
Rei melaju dengan kecepatan normal setelah melewati dua mobil tadi. Dia tersenyum smirk masih teringat jelas dengan ucapan lelaki muda yang lebih tua dua tahun. sebelum nya. Rei melajukan mobil nya agar menuju rumah sang kakek.
"Sudah pulang?"
"Iya nek"
"Cepat mandi dan makan malam bersama"
"Baik"
Rei menaiki tangga lalu mandi dan bersiap untuk makan malam. Sang kakek nampak mengamati mobil koleksi terbaru nya yang sudah terparkir indah dihalaman nya.
"Kakek!"
Sang kakek mendongak.
"Terimakasih untuk mobil nya kek, Rei mau memberi nya nama boleh?"
"Sesuka mu saja anak nakal"
"Rei mau menamai nya Jack"
"Baik lah"
"Kek, boleh Rei bertanya?"
"Tentang resort maka pelajari dan gali sendiri saja"
"Bukan"
Sang kakek mengernyit heran.
"Lalu"
"Apa kakek kenal keluarga yang bermarga belakang Alkatiri?"
Deg......
PRANGHHHH....
Teh hangat yang nenek bawa untuk Rei pecah seketika karena lolos dari genggaman. Sementara kedua lelaki beda usia itu nampak memandang kearah yang sama.
"Nenek, apa nenek terluka?"
Nenek Mina menggelengkan kepalanya lantas menjauh dari pecahan-pecahan gelas itu. Sementara para pekerja di rumah nya yang membersihkan pecahan gelas itu.
"Ayo duduk dulu?"
Nenek mengelus dada nya lantas beranjak menuju kamar nya.
"Nek"
"Biar kakek yang kejar, makan lah dulu dan kerjakan semua pekerjaan mu"
"Baik kek"
Akhir nya semua yang terbenam di kepala Rei harus terurungkan kembali. Rei hanya menatap bintang di gelap nya malam dalam kamar sendirian.
"Pah"
"Iya mah"
"Pah, mamah ingin menetap disini boleh kah?"
Aksara tersenyum melihat sang istri memiliki keinginan setelah sekian lama.
"Kenapa tiba-tiba mamah ingin tinggal disini?"
"Usaha mamah kan yang terbaru di negara Z ini"
"Apa cuma itu alasan nya?"
Cinta terdiam sejenak, lantas memalingkan muka dari suami nya.
"Mah, jangan egois ingat anak-anak"
"Apa dia juga bukan anak kita"
Aksara terdiam jelas dia tidak mempunyai jawaban atas pertanyaan istri nya.
"Diem kan?"
Sementara air mata Cinta sudah mengalir deras di pipi mulus itu. Perlahan Aksara mengusap air mata itu.
"Kehidupan kita sudah nyaman di negara Z sayang"
Cinta terdiam lalu membaringkan tubuh nya dengan posisi memunggungi suami nya.
"Kita makan dulu yuk"
Tangan Aksara yang menyentuh lengan Cinta segera di tepiskan.
"Anak-anak pasti menunggu kita"
"Mamah tidak lapar, pergi lah makan dulu"
Aksara menghela nafas nya, dia segera turun untuk makan malam.
"Pah, mamah mana?"
"Mamah mu lelah Indri"
"Kok tumben mamah tidak mau makan malam bareng kita, pah?"
"Sudah makan malam saja"
Aksara segera memotong pernyataan Rieka, bisa bahaya jika semua anak nya tahu mamah mereka sedang ngambek makan.
Lain hal nya dengan Riana gadis itu memandang sang papah dan kakak sulung nya secara bergantian. Riana mengambil nasi sedikit dan ayam kecap serta cah kangkung. Saat semua masih makan Riana pamit berdiri dari ruang makan.
"Riana kau sudah selesai?"
"Iya kak, Riana ngantuk banget"
Rieka melihat ada kesenjangan antar keluarga, namun dia diam saja. Mereka melanjutkan makan malam tanpa selera dan hambar terasa.
Sedangkan Riana mencoba menghack semua data milik Rei. Namun rupa nya data itu terkunci dengan pengaman berlapis.
BERSAMBUNG.