
"Euuunngg ........"
Cinta meregangkan otot ototnya, nampak lsegar meski semalam dia diguyur hujan deras. Cinta ingat dia berteduh pos jaga semalam, namun tunggu dimana sekarang dia. Cinta clingukan dengan tempat asing, namun sedetik kemudian dia sadar.
"Astaga, ini kan apartment milik si om"
Lirih Cinta kemudian. Dia tidak ingat semalam kenapa sampai di apartment milik suami tua nya itu.
"Kenapa aku bisa ada disini?"
Gumam Cinta kembali.
"Karena ini tempat tinggal mu"
Cinta terlonjak kaget, ketika om suaminya muncul dari balkon apartment itu, sambil tersenyum kearahnya dengan hanya memakai boxer setengah paha yang menambah tinggi badan dari lelaki itu. Belum lagi perutnya yang sudah terbentuk lipatan menambah betapa sexy nya lelaki itu.
"Perbaiki selimut mu, sayang ku"
Ucap lembut Aksara.
Secara repleks Cinta menarik selimutnya, ada yang aneh terasa kemudian dia melihat kebawah, setengah tubuhnya nya telanjang. Tunggu Cinta mengintip tubuh bagian bawahnya.
"Aaaaaa.........."
Cinta menjerit sejadi jadinya.
Aksara segera membungkam telinganya, tidak tahan dengan jerutan Cinta.
"Apa yang om lakuin sama aku?"
Cinta dari balik selimut bertanya, namun Aksara pura pura tidak mengerti ucapan Cinta saja.
"Apa?"
Cinta mengulang pertanyaan juga Aksara yang mengulang jawaban. Hingga akhirnya Cinta menyembulkan kepalanya dari selimut.
"Apa yang om lakuin semalam ke Cinta?"
Ucap Cinta polos.
"Om, om lakuin apa?"
Aksara pura pura tak mengerti.
"Jangan bohong kenapa Cinta telanjang?"
Aksara tersenyum tipis.
"Jangan senyum, jawab om?"
Cinta semakin kesal, lalu memanyunkan bibirnya. Aksa melihat itu ingin ******* bibir mungil istrinya.
"Harusnya kamu yang menjawa?"
"Kok Cinta?"
"Iya lah kan kamu yang mulai"
Mata Cinta membulat, mendengar pernyataan itu.
"Memulai apa?"
"Itu"
Aksara mengaktifkan layar laptop dan mempertontonkan cctv yang dia pasang khusus dikamar mereka.
"Lihat"
Cinta melihat dengan seksama, matanya membulat, pipinya memerah karena melihat adegan dewasa yang diperankan oleh dirinya sendiri.
Klik.
Video cctv itu dimatikan Aksara setelah setengah jalan, karena dari tadi istrinya menunduk tanpa melihat video itu. Aksara tentu tahu, jika istrinya malu, belum siap atau pun dia sedih karena melakukan itu dalam keadaan tidak sadar. Namun gadis kecil istrinya itu hanya terdiam, pasti gadis itu bimbang. Perlahan Aksa mendekat, duduk disamping istriny. Mengelus bahu yang terbuka, perlahan agar menyakurkan rasa tenang pada istrinya.
"Maafkan om, sayang"
Cinta menggeleng meski masih menunduk.
"Video itu hanya sebagian, memang kau yang memulai tapi om juga salah karena sebagiannya om yang mengerjakan"
Ucap Aksara dengan lembut.
"Maaf karena om tidak bisa menahan pelukan mu, tidak bisa menahan ciuman mu, tidak sanggup menahan diri dari godaan mu, om sangat mencintai mu, menginginkan mu"
Lanjut Aksara.
Sambil memegang dagu istrinya, melihat mata cantik yang meneteskan bulir bening nya.
"Om seharusnya bisa menahan itu, memintanya secara sadar pada mu"
"Tapi om perbedaan kita terlalu jauh, Cinta sadar tidak mungkin lelaki sesempurna om Cinta dampingi, sebaik nya kita ber........"
Dengan cepat Aksara memangut bibi manis istrinya.
"Hemmpp......"
Ucapan Cinta terpotong karena dicium dengan begitu brutalnya, Aksara menjilati bibir itu, segera memasukan lidahnya kedalam mulut istrinya. Perlahan Aksara merebahkn tubuh Cinta, memeluk erat tubuh istri nya yang masih polos. Beberapa saat kemudian Aksara melepaskan ciuman itu, ciuman yang tidak ditolak istrinya namun kaku untuk membalasnya.
