TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
EPS.105


Aksara sudah mendarat dengan jet pribadi nya lantas segera menuju mobil sementara Melki hanya duduk mematung saja. Aksara seperti orang kesetanan di jalanan, dia tidak perduli yang ada dipikirannya hanya istri nya.


'Tuan kau mau membuat ku mati muda ya?'


Gumam Melki dalam hati.


Perjalanan yang seharus nya ditempuh 1 jam 15 menit hanya di tempuh dengan waktu 15 menit saja oleh Aksara.


Dia juga sudah masuk kedalam markas tempat mengintai istri nya.


Sementara pengawal lengah, Cinta segera secara diam diam pergi ke ruangan ganti pakaian para cleaning servis di mall itu.


"Aku harus segera pergi dari sini mumpung mereka lengah"


Benar keadaan tak ada penjaga, karena mereka mencari Smith. Belum lagi mereka mengira wanita berperut besar itu tak akan punya tenaga untuk melarikan diri.


Cinta sengaja keluar menggunakan pakaian atasan cleaning servis, untuk pergi ke tempat pemberhentian taksi lagi pula dia menutup wajah nya.


Seluruh pasukan yang Aksara bawa mencari kedalam toilet.


"Bagaimana?"


"Semua kosong"


"Cepat periksa!"


Sementara Cinta menaiki taksi dan menuju pulang ke kediaman Alkatiri.


"Pak maaf ini bukan jalan alamat yang saya tunjukan pada anda!"


"Memang bukan jalan menuju rumah, namun ini jalan menuju ajal mu!"


Cinta tersentak kaget ketika pengemudi taksi itu membuka tutup wajah nya.


"Bagaimana ini bisa"


"Tentu bisa, di mall itu bukan saja tidak aman karena suami mu datang namun si tua Smith juga sudah di lumpuhkan"


"Apa!"


"Benar, kau lari menghindari bahaya pada hal bahaya menunggu mu di luar"


"Kau kurang ajar"


"Meronta lah, karena kau akan segera ke neraka"


Di mall semua sudah dikerahkan untuk mencari Cinta.


"Tuan Smith sudah dibebaskan, nyonya pergi menaiki taksi penculik"


"Dari mana kau tahu!"


"Jam segini taksi sudah tidak ada tuan, tapi mobil itu menunggu sedari tadi"


"Lacak segera"


"Mereka ke lokasi xxx"


"Berangkat"


Aksara kembali mengejar para pengawal Smith dan Karenina. Dengan kecepatan mobil yang Aksara kendarai bersama Dino mereka hanya tertinggal beberapa kilo saja.


"Mereka tak jauh dari kita tuan"


"Cari jalan pintas"


"Didepan 100 meter ada belokan ke kiri, maka kita bisa mendahului mereka"


"Baik lah"


Aksara menuju jalan pintas sendirian dengan mobil nya lantas 3 buah mobil dibelakang tetap memacu kecepatan mereka untuk menghadang dari belakang.


"Awasi mobil yang membawa istri ku"


"Baik"


Sementara lelaki itu tersenyum setelah menyemprotkan obat bius pada Cinta.


"Kau sangat berisik, sebenar nya aku tertarik pada gadis cantik dan cerdas seperti mu, tapi sayang nya kau pemberontak"


Lelaki itu memacu mobil nya dengan santai seperti orang biasa nya.


"Kita akan segera sampai, setelah bos mengeluarkan anak mu, maka aku bisa menikmati tubuh mu sepuas ku"


Drtt...ddrrttt.


"Ya....."


"Kau lama sekali"


"Jangan membuat kegaduhan di malam hari, karena kita ini pencuri"


"Tidak usah dramatis, bawa wanita bunting itu"


"Segera"


Tut.


Baru saja sambungan ponsel itu dimatikan, pengawal itu kaget karena ada mobil yang menghadang juga beberapa kerumunan orang.


"Bos mangsa datang"


Terlihat mobil yang berhenti memanggil seseorang untuk bertanya.


"Kalian bersiap lah"


Sementara para rombongan yang berkerumun mendekat meminta bantuan lelaki yang membawa Cinta.


3 hari berlalu, kandungan Cinta semakin kuat, terkadang saja terasa nyeri tidak seperti 3 hari lalu.


