
Daddy German masuk kedalam mansion keluarga Mid.
"Bagaimana bung?"
Ucap Daddy Rei, bertanya pada lelaki sebaya nya itu lalu tersenyum.
"Sukses, aku akan memboyong istri ku ke istana kami"
Ucap Daddy German bahagia sekali nampak dari raut wajah lelaki itu.
"Awas jangan sakiti kak Amelia lagi"
Ucap mommy Jasmin kepada Daddy German.
"Siap nyonya besar"
Jawab German.
"Aku pamit pada anak-anak dulu ya"
Ucap Ibu Amelia pada lelaki yang kata nya berstatus suami nya itu.
"Oke sayang"
Daddy Rei dan mommy Jasmin melotot lalu berusaha menahan tawa mereka.
"Kalau tertawa ya tertawa saja jangan ditahan nanti kentut yang keluar"
Kesal Daddy German.
"Sudah tua juga masih juga kaya anak ABG"
Ucap Daddy Rei.
"Aku geli denger kau panggil kak Amelia sayang, biasa lihat kalian berantem kemarin"
Ucap mommy Jasmin menggoda lelaki yang menjadi suami ibu angkat anak nya itu.
"Kalian bisa nya membully diri ku ini, awas ya kalian dasar pasangan tua"
PLOOKKK.......
Koran yang Daddy Rei baca mendarat di dada Daddy German, Mommy Jasmin hanya tertawa saja.
"Sakit Rei, kau kira badan ku loper koran apa?"
"Badan Segede gajah juga percuma, miris percintaan mu"
Ucap Daddy Rei mencibir.
"Awas kau ku tandai"
"Apa yang ditandai, tinggal Dateng kok"
Mereka misuh-misuh berdua.
Ibu Amelia sudah menuju pintu kamar Andra, dia mengetuk pintu itu.
Tok.....tok....
Andra sedang bercanda bersama Rindi, namun tiba-tiba pintu kamar nya di ketuk seseorang.
"Mas ada yang mengetuk pintu kamar kita"
"Oh, sebentar mas buka dulu ya"
"Iya"
Rindi pun mengangguk saja, membiarkan suami nya membuka pintu kamar mereka.
KLEAK.......
Pintu kamar Andra terbuka dari dalam, muncul lah Andra di depan pintu. Andra kaget yang mengetuk adalah ibu Amelia, yaitu ibu angkat nya.
"Ibu, ada apa?"
Wajah Andra menjadi panik, namun ibu Amelia tersenyum mengelus wajah putra angkat nya ini.
"Ibu tidak apa, ibu hanya mau berbicara dengan mu saja"
Rindi pun mendekat pada ibu angkat suami nya, memegang kedua tangan yang mulai keriput itu.
"Ibu, ibu kenapa? ibu sakit atau ada apa?"
Ibu Amelia menggelengkan kepala lantas tersenyum.
"Ibu boleh masuk nak?"
Andra dan Rindi kedua nya mengangguk, mereka bertiga kini duduk di balkon. Namun kedua nya bingung karena ibu Amelia hanya terdiam memandang kearah Andra.
"Hidup ibu penuh dengan kepahitan dan luka, meski ibu mengurus Alesa dan menganggap nya anak sendiri namun tidak ibu pungkiri jika ibu merindukan anak kandung ibu......"
Andra hanya diam menjadi pendengar.
"Tapi setelah menemukan di malam hujan lebat itu, seolah ibu menemukan kembali semangat ibu yang hilang ,dari tubuh mungil mu, tatapan mata nya bahkan senyum mu memancarkan kehangatan yang selalu ibu cari"
Andra mengangguk.
"Ibu berjanji apa pun yang kau minta, kau mau dan kau inginkan ibu akan menuruti nya, nyata nya sampai saat ini tidak ada yang kau pinta, kau pelipur lara hati ibu"
Andra mengangguk, mengusap air mata Bu Amelia yang mengalir deras.
"Meski kau menemukan keluarga mu namun kau selalu datang menemui ibu, ibu tahu nak, melalui diri mu juga ibu bisa sembuh dan mendapatkan keluarga ibu lagi dengan utuh"
"Ibu harus bahagia ya, tidak ada lagi kesakitan dan air mata yang akan ibu keluarkan"
Ucap Andra.
"Benar, ibu sangat bahagia, ibu......"
