
Kini ketiga pasangan itu segera bergegas menuju ke sebuah mall yang besar. Mereka menaiki satu mobil keluarga untuk beramai-ramai.
"Ternyata asik juga ya seperti ini?"
Ucap Lisa yang duduk di saf paling tengah mobil setelah barisan kemudi dan jok Roy dan pacar nya.
"Bener kak, santai banget"
Ucap Rindi, sedangkan Andra dan William hanya memainkan ponsel mereka masing-masing.
Sedangkan Roy sendiri sedang bercengkrama dengan pacar nya itu.
"Nanti mau beli apa disana yang?"
"Mau beli apa ya kayak nya masih ada semua deh"
"Oh ya atau kamu mau ke salon aja, biar makin cantik"
"Kalau wanita kan emang cantik"
Ucap Rose, sementara kedua pasangan itu saling melirik saja.
Mereka tersenyum karena melihat tingkah kedua orang pacaran bak suami istri itu.
"Ciee mesra banget sih?"
Ucap Rindi.
Melihat Roy yang menggandeng tangan Rose dan mencium nya.
Roy hanya tersenyum saja diledek demikian karena nyata nya memang demikian.
"Jangan iri nona, kan sudah punya masing-masing"
Rindi tersenyum, Andra merangkul pundak wanita tercinta nya dan segera mencium pipi nya.
"Mas......."
"Iya sayang"
"Apaan sih?"
Rindi tersipu malu dengan tingkah Andra.
"Dasar penganten kawaakan"
Ujar William, Andra hanya cekikikan saja.
Will juga mendekat pada sang istri dan memeluk nya.
"Bilang aja pengen sih"
"Nah sudah tahu malah nanya"
Ucap William sengaja karena dia juga memiliki Lisa sebagai istri nya itu.
Bahkan Will menoel dagu Lisa yang menurut nya menggemaskan itu.
"Jangan di toelin terus ahh"
Kesal Lisa pada Will.
"Abis nya gemas yang"
Ucap William disertai cengiran khas diri nya.
"Hilih manja"
Ucap Andra.
"Tak apa manja kan sama istri sendiri, udah ada stempel kepemilikan William di tubuh Lisa"
"Jijik"
"Jijik juga, aku ini kakak ipar mu"
Ucap William berang, Andra langsung tertawa saja.
Tak berapa lama mereka sampai di mall, mereka tiga pasangan mesra itu turun dengan menggandeng pasangan masing-masing.
"Kita kemana dulu nih?"
Ucap William.
"Kita ke salon dulu yuk, badan ku sudah pegal nih"
Ucap Rindi.
"Loh kamu kan tidak kerja dek kok bisa pegal?"
Tanya Lisa.
"Kata siapa tidak kerja, pasti setiap malam lah kerja lembur kaya kamu tidak aja sayang"
Ucap William.
"Sebaik nya kita ke salon itu tuan, disana banyak treatment yang bagus dan rekomen"
Ucap Roy menunjuk pada sebuah salon kecantikan, masih dengan menggenggam sebelah tangan milik Rose.
"Oke, ayo sayang"
Ajak Andra pada sang istri, sementara William dan Lisa mengikuti nya dari belakang.
Mereka masuk ke salon yang besar dan megah, sejam sebelum nya Roy sudah membooking satu salon itu agar khusus melayani istri mereka.
Ucap Rindi.
"Iya rawat dan manjakan tubuh mu ya sayang"
Ucap Andra.
Rindi menggenggam tangan Lisa, Lisa tersenyum.
"Hati-hati ya"
Ucap William.
"Kamu pergi lah untuk perawatan juga, nanti aku tunggu disini ya"
Ucap Roy pada sang kekasih hati nya yang cantik dan sexy itu.
Rose mengangguk lantas segera bergegas untuk bergabung dengan para istri dari bos pacar nya itu.
"Ayo Rose kita masuk kedalam"
Rose mengangguk saja menuruti kedua wanita istri atasan pacar tampan nya.
