TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
EPS.41


Aksara membuka laci lalu mencari obat oles, mengoles pada paha istrinya yang sudah duduk di sofa seberang meja kerjanya. Dengan telaten mengoles juga sedikit memijitnya membuat Cinta meringis kesakitan.


"Bagaimana?"


Ucap nya dengan manis pada sang istri.


"Agak mendingan om"


Aksa mengangguk lantas Cinta mengernyit heran karena tangan lelaki itu masih saja mengelusnya. Posisi Cinta setengah berbaring sedangkan lelaki itu mengelus paha nya. Disana terlihat senyum culas Aksa, Cinta yang sudah merasa tidak aman segera menegakkan posisi duduknya. Namun Aksa segera maju, hingga hanya beberapa senti saja jarak mereka.


"Om, paha Cinta sudah tidak nyeri lagi kok"


Lirih Cinta.


Tanpa Cinta duga lelaki itu malah memeluknya dengan erat, menduselkan kepalanya di pundak istrinya. Secara perlahan mendorong Cinta agar kembali berbaring.


"Om"


Secara replek Cinta mengalungkan kedua tangannya dileher suaminya itu. Aksara masih mengelus paha istrinya bahkan keduanya dielus lembut. Sehingga ada rasa geli menjalar ditubuh Cinta namun anehnya Cinta menyukainya, bahkan terdiam seolah menantikan nya. Aksara tersenyum ketika kepala istrinya sidah mendarat dengan segera Aksa menempelkan bibir nya dengan lembut.


"Om ini......ini dikantor"


Namun Aksa seolah tuli jika sudah demikian, mengecup bibir istrinya membuat Aksa lupa dimana sekarang mereka berada. Elusan dari paha kini berpindah ke perut rata Cinta, mereka saling berpandangan. Cinta mengerti elusan itu, disana Aksa tersenyum tipis lalu mengecup kedua mata juga kedua pipi istrinya. Aksa dengan perlahan mendekatkan bibir nya akan segera memagut lembut bibir cantik istrinya itu.


Klek.......


Pintu ruang kantornya terbuka, kedua insan yang sedang mereguknya manis madu melototkan matanya.


Dughh......


Cinta menabrak wajah Aksa dengan keras, gadis muda itu segera bangkit dari duduknya begitu juga Aksara.


"Dad"


Aksara segera menutup tubuh istrinya dengan badannya yang besar lagi jangkung itu. Sang daddy sudah duduk di depan meja kerja anaknya, lantas Aksa segera menghampirinya.


"Kenapa dad?"


"Mommy mu meminta daddy datang untuk meminta istri mu datang ke rumah sesuai janji kalian benar begitu?"


Aksa mengangguk lesu, dia melirik sang istri yang duduk diam di sofa seberang meja kerjanya.


"Jangan sedih boy, daddy tau kau mencintai wanita mu tidak main main, nanti mommy mu juga akan sadar"


Nasehat daddy Ditya.


"Baik lah jaga menantu daddy dan tetap lah bahagia untuk kalian"


Ucap sang daddy.


"Datang sebelum makan malam"


Ucapnya lantas daddy Ditya segera pamit undur diri.


Cinta mendekat, Aksa segera mencium punggung tangan istrinya mendudukan nya di pangkuannya. Memeluk tubuh mungil itu dengan erat lagi melanjutkan kegiatan mereka.


"Aku merindukan mu sayang"


Lantas Aksara menggendong istrinya menuju kamar tadi, melucuti pakaian Cinta lalu dengan segera menyatukan tubuhnya dengan tubuh istrinya. Melakukan sesi percintaan yang menggebu lagi penuh dengan cinta selama beberapa jam membuat Aksa bercucuran keringat apa lagi tubuh mungil dibawahnya itu.


"Cape"


Cinta tersenyum lantas lelaki itu kembali memagut bibir istrinya.


'Aduh si om ga bosen apa? udah hampir mau 3 jam nih, pegel ngangkang mulu'


Ucap Cinta dalam benaknya.


Cup.


Kecupan singkat mendarat di dahi Cinta lantas lelaki tua itu berguling ke sisi kanan Cinta.


"Tidur lah sebentar"


"Tapi om, ini sudah sore"


"Tak apa, ayo tidur dulu kamu pasti cape"


Aksara mengelus lembut puncak kepala istrinya lantas memasukkan tubuh mungil itu kedalam pelukannya agar segera terlelap. Tak terasa hari sudah gelap saja, Aksa terbangun lebih dulu melihat tubuh istrinya yang masih polos lantas melengkungkan bibirnya. Mata Cinta mulai terbuka, melihat wajah tampan suaminya juga tubuh indah nan kekar itu.


"Kenapa?"


Cinta menggelengkan kepalanya, sungguh tak ia sangka tubuh seatletis suaminya itu dimiliki dirinya, banyak wanita pasti mendambakan suami seperti yang ia miliki.


