TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
EPS.22


Aksa memandangi foto seorang gadis manis yang ada didalam ponsel pintar nya. Duduk seharian memang lelah apa lagi mengerjakan setumpuk laporan tapi yang lebih lelah itu jika menahan rindu pada sosok yang tak merindui nya pula. Ingin berkabar dengan si dia, namun takut di acuhkan jadilah hanya memandang potret dirinya yang tercetak dilayar kaca mini pintar itu.


"Bagaimana memulai nya ya?"


Aksa berbicara sendiri, seolah ingin meminta saran.


"Ya mulai saja masa kau lelaki kalah dengan perempuan"


Aksa mendongak, lalu mengernyit heran. Nyata nya kedua asistennya itu ada disisi nya.


"Kalian disini?"


Aksa nampak kaget.


"Dari pagi kau belum memberi tugas pada kami"


"Oh, baik lah ini jam makan siang, aku mau keluar sebentar setelah makan siang jika aku tidak kembali maka gantikan aku periksa laporannya"


Dengan segera Aksa bangkit dari tempat duduk nya.


Berjalan dengan tergesa menuju parkiran.


"Kemana dia?"


Tanya Dino namun hanya disambut gedikan bahu oleh Melki.


Mengendarai mobilnya, lalu parkir dekat gerbang kampus, untuk melihat jika pujaan hatinya nanti selesai menimba ilmu.


Bukan main main Aksa menunggu hingga 90 menit lamanya, saat ini terlihat istrinya berjalan lalu menyapu wujudnya hingga istri gadisnya ini menghampiri nya.


"Sudah lama?"


Aksa mengangguk.


"Lumayan 90 menit"


Cinta tersenyum.


"Ha..ha, sampe kering ya"


Aksa tersenyum dengan kaca mata hitam nya, lalu menarik lembut tangan cinta untuk masuk kedalam mobilnya. Ada sepasang mata memperhatikan disana, lalu menghilang.


"Kita mau kemana om?"


Aksa hanya diam mereka sudah 20 menit berkendara, namun belum sampai. Cinta yang merasa dicueki, hanya cemberut memanyunkan bibir nya.


"Sudah sampai"


Ya Aksa membawa Cinta ke pantai, disana ada tempat makan aneka olahan seafood.


"Wah indah sekali!"


Cinta menengok pada sosok lelaki matang yang sering kali disebutnya om itu.


Di mension Alkatiri nampak sepi ada sebuah taksi berhenti didepan gerbang, lalu turun seorang wanita cantik juga lelaki kecil yang 30 tahun lalu wajah itu menjadi putra mahkota Alkatiri.


"Mom"


Suara itu langsung dikenali Diah Rayz selaku ibu kandung dari Wicaksara. Wanita paruh baya menoleh, lantas terkejut lalu tersenyum pada wanita cantik yang menggandeng tangan mungil bocah lelaki 6 tahun itu. Perasaan wanita itu sangat membuncah, tatkala wanita kesayangannya menggandeng bocah lelaki itu.


"Kau datang Cath?"


Wanita muda bernama Catherine itu mengangguk, lalu memeluk wanita yang selalu menyayangi nya.


"Iya mom, ini aku Cath mu dan ini anak ku Ahaaz Limaks"


Wanita paruh baya itu mendekat lalu berjongkok di hadapan lelaki kecil itu, mengelus rambut nya dan tersenyum hangat.


"Ahaaz ini nenek"


Ucap Diah.


Ahaaz sedikit kaget lalu lelaki kecil itu tersenyum, mengangguk senang dengan memamerkan sedikit gigi nya.


"Halo nenek, apa kabar?"


Tubuh kecil itu membungkuk dengan hormat nya.


'Andai Rayz memiliki putra pasti sangat lucu seperti bocah kecil ini'


Gumam Diah, dia juga tahu jika Ahaaz adalah sebuah kloning dari anak nya.


"Ayo masuk kedalam semuanya"


Catherine mengikuti langkah Diah juga lelaki kecil itu.


'Langkah kedua aman, selanjutnya tinggal masuk kedalam hati Rayz pasti itu akan sangat menyenangkan sekali mengendalikan ALKWEY CORP sekaligus pemiliknya'


Ucap Catherine didalam benaknya.


"Wow, rumah nenek indah sekali ya"


Ucap bocah kecil itu.


