TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S3 EPS.356


Andra berpisah dengan Roy di restoran itu, Andra menemui papah mertua nya dan kak ipar beserta istri nya di ruangan privat untuk makan.


"Loh Roy nya mana mas?"


Ucap Rindi menengok ke belakang suami nya.


"Dia tadi nunggu makanan, kata nya sedang sibuk dengan pacar nya itu"


Ucap Andra dengan enteng nya, Rindi pun terdiam.


"Apa iya kok tidak pernah cerita kalau punya pacar?"


"Emang kamu akrab sama Roy, kan enggak loh"


"He....he, lupa"


Makanan yang mereka pesan pun datang, terlihat menggugah selera. Lisa pun yang melihat nya sangat ingin sekali menyantap nya.


"Ayo semua nya makan"


Mereka memakan hidangan itu dengan lahap, karena sejak 2 jam lalu berkeliling mall.


Roy sudah sampai di apartment nya, dia membuka apartment nya yang nampak sepi. Roy bergegas ke kamar namun ekor mata nya menangkap pemandangan indah.


Roy tersenyum melihat pacar nya sedang menggunakan baju lingeri seperti tadi pagi itu, sexy dan transparan.


Roy mengendap dan segera memeluk tubuh sexy itu, menghirup aroma nya yang sangat wangi.


"Kamu wangi sekali sayang ku"


Ucap Roy setengah berbisik ditelinga Rose, suara nya sudah berat. Rose tidak kaget dipeluk tiba-tiba, Rose mengelus rahang tampang milik Roy.


Roy segera membalik tubuh pacar nya, mencium nya dengan panas, Roy menggendong nya menaikan tubuh Rose ke meja dapur. Merobek baju yang Rose kenakan itu dan membuang nya sembarangan.


"Sayang buka dulu baju mu"


Ucap Rose karena diri nya sudah polos tapi lelaki tampan itu masih lengkap dengan pakaian nya.


Roy segera melucuti pakaian nya, lantas segera membuka paha pacar nya dengan kasar. Mereka memulai pergumulan panas di area dapur dengan bebas nya, tidak ada yang mendengar atau pun melihat karena hanya mereka yang tinggal di apartment itu. Semua penghuni berada di unit masing-masing dan rata-rata masih berada di luar lagi pula apartment milik Roy sangat kedap suara.


Lain hal pasangan yang sedang memadu kasih dengan nikmat, William sedang berada di apartment nya di negara S. Ponsel nya tak pernah dia nyalakan, William ingin sekali menenangkan diri nya itu.


William sudah menghadiri berbagai tema pameran lukis, pameran seni rupa dan keindahan negara S lain nya. Namun semua itu seolah tak membuat hati nya membaik malah semakin memenjarakan diri nya.


Malam ini William mengunjungi pantai, untuk menyaksikan keindahan nya, namun hanya gelap gulita seperti juga langit malam ini yang gelap tanpa taburan bintang atau gemerlap cahaya bulan.


William segera pulang ke apartment nya itu, tak berapa lama kemudian bel apartment nya berbunyi.


KLEAK........


William membuka pintu apartment nya.


"Bro, Arvin mencari mu, dia menelpon ku, angkat gih telepon mu"


William diam.


"Malah bengong sih, angkat dong tumben Arvin menghubungi ku"


"Ya sudah kau pulang saja"


"Si Arvin ngotot lah pengen bicara sama kamu langsung kata nya, ada bisnis apa sih kalian ini?"


"Arvin adik ipar ku"


"What! serius bro, gila aja, ketemu dimana kakak ipar nya?"


"Tidak sengaja, eh pas udah nikah itu kakak ipar nya"


"Pantes ngamuk pas aku bercanda dengan nya, pakai ancaman lagi"


William tertawa, sahabat nya malah melotot.


