
Seorang Wicaksara Rayz Alkatiri memang tidak mudah, seorang lelaki yang sukses. Menjadi panutan bagi saudara-saudara nya juga kebanggan kedua orang tua nya. Namun baru sekali dalam seumur hidup Aksara atau yang sering di panggil Rayz itu hidup jauh dari kedua orang tuanya bahkan berbeda benua yang jarak nya jauh bermil-mil.
Aksara senang menatap jauh, pagi tadi dia sudah mengantarkan kedua orang tua beserta rombongan dokter dan para pekerja serta pengawal pilihan nya. Aksa tidak mungkin tega mengungsikan kedua orang tua nya ke Negera lain namun bagaimana pun juga ini demi keselamatan semua bukan lah sebuah pilihan. Jika pun Cinta kandungan nya tidak rentan maka sudah dia kirim juga ke luar negeri itu.
Drrttt......ddrrtttt.
Ponsel di saku Aksara terdengar bergetar tanda jika seseorang memanggil nya.
"Iya"
"Tuan, Kearo kabur"
"Biarkan dan selalu awasi"
"Siap"
Merasa diri nya sudah kabur Kearo Milan yang 3 minggu ini sudah di tahan Aksara, di penjara bawah tanah. Kini dia segera ke WC umum di sebuah persimpangan jalan, dia segera mengirim tanda sos.
"Semoga dia tahu, jika aku butuh dia"
Drrtt.....ddrrtt.
"Ini aku"
"Kenapa kau menelpon ku dengan nomer negara ini, bukan kah kau sudah pulang 3 minggu lalu, jangan ganggu aku"
"Aku belum pulang, dengarkan aku, aku ingin kita bertemu, apa bisa?"
"Apa lagi mau mu!"
"Jangan berteriak, kita ketemu di xxxx"
"Tidak, aku tidak mau ke tempat itu"
"Hanya ini satu-satu nya tempat yang aman oke"
"Brengsek kau"
Seorang wanita tiba di lokasi setelah 40 menit sambungan ponsel itu terputus.
Karenina dengan dandanan yang agak tertutup datang ke losmen yang rame itu.
"Hemmm........"
Tubuh Karen di tarik seseorang dan di hujami ciuman panas lagi intim, lambat lain ciuman itu jadi lembut dan tubuh Karen di gendong oleh pria itu. Siapa lagi jika bukan sepupu Karen, Aro.
"Aro......."
"Imbalan dulu, baru informasi nya"
Karen hanya pasrah tubuh nya dinaiki lelaki jangkung nan bule itu. Memang Kearo sangat tampan meski Aksara masih tetap nomer 1. Losmen yang semrawut itu membuat mereka tidak waspada, juga mereka sama-sama menikmati nya.
keringat mengucur deras dari kedua nya, Kearo memacu tubuh ramping yang berada dibawah nya hingga berjam-jam. Selain itu dia sudah 3 minggu disiksa, makan pun kadang tidak di beri apa lagi kenikmatan yang saat ini sedang di reguk lelaki itu tentu nya sangat dia damba.
"Cepat katakan apa informasi mu?"
Kearo tersenyum, memang sifat sepupu sekaligus selingkuhan nya ini amat tak sabaran.
Kearo kembali memagut bibir manis yang tebal milik Karen.
"Bukan kah kau sudah puas, cepat lah"
"Menikah lah dan pindah bersama ku, aku akan membahagiakan mu"
"Keputusan ku bulat Key"
"Kau akan menyesal Karen!"
"Cepat katakan"
"3 Minggu yang lalu aku di tangkap Rayz, entah akar masalah nya apa? namun aku yakin itu mengacu pada mu!"
"Jangan sembarangan, kerja ku rapih"
"Kau tidak tahu sifat dan watak seorang Wicaksara"
"Sampai saat ini aku masih menang, jika dia tahu pun aku masih memiliki kartu as nya"
"Terserah, yang pasti aku sudah bernego tentang nasib mu, tapi kami sendiri yang menolak aku bisa apa"
"Sudah lah, kau cepat pergi ini ongkos dan surat-surat mu"
"Maka kau harus menjaga diri mu sendiri"
"Tidak usah khawatir"
"Baik selamat tinggal selama nya"
Karen hanya mengangguk lantas segera pergi dari losmen itu, meski pun bersih namun tentu saja banyak penyakit. Karen menaiki mobil milik nya, mengendarai nya menuju rumah atau sering dia sebut markas.
Drrtt....ddrrttt.
"Bos nona Karenina baru saja pulang dari losmen di daerah xx"
"Awasi terus dan laporkan jika ada kejanggalan"
"Baik bos"
Aksara terlihat selalu menemani istri nya. Dia segera menghubungi Dino yang dia beri tugas khusus.
"Bagaimana?"
"Aman bos, kita akan segera bertindak 2 jam lagi"
"Baik laksanakan dengan rapih"
"Siap bos"
Dino yang sedang di sebuah tempat sedang mengatur strategi nya. Dia tidak ingin bos nya kecewa, jadi dia dengan sistematis dan cermat mengatasi tugas penting nya.
BERSAMBUNG.