TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S3 EPS.359


Keluarga Alkatiri sedang berada di ruang keluarga mereka.


"Lah bagaimana kata dokter?"


"Papah harus terapi selama 3 tahun, rajin minum jangan stres begitu aja kata nya"


"Oh begitu ya, apa papah tidak bisa dirawat di rumah saja?"


"Terlalu mahal"


"Tidak apa pah, kan biar efisien"


Ucap Andra pada papah mertua nya itu.


"Ya papah terserah kamu saja nak"


Andra mengangguk, dan kembali fokus nonton pada layar televisi mereka.


Sementara Ibu Amelia yang sedang pergi ke pasar ikut bibik dan ingin melihat keadaan pasar di negara A. Pasar di negara berbeda ibu Amelia sangat penasaran sekali.


"Ibu yakin mau ikut?"


Ucap kepala pelayan khawatir ibu angkat dari anak majikan nya ini tak betah di pasar.


"Mau"


Mereka pergi dengan 10 bodyguard untuk berjaga ibu Amelia sendiri ada 6 bodyguard karena biasa nya kepala pelayan itu hanya membawa 2 orang itu pun untuk membawa belanjaan.


Mobil pun berjalan membelah jalanan, dan akhir nya sampai di pasar besar, luas dan megah sekali.


"Ternyata sebagus ini pasar disini?"


"Iya Bu kebanyakan organik"


Ibu Amelia mengangguk pada kepala pelayan itu, mereka masuk kedalam pasar.


"Belanjaan nya banyak, bagaimana kalau saya bantu pilih sayuran kamu pilih daging?"


Ucap Bu Amelia memberi solusi, sedangkan kepala pelayan itu menggelengkan kepala nya tanda tak setuju dengan ide Bu Amelia.


"Tidak Bu, ibu hanya mengikuti saya tanpa berbelanja karena jika terjadi apa-apa saya akan disalahkan oleh bos Andra"


Ucap kepala pelayan dengan sopan menolak ide Bu Amelia.


"Tidak apa, saya sudah sembuh, saya tidak gila sama sekali"


"Saya tidak beranggapan kalau ibu itu gila, tidak Bu"


"Ya sudah biar kita bagi tugas untuk, membeli sayuran dan daging boleh ya?"


Bu Amelia memohon pada kepala pelayan itu dengan sangat hingga si kepala pelayan tidak tega pada Bu Amelia.


"Ya sudah tapi bersama bodyguard ya"


Kepala pelayan hendak memanggil mereka semua untuk menjaga Bu Amelia. Namun Bu Amelia melarang nya, karena bodyguard mereka berada di pintu masuk pasar.


Kebanyakan bodyguard tidak diijinkan masuk karena bisa membuat pasar penuh, hanya yang sudah mendapatkan ijin yang boleh masuk menemani majikan mereka.


"Ya sudah, tapi ibu Amelia harus hati-hati jangan cari keadaan berbahaya menghindar bila ada keadaan bahaya"


"Siap kepala pelayan"


Bu Amelia pun segera bergegas menuju ke rak sayuran yang hijau dan begitu banyak serta beragam.


Kepala pelayan langsung menggelengkan kepala nya melihat Bu Amelia yang begitu bahagia dengan sayuran kesukaan nya.


"Pantes ngotot, suka berkebun rupa nya"


Ucap kepala pelayan menuju ke rak daging yang bersebelahan. Tak lama kemudian ada sales daging yang menawarkan produk premium.


"Boleh tunjukkan pada saya"


Ucap kepala pelayan.


"Mari Bu ikut kami sebentar"


"Maaf saya tidak bisa ikut, saya juga sembari menjaga majikan saya"


"Tak lama kok Bu, cuma 5 menit"


Ucap si sales dengan tersenyum ramah pada kepala pelayan. Kepala pelayan melihat ibu Amelia sebentar, nampak wanita baya itu sedang asik memilih sayuran yang disukai nya.


Kepala pelayan menuju tempat daging kualitas premium yang sales itu tunjukkan, bukan kualitas tapi daging dengan potongan berbeda yang mereka tunjukkan pada kepala pelayan.


