TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S3 EPS.375


Pagi ini papah Afar datang dari rumah sakit, lelaki itu selalu bolak-balik ke rumah sakit.


Meski demikian papah Afar tidak pernah bosan atau mengeluh karena ingin kesehatan nya tetap stabil.


"Papah sudah pulang ya?"


Ucap Rindi menyapa sang papah yang sedang berjemur pagi ini di halaman samping.


"Iya, bagaimana keadaan mu nak?"


"Aku baik pah"


Papah Afar mengangguk.


"Mas Arvin kemaren sempet sedih, ibu Amelia sudah tinggal di mansion om German"


"Hibur dan temani suami mu ya nak"


"Iya pah"


"Dimana Lisa?"


"Kakak ada di kamar nya dengan kak Will"


"Ya sudah"


Rindi kembali masuk kedalam kamar nya. Mencari sang suami yang sedang berada di walk in closet.


"Mas mau kemana?"


"Mau berenang, mau ikut yang?"


Rindi menggelengkan kepala nya.


"Aku mau spa saja di sebelah"


"Ya sudah aku berenang ya, kalau ada apa-apa panggil aja"


"Iya mas"


Memang dekat kolam renang Daddy Rei menyediakan lima set spa yang berada di ruangan khusus untuk anak menantu dan juga diri nya dan sang istri.


Andra pergi ke kolam renang memakai bathrobe yang sudah berlapis dengan celana renang nya.


Begitu pun Rindi kini dia sudah bergegas masuk ke salah satu ruangan yang khusus untuk spa.


"Loh kakak sudah disini? Tak kira masih di kamar?"


Ucap Rindi karena ternyata disana ada Lisa yang sedang di lulur tubuh nya.


"Iya nih badan kakak capek banget nih, jadi minta di spa sama mbak-mbak"


Rangkaian perawatan yang Rindi minta pun sudah disiapkan oleh tukang spa itu.


"Nona sudah selesai persiapan nya, mari"


Rindi diajak ke ruangan sebelah, disana sudah ada aroma terapi yang lembut tak menyengat di hidung.


"Wangi banget aroma terapi nya mbak?"


"Iya nona ini khusus untuk nona dari tuan muda Arvin, kata nya aroma terapi nya dari negara J, cocok untuk kulit dan relaksasi"


Rindi mengangguk saja karena merasa nyaman, mbak spa pun memijit tubuh mulus Rindi dan kemudian melakukan serangkaian rutinitas.


Andra sudah tiba di kolam, dia segera menceburkan diri setelah menyuruh beberapa tukang kebun dan satpam untuk membersihkan kolam renang terlebih dahulu.


"Ini mau dibersihkan semua tuan?"


"Iya, saya mau pakai sekarang"


"Baik tuan"


Para bodyguard pun membantu supaya cepat. Setelah 1 jam baru selesai proses pembersihan kolam itu.


"Terimakasih ya"


Ucap Andra pada semua pegawai yang dia suruh lantas memberikan tips pada mereka.


"Terimakasih tuan, kami pamit undur diri"


Andra mengangguk saja, lelaki itu terlihat tersenyum pada sang istri yang sedang menjalankan perawatan tubuh nya.


William sendiri sedang berada di arena Gym tak jauh juga dari kolam renang.


"Apa tidak dingin itu, masih pagi sudah berenang!"


William bermonolog sendiri di ruang Gym itu.


Will pun melanjutkan latihan untuk mengencangkan perut nya, agar sang istri makin tergila-gila pada diri nya.


"Mas"


William menoleh pada wanita yang sudah beberapa hari itu menjadi istri nya.


"Iya sayang"


"Nanti siang mau makan apa?"


"Mas suka semua kenapa yang?"


"Tidak ada"


Lisa kembali ke tempat spa tadi untuk melanjutkan perawatan nya itu.


Namun berbeda didalam kamar lain yaitu pasangan Roy dan Rose.


"Mau kemana?"


Ucap Roy yang merasakan pergerakan dari sebelah tempat tidur nya.


