tenang aja, tidak ada yang mengejar kita kok"


Camelia bersama suami nya memboyong kedua anak mereka serta istri dari kakak adopsi nya pergi menuju kota kembang tempat kelahiran sang suami.


BERSAMBUNG.