"Apa benar daging ini, daging terenak?"


"Tentu ini adalah salah satu menu teristimewa dari kami"


"Maaf saya tidak tertarik"


Kepala pelayan itu segera bergegas menuju rak sayuran namun dia melihat disana tak ada ibu Amelia.


"Kemana Bu Amelia"


Kepala pelayan pun terlihat clingukan mencari keberadaan Bu Amelia itu.


1 jam yang lalu, Bu Amelia masih memilih sayur nya, melihat kepala pelayan itu pergi mengikuti seorang lelaki muda dengan seragam sales.


"Siapa lelaki muda itu? Apa itu sales?"


Bu Amelia pun nampak tak peduli, dia terus memasukkan sayuran ke dalam troli nya. Sayuran hijau, berbagai jenis sayur, tahu, kecambah yang sehat dan juga beberapa buah kesukaan Andra.


"Apa kabar?"


Ketika sampai di rak buah ada seorang lelaki yang menyapa nya meski wajah nya sudah agak keriput tak segar seperti pria muda lain nya namun dari suara nya Bu Amelia tahu persis siapa sosok itu.


Bu Amelia terpaku dengan langkah nya, dia berhenti dan terdiam tanpa ingin berbalik sedikit pun.


"Amelia, lihat lah ini aku"


Bu Amelia merasa dada nya sesak, sosok yang dia hindari selama ini ternyata bisa muncul lagi bahkan di negara A ini.


Bu Amelia lupa jika lelaki ini berasal dari negara A.


"Maaf saya tidak mengenal anda"


GREEPP......


Lelaki baya itu memeluk Bu Amelia, lantas mendekatkan diri nya pada Bu Amelia.


"Amelia sayang ini aku, ini aku German"


Bisik nya pada Bu Amelia.


Bu Amelia tubuh nya semakin menegang, gemetar akan ingatan masa lalu.


"Tidak aku tidak mengenal mu, lepaskan aku, lepas!"


Teriak Bu Amelia kepada German, ya lelaki itu German Daddy dari William dan Daddy kandung dari Aditya.


Bu Amelia meronta, meminta di lepaskan namun German semakin memeluk erat wanita itu.


"Mel, dengarkan aku, kau istri ku, aku sudah mendaftarkan pernikahan kita, hanya kau istri ku, aku sekian lama mencari mu, aku kira kau bahagia setelah menikah dengan lelaki itu maka nya aku tidak pernah muncul dihadapan mu Mel"


Ucap Daddy German terisak.


"Kau tahu sejak di rumah sakit istri Andra keguguran sejak itu aku tahu bahwa kau ibu angkat nya, kau tahu setiap pagi aku melihat mu dari jauh Mel"


Bisik Daddy German pada wanita tercinta nya.


"Aku sudah tidak tahan lagi berpisah lebih lama Mel, maafkan aku Mel"


Bu Amelia terdiam, tiba-tiba saja pandangan nya kabur dan tubuh nya meluruh.


"Mel, Amelia.......!"


Daddy German mengguncang tubuh Bu Amelia yang rubuh itu, dia gemetar karena tubuh Bu Amelia tak sadarkan diri.


"Mel bangun Mel, ini aku Mel....."


Sambil memegang tangan Bu Amelia Daddy German menangis seperti bocah.


"Tuan anda apakan majikan saja, minggir......."


Kepala pelayan itu menerobos kerumunan yang mengelilingi mereka.


"Hei bodyguard cepat ambil nyonya Amelia dari lelaki gila ini, bawa pulang"


Ke 10 bodyguard itu maju dan menggotong ibu Amelia. Kepala pelayan memasang infus pada Bu Amelia.


"Aku ikut"


Ucap Daddy German.


"Siapa kau lelaki gila, pergi!"


Ucap kepala pelayan pada Daddy German yang hendak ikut menerobos pada mobil yang membawa ibu Amelia.


"Ya tuhan apa yang lelaki itu lakukan sehingga ibu Amelia seperti ini"


"Kami juga tidak melihat nyonya"


Ucap para bodyguard.


BERSAMBUNG