Andra dan William sudah duduk di cafe disebelah salon itu, sebenar nya masih satu ruangan hanya disekat oleh sekat kaca saja dan diisi katalog salon.
"Bos"
"Sudah pamitan nya?"
Ucap Andra tersenyum geli pada Roy yang begitu lama berbicara dengan pacar nya.
"Nemu pacar dimana kamu?"
Ucap William, dia juga menganggap Roy seperti teman nya sendiri karena Roy adalah kakak tingkat nya di universitas.
"Waktu saya mengantar tuan Adidharma ke negara Z, saya buru-buru mau pulang ke mansion keluarga Mid, tapi dijalan ada seorang gadis yang nyebrang sembarangan"
William dan Andra mendengarkan dengan seksama cerita Roy.
"Aku pingsan karena mengerem mendadak jidat ku terantuk setir mobil, karena aku juga mengantuk, nah warga sekitar menggotong tubuh ku, Rose gadis yang tadi menyebrang sembarangan itu meminta untuk dibawa ke rumah nya"
"Lalu?"
"Setelah seharian aku sadar dan ingin segera pulang namun sebelum aku jauh dari rumah Rose, kepala ku berputar jadi aku tidur di mobil, kebetulan nya Rose melihat dan mengetuk pintu mobil ku sehingga aku kembali istirahat di rumah nya"
"Oh begitu lalu kau menembak nya begitu?"
Ucap William.
"Denger, nah kan nginep semalam itu, hingga sore hari nya aku bangun karena tidur di kursi ruang tamu, aku mencari Rose"
Will menyimak sambil menyeruput americano nya.
"Waktu itu Rose sedang mandi, aku kira Rose tidak mandi jadi aku membuka kamar nya dan Rose pun hanya melilitkan handuk nya, aku meminta maaf pada nya karena sudah membuat dia terkejut dan akan segera pulang"
Andra tersenyum pada Will begitu pun sebalik nya.
"Saat itu kami berpandangan dengan intens karena Rose kepleset, aku mencium nya dia diam saja jadi ku kira dia menolak ku nyata nya dia bilang kalau dia sangat mencintai ku, nah saat itu lah dia menjadi pacar ku dengan aku menggauli nya"
Ucap Roy mengakhiri sesi perkenalan dengan pacar cantik nya.
"Aku dia hari di rumah Rose lalu ku boyong ke pentahouse ku"
Will menepuk bahu Roy, karena sudah gentle.
"Kau gentle man, aku salut"
Ucap Will, mata Andra melotot.
"Hah!, maksud mu?"
"Iya lah bro gentle, dia tidak menjadikan one night stand si Rose"
"Kau gila"
"Come on ini negara A loh"
Andra menghela nafas nya berat.
"Lalu apa kau akan menikahi Lisa bung?"
"Entah lah, aku belum siap menjalin komitmen karena pekerjaan ku tak tentu dan beresiko"
Andra mengangguk, ini lah yang membuat sahabat serta asisten utama nya itu memilih jalan ini, agar bisa melindungi dan mencintai wanita nya.
"Aku sudah cukup bahagia hanya dengan bercinta saja dengan nya, aku tak menyuruh nya tinggal sepenuh hati karena aku sadar, kematian akan selalu mengintai ku, hanya menunggu hari sial ku saja"
Ucap Roy menyeruput caramel macchiato nya.
Andra mengangguk menepuk punggung Roy.
"Kau benar dan bijak kawan"
Will tersenyum pada kedua nya mereka ini garang tapi bisa melow juga menurut Will.
"Aku akan berikan apa pun selagi dia ingin disamping ku tapi jika dia ingin bersama yang lain aku bisa apa?"
Ucap Roy lagi.
"Jadi kau tidak benar-benar mencintai ku"
Seketika Roy mendongak, menatap mata indah yang menatap nya, hanya sekali kedip saja air mata itu jatuh mengaliri pipi cantik milik nya.
BERSAMBUNG.