"Aaaa........."


Cinta terkejut tat kala tubuhnya melayang digendong suaminya.


"Mandi jangan nglamun terus, kita mau makan malam dirumah mommy"


Mereka segera mandi bersama, meski pun kadang Aksa mengelus, juga menciumi tubuhnya namun hanya sebatas itu karena mereka harus menghadiri makan malam dirumah utama. Cinta dan Aksa sudah bersiap mereka sudah berpakaian rapih, Cinta memakai dress selutut toska berpadu dengan kemeja yang digunakan Aksa bahkan lelaki itu menggulung kemeja hingga ke siku lantas memakai celana jeans hitam. Rambutnya dibiarkan acak acakan, Aksa tak terlihat seperti berusia 37 tahun karena badannya yang masih tegap, perutnya rata lagi sixspack semua itu menambah ketampanan Aksa.


"Bagaimana? suami mu tampan kan?"


Cinta hanya diam tidak menjawab.


Tak Cinta pungkiri om om mesum suaminya ini sangat lebih dari sekedar tampan.Meski awal awal menikah Cinta juga kesal karena sifat agak pemaksanya namun akhirnya Cinta mengerti sifat itu ternyata si suami sudah lama menaruh hati padanya. Aksara menggenggam tangan istrinya, membuat istrinya tersipu malu akan tingkah manis Aksa.


"Ke rumah utama Melki"


Dikursi kemudi ada Melki dan disamping nya juga ada Dino.


"Apa ada jamuan makan bos?"


"Iya"


"Bos sudah ketemu penabrak itu, dan aku sudah mengirimnya ke email mu"


"Kenapa tidak langsung ditindak!"


"Lihat dulu"


Dengan malas Aksa membuka email dari Dino itu, dia membaca juga melihat buktinya.


"Simpan dulu, untuk serangan balik"


"Siap"


Dino tersenyum dengan gembira.


"Ambil bonus 5 kali lipat mu"


"Oke bos, terimakasih banyak"


Mereka sudah sampai dirumah utama kediamana Alkatiri, Aksara turun lantas membuka pintu mobil untuk istrinya. Aksara juga mengenggam kuat jari jemari milik Cinta, mereka berempat memasuki pintu rumah kediaman Alkatiri. Sorot mata kedua wanita dihadapan Cinta seolah ingin mengoyak koyak tubuh Cinta.


'Mereka ini, tidak tahu malu, sudah beristri masih diperebutkan'


Gumam Cinta dalam hati.


"Kalian sudah datang ayo masuk semua"


Mommy Diah menyambut kedatangan anak menantu juga keluarga Dimitri saudara perempuan suaminya. Mereka memasuki ruang makan yang terdapat hidangan yang begitu banyak lagi mewah diatas meja makan itu nampak penuh dengan menu menu makanan.


Para pelayan melayani setiap orang, namun Cinta menolak. Dia sendiri berdiri lantas mengambil piring dihadapan Aksara. Aksara tersenyum tipis sambil memperhatikan istrinya membawa piring menyendokkan nasi lalu menaruhnya ke piring dirinya.


"By, mau lauk apa?"


Aksara hanya menatap kearah Cinta, hingga panggilan ke tiga sang daddy segera menyenggol lengan putra tunggalnya.


"Ada apa sih, dad?"


Tanya Aksara kesal.


"Istri mu sudah memanggil mu 3 kali"


Dengan cepat Aksara menengok ke istrinya.


"Iya sayang"


Sontak semua orang kaget, Haris yang sedang minum tersedak, tapi Rista hanya tersenyum saja. Sedangkan yang lain juga tersenyum, daddy dan mommy Aksa hanya geleng kepala. Sementara kedua wanita saingan Cinta itu mau muntah.


"By mau lauk apa?"


Wahhhhh, hati Aksara sangat berbunga, wajahnya yang putih seketika bersemu merah menambah ketampananya.


"Ekhhem, kesukaan by saja sayang"


Hoek....


Haris hampir saja tawanya meledak karena kakak tua nya sedang dimanja istri kecilnya. Rista segera mencubit perut suaminya itu.


"Sakit ayy, apa sih"


"Jangan ketawa dih, malu"


"Biarin lah"


Cinta mengambil lauk lalu meletakkan piring itu dihadapan suaminya, lantas dia akan mengambil piringnya untuk diisi makanan. Aksara menarik tangan Cinta untuk duduk kembali. Menyuapkan makanan ke mulut Cinta, dengan segera istrinya menerima itu semakin menambah manis saja pasangan itu.


'Awas kalian aku akan buat kalian menderita karena menyuruh ku menonton adegan manis kalian'


Ucap kedua wanita dihadapan mereka yang menggeram kesal.


BERSAMBUNG.