
8 bulan lamanya Aksa vakum dari perusahaan, dia hanya diminta tanda tangan kontrak kontrak besar. Semua diurus Haris juga daddy dan papah Alan. Meski tak ada kemunduran namun performa perusahaanya jelas stay ditempat karena perusahaan itu sudah 15 tahun di jalankan oleh Aksara sendiri. Aksara juga berusaha untuk sembuh, terapi ke psikiater, pergi ke les sosial agar dirinya bisa berinteraksi dengan orang banyak lagi. Dia juga menjual apartment nya ketika bersama Cinta tinggal disana. Setiap jam orang suruhannya selalu melaporkan pencarian mereka tentang nyonya muda nya.
Bahkan 3 bulan lalu kedua orang tua Cinta menuntut anak nya atas pernikahan paksa, pernikahan dibawah umur juga kematian Cinta. Entah informasi dari mana yang jelas Aksara hanya terdiam tanpa ingin membalas, seolah dirinya mati.
Aksara hari ini pergi ke pantai tempat kenangan terakhir yang dia dan Cinta kunjungi, terdiam membisu seolah memori berputar pada 8 bulan lalu.
"Aku sudah berusaha sekuat tenaga ku!"
"Tapi aku hanya orang gagal, Cinta hanya kau lah cinta ku!"
Tak bisa terbendung lagi, Aksara mengeluarkan air matanya. Dulu ketika Haris kehilangan istri nya, Aksa sempat mengejek lelaki itu kini 8 bulan kemudian, dia harus merasakan apa yang Haris alami. Haris hanya sebulan berpisah dari sang istri sedangkan Aksara sudah 8 bulan tak berjumpa dengan istrinya.
"Sungguh kah aku lelaki brengsek"
Aksara menjerit meluapkan semua beban yang dia rasakan selama 8 bulan ini. Sementara dibalik pohon seseorang dengan kondisi lemah sedang memperhatikannya juga wanita sebaya Aksa berdiri di samping nya dengan senyum puas.
'Bagaimana Rayz sakit bukan? begitu juga aku dulu yang harus terluka karena kesalahan ku memilih bajingan bayangan mu'
Ucap Cath dalam hati, ya wanita yang mengintip Aksa itu Cath juga Cinta.
'Terimalah kesakitan yang ku idamkan ini'
Lanjut Cath sambil tersenyum melihat kedua nya menitikkan air mata mereka.
Drrtt.....ddrrtttt.
"Iya"
"Bawa kelinci kita pulang"
Flashback on.
3 hari yang lalu Cinta telah melahirkan bayi kembar nya yang berjenis kelamin lelaki, sehat juga sangat tampan. Beberapa jam kemudian Karenina datang ke ruang bersalin itu untuk memaksa pulang Cinta.
"Maaf bu, ibu yang baru saja melahirkan harus beberapa hari dirawat di rumah sakit, kalau tidak dia akan kekurangan gizi dan perawatan intensif bagi tubuh nya"
"Diam lah! kau mana tahu yang penting untuk tubuh nya, dia adik ku aku yang akan menjaganya dengan perawatan yang terbaik, kau hanya perlu merawat kedua anak itu"
Tutur Karenina dengan tegas lagi garang.
Tak berapa lama beberapa pengawal menjaga kedua bayi itu, dan beberapa orang membawa Cinta untuk kembali ke rumah persembunyian.
"Kita sudah sampai di rumah ini!"
Cinta melihat sekeliling, lalu mengangguk lemah bahkan pakaian rumah sakit masih digunakannya.
"Dia adalah ibu mu"
Menunjuk seorang wanita tua, lalu memperkenalkan mereka.
"Panggil dia ibu, ingat"
"Baik"
"Dokter, cepat kemari"
Beberapa dokter segera mendekat, lantas mendorong kursi roda yang duduki oleh Cinta.
"Cepat sembuhkan badan nya, olah tubuh nya, juga ubah sedikit wajah, dan perbaiki kelaminnya yang rusak karena melahirkan itu"
"APA!"
Cinta melotot kaget karena ucapan Karenina.