"Tentu saja, ini rumah yang nenek design sendiri"


"Wah nenek hebat"


Mereka layak nya seperti nenek dan cucu kandung saja, sudah akrab meski baru beberapa saat lalu bertemu.


Ddrrtt...ddrrtttt.


"Om itu loh ponselnya berkedip terus, angkat aja barang kali penting"


"Mungkin hanya meeting"


"Itu juga penting"


Dengan malas Aksa mengangkat telpon nya.


"Siaga 1 bos"


Aksa kaget, lalu kembali datar seperti sebelumnya.


"Lanjutkan"


"Target sudah di mension, akrab dengan nomor 2, kedatangan sudah 2 jam lalu"


"Baik lah, awasi terus"


"Siap"


Aksa kembali menutup ponselnya, lalu memakan olahan seafood itu.


"Kenapa om?"


"Biasa lah, urusan kantor saja"


Sambil memasukan cumi kedalam mulut nya, mengunyah dengan perlahan. Aksa terlihat keren dengan kemeja maroon dengan lengan digulung sampai ke siku, celana abu tua yang mengkilap namun rambutnya sudah digusak hingga terlihat acak acakan namun semakin tampan.


"Apa cara makan ku ini sangat tampan"


Aksa mengedipkan sebelah matanya, mencoba menggoda reaksi Cinta. Cinta memanyunkan bibirnya, sangat sexy terlihat di pandangan Aksa, ingin sekali ******* bibir manyun itu.


'Kenapa pikiran ku yang kotor dan tergoda olehnya'


Pikir Aksa didalam pikirannya.


"Si om tiba tiba cacingan"


Celetuk Cinta.


Aksa tersenyum manis.


'Senyum si om memang manis, umurnya makin matang makin tampan dan hot aja si om'


Pikir Cinta, hingga disadari Aksa istri gadis nya terdiam cukup lama. Aksa yang jahil itu langsung menoelkan saus di pipi istrinya.


"Om, kenapa dicocol ke pipi aku"


Protes Cinta.


"Kepiting di lamunin, kepiting itu di makan sayang"


Cinta terdiam, lalu memakan kepiting milik nya namun rona wajahnya sedikit bersemu.


"Ciee merona"


"Dih, nggak"


Mereka melanjutkan makan hingga selesai, Aksa selesai membayar tagihan juga untuk yang dibungkus. Dalam 1 jam mereka sudah sampai di apartment hotel.


"Huh seneng banget hari ini liat pantai"


Cinta duduk di sofa ruang keluarga, setelah menyimpan olahan seafood didalam lemari pendingin.


"Jadi apa imbalan untuk si pemandu wisatanya"


Cinta menoleh tanpa berkedip hingga tak terasa bibirnya ditempeli benda kenyal hangat, yang mulai menjilati bibirnya memasukkan bibirnya kedalam kehangatan juga sesuatu benda kenyal yang memasuki rongga mulutnya, membelit mengajak lidahnya untuk saling mencecap semakin erat.


Tubuh Aksa berada diatas Cinta, nafas lelaki itu memburu juga ciuman itu semakin membara. Hingga kedua nya kehabisan nafas, kedua menghirup oksigen dan masih sama sama tersengal sengal. Aksa sejenak menatap istri cantiknya yang masih terkungkung dibawahnya.


"O.....om aku....aku mau mandi"


Aksara segera memeluk tubuh mungil itu, Cinta yang tubuhnya ditindih manusia sebesar Aksara sangat kesusahan bergerak. Bagaimana tidak tubuh sebesar 190 senti meter itu diatas tubuhnya yang hanya 155 senti meter saja. Ibarat nya dia hanya setinggi dada bidang suaminya itu.


"Om Cinta sesak nafas om"


Aksa melepaskan pelukannya lalu bangkit dari sofa, namun tangan besar Aksara menariknya hingga terduduk dipangkuan lelaki itu.


"Ada apa?"


"Apa kau takut pada ku?"


Tanya Aksa, Cinta menggelengkan kepalanya.


"Aku suka pada mu, sejak pertama kali melihat mu"


Deg........


'Apa! si om suka pada ku sejak 5 bulan lalu'


Gumam Cinta.


"Belajar lah untuk mencintai ku, suami mu ini"


Sambil menyematkan cincin berlian yang indah, bertuliskan inisial nama lelaki itu.


BERSAMBUNG.