TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S2 EPS.204


"Hei kenapa lama sekali?"


Elian mulai bosan karena pantat nya serasa terbakar duduk di jok belakang, belum lagi rasa pengap yang di derita itu. Sudah hampir 3 jam an mungkin mereka membawa nya dari tempat tahanan, tahu begini dia tidak mau keluar dari tempat tahanan itu.


"Bersabar lah, buah dari kesabaran adalah kebebasan"


Ucap salah satu pengawal milik Rei.


Elian mendengus kan nafas nya, karena cape dengan semua tingkah mereka yang sok misterius.


"Nah kita sudah sampai!"


Ucap salah satu nya, Elian sangat gembira. Dia tidak sabar ingin segera turun dari mobil untuk menghirup udara kebebasan yang diberikan Rei.


"Cepat kalian turunkan aku, aku ingin segera bebas!"


Teriak nya.


Mereka berdelapan menggotong tubuh langsing nan sexy milik Elian.


"Nah kau lepaskan sendiri ikatan karung di kepala mu ya, di depan mu adalah jalan besar, kami tidak bisa mengantar mu karena takut ketahuan nitizen"


Ucap beberapa diantara nya.


"Baik lah, pergi lah kalian tidak usah khawatir"


Mereka yang mengendarai mobil langsung tancap gas, sementara Elian ditinggal sendirian di dalam hutan rimba itu.


"Mereka sungguh bodoh"


Elian dengan cepat melepaskan karung yang menutup kepala nya, melihat sekitar lalu mengeluarkan semua alat-alat nya yang mudah di sembunyikan di dalam tubuh nya.


"Ini hutan rimba, sebentar aku cek dulu posisi nya"


Elian segera menghubungi anak buah nya yaitu pembunuh bayaran lain nya yang dia sewa.


"Bagaimana?"


Ucap melalui pesawat telepon canggih milik nya.


"Anda berada di sekitar hutan rimba xx, kami tidak bisa menyelamatkan Anda"


"Apa bagaimana bisa?"


"Hutan itu, hutan terlarang hanya orang yang masuk dengan perlindungan penjaga hutan yang dapat memasuki nya nona"


"Oh sial, ku kira kalian pembunuh yang anti apa pun, ternyata masih ada tempat terlarang seperti ini"


"Kami hanya bisa menjangkau mu jika kau berada di batas xx, itu sudah batas terdalam kami nona"


"100 kilo meter dari tempat anda sekarang"


"Apa! apa kau sedang mempermainkan ku"


"Tidak nona itu batas nya"


"Oh sial nya!"


"Maaf nona"


"Lalu katakan pada ku, bagaimana aku harus bertahan dari jarak yang sejauh itu?"


"Temukan tanaman rambat berbunga ungu, bunga nya akan menyala di tempat yang gelap, makan bunga nya usapkan daun nya ke seluruh tubuh dan pakaian mu"


"Itu saja?"


"Benar bila perlu jangan menggunakan nyala lampu, dan berhati-hati saat melangkah, banyak sarang ular' dan binatang melata mematikan dia sekitar mu"


"Baik lah'


Elian segera mengaktifkan mode gelap pada ponsel dan kaca mata nya agar bisa melihat di malam hari juga terhindar dari cahaya.


Kawanan Aryos sudah sampai di markas, mereka menuju ruang istirahat.


"Bagaimana?"


"Sesuai rencana tuan, kami meninggalkan dia ditempat itu"


"Baik lah, kalian bisa liburan"


Mereka semua bersorak-sorai dengan senang, sementara hari esok adalah hari weekend. Rei segera menuju resort, dia sangat ingin beristirahat di resort itu.


Min semalaman tidak tertidur, karena om suami nya itu tidak pulang. Min berguling kesana kemari, karena tidak bisa terlelap.


"Sebaik nya aku makan camilan saja"


Ucap nya, Min segera ke dapur untuk memakan buah kering yang ada di persediaan makanan kering. Dan akhir nya tanpa diri nya sadari, Min terlelap di ruang keluarga villa besar itu.


Rei pulang bermaksud untuk segera beristirahat ketika pagi akan menjelang, namun tak dia sangka televisi sedang menonton istri nya dengan bertaburan camilan kering.


"Sejak kapan dia begini?"


Rei membopong istri nya ini kedalam kamar, dia segera mandi untuk bisa terlelap. Kejadian Elian membuat dia sangat khawatir hingga menyita waktu istirahat nya. Sekarang sudah bebas karena duri dalam kehidupan nya berkurang, meski esok Rei tidak akan tahu takdir apa yang akan dia hadapi.


BERSAMBUNG.