"Kau sudah setuju, jangan lupa dengan anak mu, tadi nya mereka mau ku pakai sendiri tapi bukan kah lebih baik kau yang memakai dan melakukannya bukan kah orang yang dia cintai yang menyakitinya itu akan lebih terasa dari pada aku"
Karenina tersenyum culas.
"Sekedar informasi untuk mu bahwa selama 8 bulan ini dia tak pernah berhenti mencari mu, apartment yang pernah kalian tempati sudah di jual, dia juga setiap 3 hari pergi ke psikiater uhh malang nya"
Cinta meneteskan air matanya, dengan cepat mengusap air mata itu.
Karenina tertawa terbahak dengan semua itu, sementara Cinta hanya terdiam saja. Cinta meremas baju nya dengan kuat.
"Sebelum kau menjadi orang baru, maka pergi dan lihat lah suami mu sebagai Cinta untuk yang terakhir kali, karena setelah itu kau harus bersandiwara, dan kau tak lebih dari seorang artis figuran saja"
Klek.
Pintu rumah terbuka nampak Cath keluar dari rumah itu, lantas mendekat dan masuk ke mobil begitu pun Cinta yang didorong para pengawal pribadi milik Karenina.
"Bagaimana pun buat Aksara tahu jika Cinta masih ada disekelilingnya dan buat seolah olah Cath yang berada dibalik semua ini"
Ucap nya pada pemimpin pengawalnya.
"Siap dilaksanakan bos"
Selama 8 bulan Cath pura-pura berada di area komplek yang lain karena dia meminta pindah dari rumah utama Alkatiri. Juga Karenina yang melanjutkan study nya di luar negeri karena dia menjadi pengajar di kampus Cinta hanya magang.
Flaahback off.
Aksara bangkit dan berdiri hendak menuju pulang, menyetir mobilnya dengan pelan, hingga di perempatan dia melihat sosok Cinta. Aksa segera menghentikan laju mobil nya, mengejar sosok itu hingga ada tangan perempuan yang menjulur membantu Cinta naik ke mobil itu. Dengan sekuat tenaga Aksa mengejar namun nampak nya mobil itu dengan cepat menghilang. Aksa limbung dan jatuh ke tanah tubuh nya merosot di jalanan beraspal lantas terkapar tak berdaya. Dia dilarikan ke rumah sakit oleh polisi lalu lintas, seminggu kemudian Aksara sadar.
"Bagaimana keadaan mu?"
"Dimana ponsel Aksa mom?"
"Ada apa nak?"
"Dimana...!"
Semua orang yang berjaga diluar sontak menyerbu masuk, karena tuan muda mereka berteriak kencang.
"Rayz tenangkan diri mu! ini daddy"
Aksara melepaskan cengkraman nya di bahu sang mommy, lantas memandang kearah daddy nya.
"Dimana Dino?"
"Disini bos"
"Dino cari keberadaan Cath sekarang bawa kehadapan ku hidup atau mati!"
Ucap Aksara tegas.
Meski tak ada tenaga untuk mengejar dan limbung, Aksara ingat itu gelang yang dipakai Cath yang dia design sendiri dan hanya ada satu-satunya.
"Ada apa dengan Cath? kita bisa menelponnya kalau kau butuh dia"
"Ssttt...jangan berbicara, aku tidak suka dibantah!"
Tangan Aksara berada di mulutnya lantas bibir nya tersenyum devil, sang daddy terdiam karena saat ini Aksa dalam keadaan marah.
"Mommy pulang lah dulu dengan para pengawal kita, daddy ingin berbicara dengan Rayz"
"Baik lah dad, mom pulang dulu ya"
Sang mommy segera melangkah pergi, karena ini mungkin bukan lagi ranah nya sebagai perempuan maka suami nya yang bertindak.
"Apa kau sadar nak?"
"Rayz sadar dad, pantas selama ini Cinta tak bisa ditemukan ternyata iblis wanita itu"
"Dari kau dapat info itu"
"Rayz tidak mungkin salah, Cath dibalik semua ini, pantas saja tidak bisa menembus sinyal info itu"
"Baik lah daddy mengerti"
Dengan segera daddy Ditya pergi untuk mengerahkan pasukannya juga. Meminta papah Alan turut serta juga.
BERSAMBUNG.