
Min menggeliat karena terpaan sinar matahari, dia bangun dari ranjang tubuh nya lemas.
Tok....tok....tok.
"Iya sebentar"
Min membuka pintu kamar nya, lantas melihat paman James segera berbicara.
"Maaf nyonya, ada nyonya besar yang datang"
"Dimana?"
"Di ruang keluarga, nyonya"
"Hidangkan camilan sehat juga teh, bilang saya sedang mandi"
"Baik nyonya"
Min segera bergegas mandi dengan cepat 15 menit, dia kemudian mengeringkan rambut nya, suara berisik dari hair dryer membuat sang pemilik ranjang terganggu.
"Masih pagi banget kenapa sudah bangun?"
"Ada mamah dibawah"
"Biarkan saja, merek hanya berkunjung, aku masih ingin tidur"
"Mamah kan orang tua kita om, kok begitu"
Rei menutup telinga nya, dia lelah karena kemaren mengajak istri nya ke resort.
"Malas sekali"
Rei kembali mendengkur halus, rupa nya lelaki tua itu benar-benar lelah. Min sejenak memperhatikan Rei karena lelaki itu sangat tampan.
"Kenapa? apa sangat tampan?"
Mata coklat terang Rei memandang Min yang sedang berada dekat dengan nya. Sedikit ******* bibir mungil istri nya, lembut, pelan juga menuntut. Min tentu sudah terbiasa, meski mereka baru menjalani pernikahan yang hangat tiga Minggu ini.
"Om mamah masih dibawah loh menunggu kita"
"Tidak apa, nanti juga bosen sendiri"
Rei sudah mendekap istri nya masuk kedalam pelukan nya. Ketika hendak mendaratkan bibir nya kembali, Min mendorong dada bidang suami nya.
BRAAKK......
Pintu tiba-tiba di buka paksa, siapa lagi pelaku nya jika bukan sang mamah. Namun yang membuat semua canggung seketika, sepasang suami istri dengan pose hot mereka. Min berada di atas dada telanjang sixpack milik Rei, kaki Min mengangkangi semua tubuh Rei secara sexy. Pose itu membuat Riana menganga, sekaligus membuat muka Herdan memerah.
"Kalian ini, apa malam saja tidak cukup"
Sang mamah kembali menutup pintu, sedangkan Herdan dan Riana sudah kabur karena malu.
"Mamah kenapa mendobrak sih, kan Riana sudah bilang"
Riana malu tidak kepalang.
Sementara Rei tertawa terbahak-bahak. Min memukuli dada sang suami yang kelewat jahil itu.
"Om jahil banget sih?"
"Biarin lah"
"Kan Min jadi malu, mana posisi kita lagi canggung"
Min sedikit cemberut.
"Ya sudah aku mandi dulu ya"
Rei bergegas pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya, 25 menit selesai. Min sudah menyiapkan pakaian yang mau di pakai Rei.
"Keringkan dulu rambut nya"
Min memegang hair dryer, dia dengan cepat mengeringkan rambut suami nya.
"Ayo kita turun"
Min mengangguk, dengan segera mereka berjalan bersama menuruni anak tangga. Herdan melihat mereka sepasang suami istri itu begitu hidup rukun, Herdan merasa lega sekali.
'Semoga kau selalu bahagia adik ku'
Ucap Herdan dalam hati.
Rei tersenyum sambil memilih rambut istri nya, mencium nya karena sangat wangi.
"Apa kau sudah membicarakan resepsi pernikahan kalian untuk Minggu depan dengan istri mu?"
Ucap mamah Cinta.
"Sudah, dia setuju dengan semua pengaturan mamah"
Jawab Rei masih terus menciumi rambut istri nya.
Bugh.....
Bantal sofa melayang ke kepala Rei.
"Mah........"
"Siapa yang ganggu, Rei kan cuma cium rambut nya"
"Tahu, tapi itu tidak sopan"
Rei menghentikan aksi jahil nya karena sang mamah sudah mau marah kepada nya.
"Jahil sih"
Ucap Min, Rei mau menggigit pipi istri nya itu.
"Kamu cantik, aku jadi gemas"
Rei terus menggoda istri nya, sementara mata mamah Cinta sudah mau keluar dari kelopak mata nya.
