
Sang mamah melihat putra bungsu nya dengan rasa keputusasaan yang mendalam, mata nya memendam kesedihan yang tiada tara hingga hati nya sedikit sakit namun dia juga kecewa pada tindakan arogan putra bungsu nya yang terlalu menyimpan dendam karena masa lalu.
"Pah"
"Mamah tenang saja, papah juga akan bertindak"
"Mamah mau cucu lelaki mamah, pah"
"Ya, papah ngerti kok"
Aksara memberi kode untuk mata-mata pilihan nya mengawasi menantu dan cucu lelaki tunggal nya dengan ketat.
Min panik bukan main setelah beberapa saat lalu menerima kiriman mainan yang begitu banyak, hampir satu toko mainan berada dikamar resort nya.
"Mommy, ini banyak sekali?"
Tanya si kecil itu dengan tampang yang menggemaskan.
"Iya pilih yang Avin suka?"
"Oke mommy"
Tak mungkin Min menghalangi kesenangan balita lelaki nya, itu akan membuat lelaki kecil itu bertanya-tanya tentu nya.
Min segera menghubungi Andreas yang sedang berada di luar hotel.
Drrtt.....drrttt.
"Bagaiman Avin sudah ketemu?"
"Sudah Ndre, aku ingin pulang sekarang, apa kau bisa membawa ku?"
"Baik nanti sore kita pulang ke negara A"
Sahut Andreas diseberang.
"Aku ingin sekarang, aku takut"
Ucap Min dengan lantang, karena masih di kamar resort.
"Baik lah dua jam lagi, aku jemput ya"
Ucap Andreas kemudian.
"Aku saja yang kesana dengan Avin"
"Baik lah, tunggu aku di hotel xxx"
Jawab Andreas setelah berpikir beberapa saat.
"Iya sampai jumpa"
Min menutup saluran ponsel nya.
Min segera mengepak baju mereka menyuruh beberapa asisten nya untuk membawa bersama mereka. Sementara diri nya akan pergi lebih dahulu bersama putra tunggal nya.
"Mommy kita mau kemana?"
"Avin ikut mommy dulu ya"
"Nona anda memanggil saya?"
Ucap Asisten nya.
"Iya, bawa semua kebawah nanti bawa bersama kalian kembali ke negara A, jika ada yang bertanya apa pun jawab kita bekerja sama dengan perusahaan lain di negara ini"
"Bagaimana dengan CEO?"
"Jangan bilang kita akan pulang ke negara A"
"Tapi nona.....?"
"Jangan membantah"
"Baik"
Min memesan taksi eksklusif untuk segera sampai di bandara. Sementara asisten nya tidak mengerti apa pun tentang sikap buru-buru nona nya itu.
Drttt....drrttt.
Min segera menghubungi Andreas dengan ponsel pintar nya.
"Iya"
"Kita bertemu di bandara saja"
"Kenapa?"
"Ini darurat, kita menunggu disana lebih aman"
"Oh, baiklah"
Min segera menutup ponsel nya lantas memeluk si kecil dengan erat.
"Mommy....!"
"Kita akan pulang sayang ketemu Oma sama opa ya"
"Iya mommy jangan gelisah lagi ya"
"Iya sayang"
Sementara di kediaman utama Alkatiri seorang mata-mata terpercaya sedang melapor. Tuan besar Wicaksara sedang berbicara dengan mata-mata handal nya yang dia perintahkan untuk mengawasi dengan ketat menantu dan anak tunggal dari putra bungsu nya.
"Katakan?"
"Nyonya muda keempat pergi dari resort Aryandy membawa tuan muda kecil bersama nya ke bandara, sudah dipastikan mereka akan kembali ke negara A"
Aksara bangkit dari kursi ruang keluarga nya.
"Anak itu masih saja bodoh dengan pemikiran lambat nya"
"Jadi bagaimana tuan?"
"Hadang mobil itu, jika mungkin bawa nyonya muda keempat juga, jika tidak maka biarkan tuan muda kecil saja yang menjadi milik kita"
"Baik tuan"
"Kerjakan dengan rapih, hapus jejak dan berita nya"
"Laksanakan tuan"
"Baik"
Setelah dua jam akhir nya Rei sampai kembali ke resort milik nya, dia segera memarkir asal mobil nya itu.
