TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
EPS.39


"eenngghhhh......"


'Loh kok badan aku berat buat digerakin sih'


Cinta yang tertidur membelakangi posisi om suaminya itu ingin menggerakkan tubuhnya.


Cinta melihat lengan melingkar diperut ratanya, juga hembusan nafas suaminya yang berada disekitar leher. Dengan perlahan Cinta menggeser lengan suaminya, sedikit menjauh namun dengan cepat lengan kekar itu memeluknya kembali lebih erat.


"Om, Cinta mau bersih bersih"


Tak ada jawaban apa pun dari si pelaku, Cinta sedikit berontak namun tak tergoyahkan pelukan lengan Aksa yang kuat itu.


"Nanti saja, om sudah pesan makan, tidur lagi ya"


Dengan suara serak dan tanpa membuka mata Aksara menduselkan hidungnya di bahu terbuka milik Cinta. Ada rasa geli juga rasa yang aneh menyebar ke permukaan kulit Cinta.


"Tapi kan sudah siang, aku......"


Aksara segera membalik tubuh istrinya, lalu segera memasukan mulut cerewet istrinya kedalam mulutnya. Aksara terus menyesap bibir mungil istrinya, menjilatinya lantas menghisapnya.


"Mau mengulang yang semalam?"


Tawar Aksara dengan mata yang sudah terbuka juga senyum liar dan tatapan memangsanya.


Cinta mendorong tubuh suaminya hingga melepaskan bibir mereka. Aksara segera memeluk tubuh Cinta, mengecup kening nya dengan lama.


"Om"


"Kenapa? mau lagi?"


"Tidak pinggang Cinta sakit"


"Sakit? yang mana coba om lihat?"


Tawar Aksara dengan lembut, namun Cinta segera menutup tubuhnya dengan selimut.


"Tidak ada!"


"Loh tadi katanya ada yang sakit?"


"Enggak!"


"Sini om periksa"


"Nggak ada, Cinta sehat sehat aja"


Aksara tersenyum geli melihat Cinta yang anti pati, Aksara ingat betul semalam istrinya mengeluh sakit setelah mereka melakukan beberapa kali pergumulan panas itu. Tapi bukannya menyembuhkan Aksara malah memeriksa menurut versi dirinya, jadilah penyakit Cinta itu bertambah.


"Kan diperiksa suami sendiri sayang"


"Tidak usah nanti pinggang Cinta om buat tambah patah"


"Kan masih utuh sayang"


Aksara kembali mendekat, namun segera Cinta tahan dada bidang suaminya.


"Om ga bosen apa?"


Lirih Cinta dengan suara yang sangat kecil.


"Bosen apa?"


Cinta dengan cepat menggelengkan kepalanya.


"Sayang kamu kan istri ku, lagi pula baru saja kemarin malam kita bersatu tentu saja enak sekali"


'Si om bicara nya malah ngawur!'


Ucap Cinta dalam hati.


'Dasar lelaki tua'


Umpatnya pula dalam hati.


'Bikin aku sakit pinggang aja, gak kira kira kalau naikin durasinya'


Lanjut Cinta meluapkan unek uneknya.


"Kenapa hem?"


Cinta menggelengkan kepala, Aksara tersenyum sudah bisa dia tebak pikiran istrinya pasti ngomel didalam hati.


"Om, Cinta mau mandi dulu ya ada kelas siang"


Cinta dengan segera meraih handuk mandi yang tergeletak dibawah sisi tempat tidur nya.


"Katanya sakit kok masuk kuliah?"


"Cinta udah sehat kok om"


Sambil dengan secepat kilat memasuki kamar mandi. Sementara Aksara tersenyum tipis melihat tingkah laku Cinta yang menurutnya sangat imut. Aksara membayangkan hidupnya 3 hari ini sudah di warnai dengan istri kecilnya yang cantik, istri yang sudah memenuhi tanggung jawabnya. Mencintai gadis yang polos itu lantas tanpa Aksara duga bisa bersatu diranjang dengan gadis yang sudah dinikahi nya secara sepihak. Aksara segera keluar kamar untuk mandi di kamar mandi luar, agar bisa berdandan dengan istrinya.


Klek.


Pintu kamar mandi Cinta teebuka, gadis itu melihat ke kiri dan kanan kamar mereka. Cinta tersenyum karena suaminya tidak ada disekitar.


"Sedang cari apa?"


Cinta tersentak kaget, hampir saja jantung nya copot.