"Sayang, masih pagi ayo masuk nanti kamu sama dedek bayi masuk angin"


"Baik lah, byy temani ya"


Aksara menemani nya, sambil mengelus perut buncit istri nya. Semua kehamilan anak nya, Aksara tidak pernah menemani mereka kali ini Aksara berusaha sebaik mungkin.


"Dokter bilang apa dengan kehamilan kembar ini byy"


"Kehamilan mu baik, apa mau pakai sesar?"


"Aku mau normal, melahirkan kakak juga normal"


"Baik lah"


"Ini juga 2 kok, apa lagi perempuan semua, pasti lebih mudah"


"Baik lah, tapi harus tetap berhati-hati ya"


"Bagaimana? apa sudah terasa mulas"


Sudah 3 hari berlalu namun istri nya belum jg menunjukan tanda mau persalinan.


"Kenapa buru-buru, itukan bisa maju atau mundur, tidak harus sesuai dokter"


Cinta hanya tersenyum, 3 hari ini dia selalu melihat suami nya itu sibuk sendiri, bertanya tentang persalinan nya.


"Maklum ini pertama buat Aksara, jadi mungkin agak grogi buat dia"


Sela Daddy Ditya di antara percakapan istri dan menantu nya.


"Iya dad, Cinta mengerti"


"Kalau begitu kami pamit dulu"


Kedua orang tua, Aksara segera pamit untuk pulang ke rumah karena si kembar sepasang sudah tidur.


"Ayo tidur"


Cinta mengangguk, mereka segera tidur. Sebenar nya Cinta juga stress dengan kandungan nya kali ini. Dia juga takut, meski penyakit lemah kandungan sudah diatasi dengan obat dari dokter ahli.


"Aduuhh............"


Tepat dini hari jam 2 pagi, Cinta terbangun karena dia tiba-tiba kebelet pipis. Namun baju pasien nya sudah basah kuyup.


"Byy bangun"


Cinta mencoba membangunkan suami nya yang baru beberapa jam tertidur.


"Ada apa sayang?"


"Aku mau lahiran, lihat ketuban ku sudah pecah"


"Baik"


Aksara berlarian keluar menyuruh semua penjaga siaga, juga memanggil 2 asisten nya. Setelah Aksara memencet bel tak berapa lama dokter datang untuk menangani istri nya.


Aksara panik, meski dia ada satu ruangan dengan istrinya. Tak berapa lama Cinta mengejan untuk melahirkan anak mereka, anak perempuan mungil yang cantik. Berselang 5 menit anak kedua juga lahir dengan jenis kelamin yang sama.


"Tuan selamat anda mendapatkan bayi kembar perempuan"


"Terimakasih dokter"


"Istri anda sedang beristirahat dan diberi infus agar lebih cepat pulih, 15 menit lagi biarkan dia makan"


"Baik"


Dokter sudah pergi ruang bayi pun dijaga ketat untuk kedua bayi perempuan yang cantik itu. Kedua paras kembar perempuan itu semua mirip dengan Cinta, begitu pun kedua anak kembar mereka sebelum nya.


Aksara selalu mengelus tangan istri nya.


"Sudah bangun?"


"Iya"


"Makan dulu yuk"


Aksara menyuapi istri nya dengan penuh kasih sayang, juga meminumkan campuran jus buah dan madu untuk menambah tenaga.


"Istirahat lagi ya"


"Temani Cinta ya byy"


"Iya"


Baru saja makan 10 menit yang lalu, Cinta merasakan perut bagian bawah nya sakit.


"Byy sakit sekali"


Aksara menghampiri istri nya dengan panik.


"Kenapa?"


"Cinta tidak tahu, perut bagian bawah sakit sekali, tolong....."


Bahkan istri nya sampai menangis karena hal itu. Dengan cepat Aksara kembali memanggil dokter.


"Ini masih ada 1 bayi lagi tuan!"


"Apa!"


Aksara kaget bukan main, dan dokter segera menyiapkan persalinan Cinta. Tak begitu susah karena dengan sekali mengejan anak itu lahir.


"Laki-laki tuan"


Aksara yang masih kaget seolah linglung dengan keadaan nya sekarang. Bayi ke 3 mereka lelaki dan itu membuat Aksara bahagia sangat bahagia hingga dia menangis.


"Terimakasih sayang kau ibu dari ke 5 anak-anak ku"


Cinta tersenyum meski dengan wajah lelah nya, dia nampak bahagia.


BERSAMBUNG.