"Katakan ibu, Andra selalu mendukung ibu"
"Daddy mu German meminta ibu tinggal bersama nya"
Lirih ibu Amelia.
"Apa pun yang membuat ibu bahagia Andra selalu mendukung ibu, ibu penyayang, lembut dan juga hangat, Andra bisa mengerti sekarang waktu nya ibu berbahagia"
"Kau tidak marah pada ibu yang akan meninggalkan mu disini?"
Andra menggelengkan kepala nya.
"Tidak sama sekali karena ini kebahagiaan ibu, ibu bisa berkunjung kemari menengok ku jika ibu mau, Andra selalu menyambut kedatangan ibu"
"Terimakasih anak ku"
"Jangan menangis lagi Bu, Andra sayang ibu"
"Ibu selalu menyayangi mu, ibu akan berkunjung setiap kali ibu rindu nak"
"Berkunjung lah Bu, jika Andra rindu juga Andra akan berkunjung ke rumah om German"
"Terimakasih nak"
"Selamat berbahagia ya Bu, ingat ibu harus selalu bahagia dan ceria"
"Iya baik lah nak"
"Janji"
"Iya ibu berjanji pada mu"
Ibu Amelia mengelus wajah Andra sambil tersenyum, lalu melihat pada Rindi.
"Nak tolong jaga anak kesayangan ibu ini, jangan pernah tinggalkan dia, dia mencintai mu, sayangi dia, jangan bertengkar karena masalah sepele ya"
Nasihat Bu Amelia pada Rindi.
"Iya Bu, Arin janji"
"Terimakasih nak, ibu juga mau pamit ke kamar William dulu"
"Iya Bu"
Bu Amelia segera bergegas menuju ke kamar William, sementara Andra mengajak istri nya untuk pergi ke lantai bawah.
Tok.....tok......
William sedang mandi saat ini karena mereka baru saja melakukan kegiatan ranjang nya.
Hanya ada Lisa yang sudah berpakaian lengkap.
"Sebentar"
Lisa kira pelayan yang mengetuk pintu nya.
KLEAK.......
Lisa kaget karena ibu Amelia yang datang ke kamar mereka.
"Ibu......"
Ibu Amelia tersenyum pada menantu nya itu.
"Ayok masuk Bu"
Ibu Amelia mengangguk, Lisa membawa nya ke balkon juga.
"Sebentar ya Bu, aku panggilkan mas William dulu, dia sedang mandi"
Ibu Amelia mengangguk pada menantu nya, dia sangat bahagia jika kedua anak lelaki nya juga bahagia.
Tok....tok....
Pintu kamar mandi Lisa ketuk perlahan.
"Mas....."
"Iya sayang"
William membuka pintu kamar mandi, meski diri nya masih belum berpakaian.
"Mas ih, di balkon ada ibu Amelia loh"
"Kirain mas, kamu mau nambah?"
William berkata sambil tersenyum manis pada istri nya.
"Cepet keluar ibu ingin bicara dengan mu kaya nya"
"Oke 5 menit ya"
William kembali masuk ke kamar mandi, di segera mengganti pakaian lengkap baru keluar menemui mommy kandung nya itu.
"Sebentar ya Bu"
Ucap Lisa dengan lembut, Bu Amelia mengangguk tersenyum saja.
"Mommy....."
Lirih William dengan lembut.
"Maaf ya ibu mengganggu kalian"
"Ah, tidak Bu, kenapa Bu, ibu sakit?"
"Bukan nak"
"Lalu apa yang terjadi?"
Ucap William dengan khawatir, ibu Amelia sangat bahagia anak-anak nya sangat peduli pada nya.
"Ibu mau tinggal di mansion Daddy mu?"
Mata William melotot, mulut nya menganga.
"Mas awas ada lalat masuk ke mulut"
"Oh ayang"
Ucap William kesal karena di ledek oleh Lisa, ibu Amelia hanya tersenyum saja
"Abis gitu amat kaget nya"
Lisa terkikik geli, William langsung memeluk sang mommy.
"Nanti Will berkunjung ya mom"
"Iya mommy hanya pamit saja pada mu nak"
William mengangguk, dan ibu Amelia juga bergegas keluar dari kamar anak nya menuju lantai bawah. Sementara William dan Lisa juga turun ke lantai bawah mengikuti ibu Amelia.
BERSAMBUNG.