"O...om sudah mandi"


Cinta menutup mulutnya karena berkata terbata bata.


Aksara langsung memeluk tubuh istrinya yang masih menggunakan handuk, sementara handuk yang membungkus Cinta sudah terlepas, terlihat rambut basah yang masih menitikkan air.


"Hem, harum sekali sayang"


"Om, Cinta mau pakai baju"


Cinta sudah was was setengah mati.


"Om, Cinta mau pakai baju, tidak mau itu terus"


Sambil menunduk Cinta berucap, Aksara tersenyum tipis menggoda istri nya memang sesenang ini.


"Memang om mau apa?"


Cinta mendongak, terlihat om suaminya itu tersenyum.


"Ih om jail banget"


Cinta mencubit perut Aksara dengan keras, namun lelaki itu tertawa terpingkal pingkal. Cinta segera menuju lemari pakaian dan berpakaian diruang ganti.


"Ih malah dikerjain si om"


Desis Cinta dikamar ganti. Sementara Aksara sudah selesai tinggal menyisir rambut saja. Cinta bergegas keluar dengan pakaian kebesarannya untuk menuju ke kampus.


"Sudah selesai?"


Cinta mengangguk lantas duduk didepan cermin memoles wajahnya dengan bedak tipis juga lipstik.


"Harus pakai lipstik juga ya?"


Cinta melirik suaminya, lantas tersenyum membuat jantung Aksara tak tenang.


"Gak usah pakai bedak sayang, kamu natural lebih cantik"


Ucap Aksara yang melihat istrinya nampak semakin cantik saja.


Cinta memandang kearah suaminya lantas kearah cermin.


'Bener sih kata si om, agak norak ya kalau menor'


Ucap Cinta dalam benaknya.


"Benar kan?"


Cinta mengangguk lantas meraih tisu basah lalu mengusap muka juga bibir nya.


'Yess'


Sorak Aksara dalam hati.


"Nah natural kan lebih cantik"


Ucap Aksara memuji istrinya, padahal dia tidak ingin Cinta tampil cantik ke kampus.


'Untung percaya, kalau tidak maka gawat sudah'


Cicit Aksara dalam hati.


"Ayo berangkat, Cinta ada kelas siang"


"Ayo"


Aksara segera menggandeng tangan istrinya, Cinta tersenyum.


'Kok tambah cantik, padahal sudah dimakan'


Sambil memandang istrinya yang tersenyum Aksara berbicara dalam hati.


Mereka menuju meja makan untuk sekedar mengisi perut, lantas menaiki mobil bersama.


"Kita ke kampus dulu!"


"Iya tuan"


Jawab Melki segera melesat ke tempat tujuan.


Aksara menarik Cinta kedalam pangkuannya, Cinta yang kaget hampir menjerit.


"Om"


Aksara hanya nyengir kuda saja, dengan segera Cinta mendaratkan cubitan mautnya.


"Sakit sayang"


Ucap Aksara padahal hanya bohong belaka.


"Siapa suruh bikin kaget"


Aksara memeluk istrinya, kapan lagi pikirnya dekat seperti ini selain pergi bersama.


"Kita pergi bersama setiap hari ya?"


"Kan jadwal kuliah ku tidak menentu"


Lirih Cinta sambil mendekatkan kepala ke dada bidang Aksara, Aksa hanya tersenyum tipis.


"Sudah sampai tuan"


Ucap Melki kemudian.


Setelah mereka menempuh perjalanan sekitar 25 menit dari apartment menuju kampus Cinta. Cinta segera bergegas turun dari pangkuan om suaminya, namun lengannya ditarik oleh Aksara.


"Cium tangan dulu"


Segera Cinta melakukan nya, begitu pun Aksa mengecup kening serta bibir istrinya. Ketika hendak membuka pintu Aksara kembali meraih lengan istrinya.


"I love you, sayang"


Cinta tersenyum, tersipu malu akan ucapan Aksara, Cinta berlari menuju kampusnya. Cinta yang notabene gadis yang belum pernah memiliki kekasih, saat ini hatinya berbunga bunga. Tak ubahnya Aksara pun demikian sangat bahagia, cinta yang didapatnya setelah menikahi gadis yang untuk pertama kalinya menawan hatinya. Dengan egois beberapa bulan dibayangi oleh wajah gadi itu seorang, yang tak disangka akan menjadi istrinya, sungguh tak terbayang betapa senang nya seorang Wicaksara Rayz Alkatiri.


BERSAMBUNG.