"Ya sudah"


Rose pacar turun dari ranjang, wanita itu menuju ke dapur.


"Nona mau makan apa?"


"Oh tidak bik, saya hanya minum saja"


Ucap Rose.


"Kalau mau buat sesuatu jangan lupa bilang sama bibik saja"


Ucap bibik kemudian.


"Iya bik"


Setelah nya Rose mengupas buah, untuk dibawa ke kamar mereka yang ada di lantai bawah tepat di samping kolam renang.


Ketika Rose masuk tak ada siapa pun disana, Rose nampak clingukan menjadi Roy.


Namun Rose mendengar suara gemericik air berbenturan dengan lantai.


"Rupa nya sedang mandi"


Ucap Rose tersenyum, kemudian duduk di sebelah jendela. Rose melihat kedalam kolam renang ada bos dari pacar nya sedang berenang.


Yang pertama melihat itu adalah William, pacar Roy nampak tersenyum smirk memandang kearah Andra.


Dengan cepat William menelpon istri nya yang ada di ruangan sebrang.


"Iya mas"


Beruntung sekali klik langsung dijawab sang istri di seberang.


"Bilang ke adik mu suruh melihat kesamping kolam renang. Dengan segera Will mematikan sambungan ponsel nya itu.


Lisa di buat heran oleh perkataan suami nya itu.


"Ada apa kak, kok bengong sih?"


"Ini suami ku menelpon"


"Ada apa?"


"Kata nya, kau disuruh melihat ke seberang kolam renang"


Rindi pun segera melakukan nya untuk melihat ke seberang kolam renang seperti perintah William.


Benar saja dugaan William karena Rindi melihat nya juga, dia masih mengawasi nya. Lisa yang penasaran mengikuti arah pandang adik nya.


Lusa mengepalkan tangan nya melihat Rose pacar dari Roy itu nampak dengan berbinar melihat Andra yang sedang berenang.


"Ayo kita labrak"


Lisa sudah muak dengan senyum yang wanita itu sunggingkan.


"Jangan gegabah kan, kita belum tahu pasti yang demikian"


Lisa pun membenarkan akan tindakan nya yang grasa-grusu.


"Maaf ya dek"


"Kita awasi saja dulu, jika sampai dia nekad kita bertindak"


Lisa mengangguk kembali ke rentetan acara perawatan mereka.


"Kamu sedang apa sayang?"


Roy yang sudah mandi pun datang memeluk Rose dari belakang.


"Aku sedang mengagumi bunga-bunga itu"


Tunjuk Rose pada bunga bugenvil yang berdiri.


Memang posisi kamar itu lebih condong menghadap ke taman samping yang indah. Hingga busa menutupi kebohongan yang Rose buat dengan sempurna.


"Aku lapar, kamu mandi gih kita cari makan di luar"


"Iya sebentar ya"


Sebelum Rose buka baju, Roy sudah menutup tirai nya. Roy pun tak menampik jika Rose tadi masih memandangi kolam dimana Andra berada.


Roy bertanya untuk mengetes kejujuran pacar cantik nya, namun dia agak kecewa karena jawaban dari mulut wanita itu dusta.


Tak berapa lama Rose sudah keluar dari kamar mandi dan berpakaian serta sedang bersolek didepan cermin.


"Kita mau makan dimana yang?"


"Kamu bebas memilih nya yang"


Rose nampak berpikir dengan raut muka nya yang sedikit mengkerut.


"Aku ingin makan.olahan seafood"


"Ya sudah ayo"


"Sebentar aku pakai sepatu dulu"


Ucap Rose kemudian berlari kembali ke rak yang terdapat sepatu milik nya.


"Sudah?"


Rose mengangguk, lalu Roy menggandeng tangan Rose untuk segera pergi ke restoran yang dimaksud.


Roy segera menjalankan mobil nya setelah Rose masuk, dengan segera membelah jalanan menuju resto yang diinginkan sang pacar cantik nya siang ini.


BERSAMBUNG.