"Kalian ini! sudah tahu papah sedang dinas ke luar negeri, malah menggoda mamah"
Mereka yang hadir disana nampak dengan serempak tertawa dengan gembira.
"Suka sekali menindas mamah nya"
Geram mamah.
"Sudah, sekarang kita ke butik saja ya mah"
"Iya, ayo ke butik mamah nanti Jasmin bisa pilih gaun mana saja yang akan dipilih untuk resepsi pernikahan kalian"
Min memandang kearah sang suami nya, Rei hanya mengangguk juga tersenyum hangat. Herdan melihat itu semua, perasaan nya sangat bahagia karena sang adik tunggal nya bisa meraih kebahagiaan itu.
Setelah 1 jam perjalanan akhir nya mereka semua sampai di tempat tujuan yaitu butik mamah Cinta.
"Butik mamah sangat besar"
Mamah Cinta hany tersenyum senang, lantas menggandeng tangan menantu nya untuk memasuki butik. Semua mata pegawai di butik bahkan pelanggan yang sedang berbelanja ikut penasaran dengan kedatangan keluarga pendiri butik itu.
"Ayo sayang kita masuk"
Ucap mamah Cinta agar menantu nya tidak merasa risih.
"Anna!"
"Iya nyonya, apa yang bisa saya bantu?"
Asisten pribadi mamah Cinta segera mengeluarkan koleksi baju pengantin terbaru yang dimiliki butik mamah Cinta. Bukan hanya satu pelayan bahkan 2 orang pelayan untuk menemani Min mencoba sepatu yang cocok.
"Mah, apa itu tidak terlalu banyak?"
Ucap Rei, sang mamah hanya melihat sekilas.
Min mencoba beberapa gaun yang begitu cantik, dari yang biasa hingga bertabur berlian.
"Sayang semua yang pernah kamu coba cantik semua ini"
Ucap mamah Cinta memuji menantu nya yang seolah model profesional.
"Mamah bisa saja, Min gemukan loh mah"
"Iya kah?"
Min mengangguk meyakinkan sang mertua perempuan nya. Min masih tersenyum, dia lupa jika belum sarapan. Ketika hendak mengembalikan baju yang sempet dia coba di butik milik mamah mertua nya, tiba-tiba saja kepala milik Min berputar hingga membuat Min berpegangan pada tembok.
"Ada apa sayang?"
Akhir nya mamah menyusul Min yang hendak berganti baju di ruang pakaian. Min menggelengkan kepala nya, namun terlihat wajah nya yang pucat lagi berkeringat dingin.
Mamah Cinta yang di landa kepanikan, segera menyuruh pegawai nya untuk memanggil anak-anak dan menantu nya. Tak berapa lama Rei datang membopong Cinta masuk ke mobil, beserta mamah Cinta, Riana sedangkan Herdan mengemudikan mobil tersebut.
"Cepet mas, istri ku sangat dingin"
Herdan juga sangat tak karuan saat ini perasaan nya, namun dia mencoba lebih tenang. Dengan kecepatan tinggi akhir nya sampai di rumah sakit kelurga Alkatiri.
"Dokter tolong periksa menantu saja dulu"
Ucap mamah Cinta sudah melelehkan air mata nya.
Tubuh Min yang pucat pasih segera di periksa sang dokter lantas segera ditangani secara intensif. Tak berapa lama dokter keluar dari ruangan pasien dimana Min berada.
"Bagaimana dokter?"
Ucap mamah Cinta, Riana, Herdan dan juga Rei.
"Menantu anda hanya kelelahan saja, sehingga asam lambung naik juga sedikit kekurangan gizi"
Ucap dokter menjelaskan hasil pengamatan nya pada Cinta.
"Kalau begitu menantu saya tidak ada gejala serius kan dokter?"
"Tidak ada"
"Syukur lah, jika dia sehat"
Sang dokter pun segera pamit undur diri, mereka segera masuk ke ruang rawat milik Min itu. Mamah Cinta, Riana juga Herdan berada dalam kamar rawat pasien sementara Rei keluar mencari makanan untuk mereka.
BERSAMBUNG.