"Bolehkan aku memperjuangkan cinta ku?"
Cinta terdiam, dia sendiri bingung akan keputusannya. Melepas sementara dia sudah menaruh lelaki dewasa diatas tubuhnya itu dihatinya. Sedangkan menerima jarak strata mereka begitu jauh.
"Aku hanya perlu persetujuan mu, tidak perlu ikut memperjuangkan biar aku sendiri saja, cukup kau berada disisi ku, karena aku sangat mencintai mu"
Aksa selepas berkata demikian mengamati mata istrinya, terlihat dirinya disana karena mata itu mengandung cinta meski Aksa tidak tahu berapa persen cinta istrinya itu. Demi meyakinkan dirinya, Aksara tanpa meminta ijin kembali melesakkan miliknya kedalam tubuh istrinya. Cinta agak kaget sebentar, merasakan sakit karena masih perih bekas semalam. Demgan cepat melingkarkan tangan nya dipinggang sang suami yang sudah berhasil menyatu dengan diri nya.
"Om....ahh"
Aksara tersenyum tipis, suara ******* istrinya itu keluar setelah sesaat dia menggerakkan pinggulnya. Bergarak pelan diatas tubuhnya agar istrinya nyaman, Aksara segera menabrakkan bibirnya ke bibir istrinya. Bibirnya mencecap manis bibir istrinya, serta pinggulnya tak lupa memompa milik istrinya yang baru saja dia bobol semalam. Tak lupa tangannya meremas dua gundukan kenyal sesekali memilin puncak nya. Pagi yang sungguh nikmat Aksa rasakan karena beberapa kali dia melepaskan pelepasan hingga menjelang tengah hari.
"Cape?"
Cintq mengangguk, Aksa mengusap bulir bulir keringat yang ada dipunggung istrinya.
Aksara memeluk Cinta dari belakang karena istrinya tidur menyamping.
"Tidur lah, aku mencintai mu sayang iu"
Seraya mengecup beberapa kali puncak kepala sang istri.
Cinta segera berbalik, lalu Aksara menenggelamkan istrinya kedalam dada bidang nya. Bau harum mint bercampur dengan keringat keduanya. Cinta masuk semakin dalam dan mengecup dada bidang telanjang susminya.
"Jangan dikecup terus sayang, nanti kembarannya bangun lagi loh"
Cinta tersenyum tipis.
"Makan dulu yuk?"
Cinta menggelengkan kepalanya.
"Kenapa?"
"Aku tidak lapar"
"Makan buah ya?"
Kembali menggeleng.
"Ya udah minum teh hangat saja"
Cinta mengangguk.
Dengan segera Aksara bangkit dari ranjang kemudian memakai boxer saja. Cinta memperhatika suaminya itu tersenyum tipis, Aksara yang dioerhatikan pun heran.
"Kenapa?"
Menggeleng lalu mengangguk.
Aksa menggelengkan kepalanya.
"Om"
Cinta memanggil ketika Aksa hendak mencapai handle pintu kamar.
"Iya sayang"
"Hem, kok punya Cinta sakit, ounya om kok nggak"
'What'
Gumam Aksa dalam pikirannya, kenapa si bocil tanya itu mana dia tahu dia juga pertama kalinya, perasaan dia tidak pernah jadi teh celup. Tapi bner juga sih dia kesakitan sedangkan dirinya tidak sama sekali.
"Apa om sudah pernah melakukannya?"
Ucap Cinta polos.
"Denger sayang, om bukan pria jorok meski om juga pertama kali nglakuinnya tapi om tidak kesakitan secara om kan piaraannya dan kamu itu sangkarnya, lihat burung murai yang dipiara tetangga pasti yang rusak sangkarnya bukan burung nya"
Ucap Aksara menerwngkan secara ringan saja, karena dia sendiri tidak tahu apa yang harus dia terangkan. Aksara memperhatikan Cinta yang sedang berpikir.
'Bodo amat lah, dia ngerti apa enggak, sebenarnya ktx milik ku ini juga agak lecet sih tapi kan tidak sakit hanya sedikit tebal dindingnya'
Pikir Aksara, segera turun menyeduh teh hangat dengan madu juga memesan makanan.
(Ktx adalah kereta api tercepat dikorea ya guys)
BERSAMBUNG.