"Angkat siapa tahu istri mu khawatir"


Sahabat nya menepuk William lantas bergegas keluar, Will segera menyalakan ponsel nya dan benar saja panggilan dari Andra masuk ke nomor ponsel nya.


"Kemana aja sih, ditelan bumi, pengecut banget sih, pulang dan urus itu istri mu jangan bisa membawa istri ku keluyuran saja"


William memandang ponsel nya.


"Dengar tidak! Jangan berlagak budeg ya"


"Besok belum sampai di mansion, aku sunat Otong mu sampai habis"


William refleks memegang tengah-tengah paha nya. Andra di seberang sana tersenyum geli.


"Nanti kakak ipar mu kesepian loh"


"Biar dia cari laki-laki yang tidak ngambekan, segitu saja Cemen banget"


"Iya aku pulang sekarang"


"Oke besok pagi belum sampai ku suruh Novan menghancurkan rudal raksasa mu"


KLIK.....


Sambungan dimatikan sepihak lantas Andra tersenyum mendengar ucapan nya sendiri.


"Mas tidak baik loh mengancam orang"


"Biar lah, biar dia pulang kalau tidak ku nikahkan Lisa dengan Novan saja"


"Sembarangan kalau bicara!"


Rindi mencubit pinggang suami nya dibawah selimut, Andra langsung menindih istri nya.


"Kangen banget loh, udah lama"


"Lama apa nya baru juga tadi pagi"


Andra tersenyum dan dengan segera melancarkan aksi nya untuk memulai pergulatan panas di atas ranjang.


"Mas kita belum makan malam loh"


Namun Andra tak peduli karena nafsu nya sudah berada di ubun-ubun. Rindi hanya pasrah saja menerima semua perlakuan suami nya itu.


"Lelah banget mas, sudah ya"


Hampir tengah malam dan Andra belum menyudahi kegiatan intim itu.


"Cape?"


Rindi terdiam, wajah nya sangat lelah.


"Aku ngantuk banget mas"


"Ya sudah kamu tidur saja"


Andra kembali melanjutkan aksi nya.


William sudah berada di bandara negara S, saat ini di negara S masih sore hari.


William mengenakan stelan kasual hingga 10 tahun lebih muda dari usia nya. Will segera masuk ke pesawat, untuk kembali ke negara A.


12 jam berada di udara William memilih memejamkan mata nya hingga selamat sampai negara A. Pinggang nya terasa nyeri karena Will duduk di kelas ekonomi karena kelas lain nya sudah dibooking orang.


Will memesan taksi online dari aplikasi nya karena sampai di negara A masih sangat pagi jam 5 pagi tepat nya. Untung nya sedang musim gugur jadi tidak terlalu dingin.


2 jam perjalanan William sudah sampai di depan mansion keluarga Mid, seperti biasa para pelayan sibuk menyiapkan sarapan.


William masuk kedalam kamar yang istri nya tempati di mansion ini. Kamar sudah kosong dan rapih, istri nya sudah bangun. William bergegas mandi, karena badan nya sangat lengket.


William berendam sekitar 1 jam, agar kembali segar. William memakai baju setelan rumahan, dia pergi menuju balkon. William melihat istri nya sedang duduk di tepi kolam, melamun sambil mencelupkan kaki nya.


Terlihat istri nya itu berdiri, dan tak sengaja mendongak kearah balkon. Terlihat Lisa dan Will saling berpandangan, Lisa mengucek mata nya.


Lisa segera berlari menuju ke kamar nya dengan terburu-buru, beberapa pelayan juga nampak heran karena Lisa berlari dengan kencang.


BRAAKK......


Pintu kamar Lisa dan Will dibuka paksa oleh Lisa hingga menimbulkan bunyi. William tersenyum, Lisa segera mendekat pada suami nya memandang nya.


"Kau sudah pulang?"


William mengangguk, Lisa menerjang tubuh jangkung William memeluk nya erat.


"Maaf"


BERSAMBUNG.