
Rei sengaja berlama-lama di dalam ruangan nya ingin melihat istri nya itu dari dalam kantornya. 15 menit berlalu, sebuah mobil berwarna silver mendekat, nampak mewah dan berwibawa.
Min yang tak sabaran dan pegal kaki nya nampak cemberut karena sudah 10 menit si om tak kunjung keluar juga, pada hal janji nya hanya 30 menit.
'Si om sengaja ya, pegel banget sih!'
Min ingin memaki si om tua yang mesum itu.
Tak berapa lama ada mobil yang berhenti, hampir saja Min berlari masuk. Namun kaca mobil terbuka setengah, dan sang empu nya mobil melongokkan kepala nya.
"Min, sedang gerimis kenapa di luar?"
"Ah........."
Min bingung harus menjawab apa.
"Mau pulang ya? sekalian yuk?"
Min menggelengkan kepala nya.
"Kenapa? kan gerimis dingin loh"
"Sebentar lagi jemputan ku akan datang"
"Oh, bener gak mau bareng nih?"
Min menggelengkan kepala nya sekali lagi.
"Tidak usah pak, terimakasih"
"Baik lah"
Lelaki yang tak lain Andreas itu segera menutup kaca jendela mobil nya. Dia menyetir mobil nya menjauh dari lobi kantor.
"Syukur lah"
Min berpikir sejenak.
"Bener juga sih, kenapa harus menunggu si om yang ngaret sampe 15 menit nih, tahu begitu aku numpang saja sama pak Andreas supaya cepet sampai villa"
Min nampak kesal dibuat nya, karena lelaki tua bos nya itu tak kunjung datang.
Rei juga nampak kesal, meski Min termasuk karyawan yang tak ada posisi di kantor nya, namun gadis itu mampu menarik salah seorang pegawai eksekutif perusahaan milik Rei.
"Ayo naik"
Rei datang setelah hampir 1 jam lebih 30 menit pada hal janji awal 30 menit saja.
"Kenapa?"
Min menggelengkan kepala nya tak ingin berdebat dengan lelaki egois juga tua dan mesum di sebelah nya.
Rei juga tak menghiraukan Min yang selalu melihat ke jalan, Min melihat bunga dan dedaunan yang basah karena gerimis yang lembut dan dingin bak angin.
"Kita mau kemana tuan?"
"Makan"
Rei tiba-tiba membelokkan mobil nya ke sebuah restoran.
"Disini soto nya enak"
"Oh"
Min hanya ber oh ria saja, Min mengikuti Rei berjalan di belakang nya.
Mereka mengambil meja dan buku menu setelah nya memesan beberapa porsi.
"Siapa lelaki itu?"
"Yang mana?"
"Tadi di lobi?"
"Oh, pak Andreas bagian design di kantor"
"Oh, Andreas"
Rei memandang Min dengan seksama ekspresi gadis itu datar sambil memperhatikan jalanan dan taman yang berada dekat dengan restoran itu. Banyak burung yang berteduh dan juga beterbangan, sangat indah.
"Kau kenal dimana dengan Andreas?"
Ketika Min ingin menjawab nya, pelayan restoran membawakan pesanan mereka.
"Ambil lah yang kau suka?"
Min segera mengambil soto daging yang berbumbu sangat wangi dan kental dengan santan nya. Kuah yang masih mengepul itu sangat hangat di tenggorokan, Min mengambil lontong karena kebiasaan nya makan soto dengan lontong di desa nya. Min menambahkan kerupuk juga sedikit sambal.
"Jangan banyak-banyak makan sambal"
"Iya"
Tapi selera Min meningkat dengan menambahkan sambal, dua porsi soto lengkap dengan aneka gorengan jeroan juga gorengan pelengkap nya.
"Ah, kenyang"
Rei juga menghabiskan tiga porsi mangkok soto tanpa lontong atau aneka gorengan.
"Habiskan minum nya, kita segera pulang"
Min mengangguk mereka segera bergegas untuk pulang ke villa. Tak berapa lama sampai di villa, mereka naik ke atas kamar untuk mandi meski dingin namun seharian berkutat di kantor terasa lengket.
Tok....tok....tok.
"Masuk"
Rei menyahut karena dia sudah selesai mandi dan duduk di ranjang.
"Tuan mau makan malam apa?"
