
Di kota B nampak keluarga Alkatiri sedang heboh, karena Mamah Cinta, Riana dan Rieka akan pergi ke negara Z.
"Mah, kok mendadak?"
"Maaf kak, kamu terlalu sibuk jadi tidak ada waktu kita untuk berbicara"
"Mah, kerjaan Raksa kan masih banyak! tunda lusa ya?"
"Tidak bisa sayang, mamah dan kedua adik mu sudah memesan tiket, jika kau ingin nyusul pergi lusa juga tidak apa"
Mamah Cinta masih sangat cantik itu tersenyum.
"Tapi mah?"
Raksa si sulung masih mengutarakan keluhan nya.
"Kakak jangan manja!"
Sahut Indri.
"Diam, kakak tidak mau di tinggal"
"Kan ada papah"
"Gak rame lah pah, apaan sih"
Sedangkan Riana dan Rieka sangat senang bisa berlibur ke negara kelahiran mereka. Jam 9 pagi waktu negara B, mereka mengudara dengan rajawali besi pribadi mereka.
"Ini nyaman sekali ya kakak, aku mau maskeran dulu"
"Kau benar sangat indah, aku mau masker tubuh dulu"
Mereka asik dengan perawatan tubuh masing-masing membuat mamah Cinta menggelengkan kepala nya saja.
"Mamah juga mau istirahat ya"
"Baik mah"
Perjalanan baru akan selesai setelah 23 jam mengudara.
Braakk.....
Rei terjengkit kaget karena gebrakan meja dari Rav, Rei menoleh lantas melihat lelaki tanggung itu nyengir memamerkan gigi nya yang putih.
"Hei kau melamun hei!"
"Apaan sih"
Dengan kalem Rei menjawab, Aryos nampak menyenggol lengan Rav.
"Bos ini kan kursi mereka ya?"
"Mereka memberikan ijin kita untuk duduk"
Rei menjawab pertanyaan yang di pertanyakan oleh Aryos pada Rav. Sepuluh menit kemudian bakso pesanan Rei datang, mereka segera melahap makanan mereka lantas akan bergegas pergi.
"Tunggu!"
"Ada apa Rei?"
"Aku ingin berbicara sesuatu dengan mereka"
Rei mendekat pada Queena dan geng nya.
"Bos mau apa dia kesana?"
"Entah lah"
"Ada apa?"
Queena menyambut dengan ketus ketika Rei mendekat kesana.
"Maaf nona saya hanya mengucapkan terimakasih untuk tumpangan bang ku nya"
"Baik nona, sampai jumpa"
Rei berlalu pergi setelah pamit undur diri.
"Bos"
"Tidak usah bikin ribut karena bangku"
Mereka mengangguk.
"Kita kemana?"
"Bagaimana kalau ke alun-alun"
Usul Aryos.
"Malem lebih mantep"
"Bos jangan otak kotor"
"Siapa yang kau sebut otak koto?"
"Tidak bos"
"Bagaimana Rei apa kau mau ke alun-alun saat malam"
"Boleh nanti ku kabari setelah meminta ijin kakek"
"Wooaahh........"
Ravenda dan Aryos segera bertos ria.
Rei pulang seperti biasa nya, dia begitu ceria.
"Cucu nenek sudah besar, selalu datang kuliah selepas jam 3 sore"
"Ah nenek, Rei kan kuliah nek!"
Rei memeluk nenek nya, mengecup sebelah kiri pipi renta itu.
"Dia sudah menemukan mainan baru nek, bukan kita lagi sekarang"
"Ha...ha..."
Rei hanya tertawa, dia sudah tahu jika kakek dan nenek nya tidak mau diabaikan.
"Teman kampus saja hanya Ravenda dan Aryos nek, kek"
"Kakek kira kamu sudah punya pacar?"
"Mana mungkin!"
Rei membuka lemari pendingin menuang air putih agak dingin ke dalam gelas lalu duduk dan meneguk nya hingga tandas.
"Makan buah dulu"
Nenek menyodorkan mangga matang harum manis yang sangat harum.
"Oh iya hampir lupa, kakek Rei boleh tidak pergi ke alun-alun petang nanti"
"Pergi lah, tapi harus hati-hati jaga diri mu mengerti!"
"Siap bos"
"Ya sudah Rei mau mandi dulu kek, nek"
Rei pergi menuju lantai 3 untuk istirahat sejenak dan membersihkan tubuh nya karena hampir seharian berada di kampus.
BERSAMBUNG.