Rei sudah sampai di resort dia melihat semua kru milik Min bergegas memesan taksi dengan barang bawaan yang amat teramat banyak. Diantara nya juga mainan yang pernah ditunjuk bocah lelaki imut itu.
"Hei ada apa ini?"
"Pak CEO, maaf kami membuat keributan kami akan pergi secara massal"
Ucap Asisten milik Min.
"Kalian membawa barang banyak sekali?"
"Ini milik nona Cate Mid juga tuan"
"Memang nona Cate tidak ikut pulang?"
Asisten itu nampak bingung.
"Katakan saja yang sebenar nya"
Asisten Min itu menundukkan kepala nya.
"Nona sudah sejam yang lalu menuju bandara"
"Apa!"
Rei segera berlari kearah mobil nya setelah mendengar pernyataan dari asisten Min itu.
'Kenapa kau pergi? apa tak ingin memberi kesempatan pada ku? segitu benci kah diri mu Jasmin?'
Gumam Rei pada diri nya sendiri, sambil mengebut menyetir pada jalanan yang agak padat pengemudi karena libur.
Hati Andreas tidak tenang, meski itu meeting sudah berjalan dipertengahan dia mendapat tender.
Drrtt.....ddrrttt.
"Iya Yos!"
"Tuan, tuan besar mengirim orang-orang bayangan one, dia mengatakan misi level A, tuan harus berhati-hati nyonya dalam keadaan bahaya membawa tuan muda ke bandara"
"Aku mengerti"
Rei mencoba jalan-jalan rahasia agar bisa menemukan Min terlebih dahulu. Di tidak menginginkan sesuatu terjadi pada istri nya yang sudah dia abaikan selama ini.
"Aku akan menemukan kalian lagi"
Rei menambahkan kecepatan nya.
"Semoga kau beruntung tuan"
Aryos mengerahkan anak buah nya untuk mengikuti Rei meski sudah ada 5 orang yang ikut bersama Rei.
Rei melihat sepanjang jalan, karena tugas menyetir diserahkan pada anak buah nya yang lebih ahli.
"Apa kita ke jalan utama saja tuan?"
"Iya"
Mereka menuju jalan utama.
10menit lagi dijalan menuju bandara, ada pertigaan, tepat di pertigaan.
"Nona ada yang mengejar kita?"
"Tambahkan kecepatan saja pak?"
Min sudah cemas setengah mati, keadaan ini pasti terjadi sebab latar belakang lelaki yang menjadi ayah dari anak lelaki tunggal nya ini.
"Baik nona"
"Mommy, Avin takut"
Tiba-tiba anak balita Min berbicara, seperti nya anak kecil lebih perasa.
"Tutup mata Avin saja ya nak"
"Baik mommy"
Sraatt.....ccraaattt.....
Baru saja supir taksi menambahkan kecepatan, namun ada mobil yang menyalip dari pertigaan itu hingga si supir taksi tak sempat menginjak rem hanya menyampingkan kemudi nya.
SSRAAKK.....DUUAAKKKK.
Taksi itu menabrak pembatas, sementara bagian belakang tiba-tiba ditabrak di tabrak mobil oleh mobil yang melaju dari belakang mereka. Kejadian itu hanya sekejap mata saja, supir taksi dan penumpang nya itu tak sadarkan diri.
"Tuan bagaimana ini ada kecelakaan?"
"Ayo periksa"
"Tuan itu nyonya muda yang kita cari!"
"Apa!"
Ucap salah seorang yang baru datang dari mobil dengan pakaian serba hitam.
"Ini kecelakaan yang tak terelakan"
"Bagaimana kita melapor tuan?"
"Kita cari bukti-bukti agar kita tidak disalahkan"
"Baik tuan"
"Ayo kita tolong penumpang dan pengemudi taksi nya"
"Baik"
Mereka sekelompok lelaki berbaju hitam itu hendak pergi menolong pengemudi dan penumpang taksi itu. namun lima mobil segera mendekat, mereka terburu-buru mendekat.
"Tuan cepat keluarkan nyonya, selang bensin bocor"
Salah satu nya berteriak, dan itu rombongan milik Rei.
DDUUAARRRR......
BERSAMBUNG.