"Kami sudah makan soto di luar, buatkan camilan sehat saja"
"Baik tuan"
James segera pergi untuk memberitahu koki supaya tidak masak untuk makan malam.
20 menit Min mandi, lalu keluar dengan wajah segar dari kamar mandi.
"Siapa?"
"James"
"Oh"
"Kau mau makan malam?"
"Aku sudah kenyang"
"Nanti mereka akan menyiapkan camilan sehat saja"
"Iya"
Min segera mengeringkan rambut nya. Rei mendekat kearah meja rias di belakang Min.
"Kenapa?"
Min mematikan hair dryer nya sebentar.
"Keringkan rambut ku juga"
"Baik lah"
"Jangan terlalu panas"
"Iya"
Min dengan telaten mengeringkan rambut Rei.
"Sudah"
"Baik lah, ayo gantian"
"Tidak usah, rambut ku sudah kering"
Rei memaksakan kehendak nya untuk mengeringkan rambut istri rahasia nya itu. Min hanya pasrah saja, lelaki itu sudah tua tapi masih seperti anak kecil.
"Nah sudah selesai"
"Baik lah, terimakasih om"
Hap.....
"Ahhh........"
Min menjerit kala tubuh nya kembali di gendong oleh Rei.
"Om, turunkan Min om"
"Kenapa?"
"Min sudah bilang, Min tidak mau, kan om sudah empat kali melakukan nya dengan om"
"Memang kenapa kalau sudah empat kali"
Rei melempar Min ke ranjang empuk nya.
"Bukan kah kau sendiri yang bilang lebih nyaman di villa dari pada di kantor, nah sekarang kita di villa"
"Nggak Min masih cape"
Dengan segera Min turun dari ranjang om buas nya itu. Namun hal itu sia-sia belaka, Rei sudah menangkap lengan nya dan membanting nya di ranjang tanpa ampun.
"Auhh, sakit"
"Maka nya nurut supaya tidak sakit, oke"
"Tunggu, kan kita baru tadi malam melakukan nya, bukan nya om sudah kenyang"
"Kenyang apa nya?"
"Min sekarang akan datang bulan jadi sakit banget om, nanti-nanti saja ya"
"Kapan nanti nya itu"
"Itu, anu ........"
Tok......tok.....tok.
'Huh ada orang, selamat'
Dalam hati Min.
"Masuk!"
"Tuan ini camilan se......."
Paman James jadi serba salah dengan posisi tuan nya saat ini yang sedang mengurung nyonya mereka. Baju mereka juga sudah ada yang terbuka ditambah Rei hanya menggunakan celana boxer saja.
"Saya pamit keluar tuan"
"Hem"
Min sudah lepas dari genggaman Rei dia menyelinap ke bawah, untuk mengambil jus jeruk segar.
'Selamat akhir nya lega juga'
Ucap nya dalam hati.
'Harus selalu main siasat dengan om mesum kalau tidak aku akan selalu dikejar buat jadi mangsa nya'
Lanjut Min.
Min mengambil jus jeruk segar yang baru di peras oleh bik Annete.
"Loh nyonya disini?"
Jantung Min hampir saja copot keluar dari dada nya.
"Paman James bikin kaget saja sih"
"Saya hanya menyapa nyonya"
"Paman belum tidur? ini sudah larut"
"Ini juga mau istirahat nyonya"
"Baik lah, selamat malam paman"
"Selamat malam juga nyonya"
Paman James segera pamit untuk pergi ke kamar nya di bagian paviliun villa, tak jauh memang.
"Sepi sekali"
Min segera menuangkan jus itu, lalu meminum nya sedikit demi sedikit.
"Sedang apa?"
"Prrtt......"
Min menyemburkan jus itu ke meja, di kaget dengan suara yang baru saja menyapa nya.
"Bikin kaget saja om"
Rei turun hanya menggunakan boxer saja.
"Kenapa om turun?"
"Haus ingin minum"
Rei membuka lemari pendingin nya lalu mengeluarkan susu dingin, dan merebus nya sebentar.
"Om mandi lagi?"
"Iya, ke kenapa?"
"Pantes wangi banget"
"Kamu suka saya wangi?"
"Tergantung"
"Ayo cepat tidur ini sudah mau jam sepuluh malam loh"
"Iya om"
Min segera menyusul Rei tak lama setelah lelaki itu naik, serem juga villa sebesar ini jika malam hanya berdua dengan om bos nya.
BERSAMBUNG.