
Roselian menaiki kendaraan nya, dia hidup mewah tak kurang apa pun. Rei memberikan nafkah cukup untuk nya namun selama dua bulan saja Elian merasa kesepian karena secara paten dia tidak akan melahirkan seorang anak dari seorang Rei. Jadi dia memutuskan untuk mengadopsi anak-anak secara resmi karena diri nya sudah menikah. Selama dua tahun Elian sadar jika perilaku nya di masa lalu sangat begitu salah bahkan merugikan orang lain. Dia ingin memperbaiki nya, dia juga berencana akan menceritakan semua kejahatan nya pada Rei di masa lalu.
Tempat pengasuhan anak tanpa orang tua itu sangat sepi, wajar ini jam anak-anak sekolah. Elian menapakkan kaki nya di halaman memasuki tempat registrasi orang tua asuh.
Tok......tok......tok.
"Permisi.....!"
Tak berapa lama keluar seorang paruh baya yang merupakan ketua panti pengasuhan anak itu. Senyum renta nya menghias di wajah nya yang senja.
"Elian......."
"Nenek!"
Roselian memeluk wanita itu, asal asal usul mengapa dia memanggil nenek pada wanita itu karena wanita itu adalah sahabat kakek nya si supir yang selalu setia pada keluarga Aryandy dahulu. Elian anak yatim piatu, dia hanya memiliki kakek seorang saja di dunia ini. Namun Elian kecil saat itu merasa bahagia karena di limpahi kasih sayang kakek, dan jika sang kakek pergi bertugas keluar kota maka Elian akan berada di panti asuhan ini. Panti ini adalah rumah kedua bagi nya, setelah sang kakek tiada Elian dibawa ke keluarga Alkatiri mereka mengadopsi nya secara hukum.
Gemerlap dunia membuat Elian lupa sosok nya dimasa kecil, bahkan tak tanggung-tanggung menyuruh pengawal untuk menakuti teman sebaya nya. Akibat nya dia hanya berteman dengan orang-orang yang mengambil keuntungan saja. Sungguh ironis selama lebih dari 18 tahun dia sudah dibutakan oleh kelakuan buruk nya sendiri.
"Ayo nak masuk"
"Terimakasih nek, kemana semua nya?"
"Tentu saja ikut mereka mengawal semua anak yang ke sekolah"
"Oh"
"Tumben datang pagian?"
"Iya, Elian sudah meminta ijin pada suami Elian untuk mengadopsi anak-anak dari panti asuhan anak terlantar atau pun tak memiliki orang tua ini"
"Bergitukah? baik sekali kalian mau mengangkat anak, meringankan beban panti asuhan kami dan mau membagi kasih sayang untuk anak-anak yang tidak memiliki orang tua ini"
"Nenek bisa saja memuji kami"
"Di tunggu ya sebentar lagi mereka semua akan pulang dari sekolah"
"Baik nek, tapi Elian sudah punya pilihan sendiri"
"Baik lah kalau begitu kau bisa mengurus prosedur nya saja, sebutkan siapa saja"
"Aditya Marko dan Camelia Renata"
Pemilik atau ketua panti tersenyum dengan hangat, dia tahu jika Elian menyayangi mereka.
Elian bersama ketua panti menyiapkan semua pemberkasan secara legal dan mudah karena ketua panti sudah mengenal Elian dengan baik maka acara adopsi pun segera bisa diajukan.
"Tinggal mengurus berkas ke pihak hukum saja supaya legal"
"Baik nek"
Elian segera pamit pergi, awal rencana dia ingin segera membawa kedua anak yang disukai nya. Namun ketua panti tidak mengijinkan sebelum dia menyelesaikan hak adopsi secara legal. Elian hanya bergegas kembali dengan tangan hampa, dia merasa waktu terasa lama meskipun hanya seminggu saja.
Rei pulang ke rumah keluarga nya, terlihat lampu di rumah sudah nampak dipadamkan, menandakan bahwa penghuni nya sudah terlelap. Memang waktu sudah tak sore lagi hampir tengah malam.
"Tuan"
"James, belum tidur"
"Belum tuan"
"Aku membawa kunci sendiri tidak usah dibukakan oleh siapa pun, lekas lah tidur"
"Maaf tuan saya menunggu tuan, karena saya ingin mengundurkan dari pekerjaan ini"
Rei melihat lelaki paruh baya yang sudah mengikuti nya lebih dari 17 tahun.
"Ada apa?"
"Tidak ada tuan, saya hanya ingin kembali ke desa karena ibu saya sudah meninggal rumah tidak ada yang menempati"
"Baik lah"
"Besok lusa saya akan berangkat"
"Baik tuan"
James segera undur diri, lagi pula di rumah besar masih banyak pelayan utama, koki dan lain nya. Jadi kematian sang ibu James jadikan alasan agar dia berhenti dari keluarga Alkatiri ini. Usia James sudah tidak muda lagi jadi dia ingin segera pulang karena ingin merawat makam sang ibu dan ayah nya.
"Baru pulang?"
Elian terlihat bangun dari tidur nya.
"Tidur lah kembali, aku akan segera mandi"
"Apa mau makan?"
"Tidak"
"Mau teh?"
"Tidak usah, besok James akan kembali ke desa dia tidak akan ikut kita lagi"
"Kenapa?"
"Ibu nya sudah meninggal"
"Baik lah"
Sementara Rei mandi, Elian menelpon seseorang meminta mencarikan barang untuk kepulangan James ke desa nya.
1 jam setelah nya Rei keluar dari kamar mandi lantas menghubungi Aryos.
"Ada apa? aku mau istirahat"
"James akan pulang ke desa, nanti berikan sebuah mini pick up untuk nya besok, dan kawal sampai di tempat tujuan, kau boleh libur dua hari mulai besok"
"Baik lah, bos"
"Berlibur sambil bantu James ya, jangan lupa pulang juga bawa istri sekalian"
Rei tertawa setelah mengatakan hal itu.
"Gila"
Aryos langsung menutup ponsel nya dan menghubungi dealer mobil untuk memesan sesuai keinginan sang bos besar nya.
"Kenapa juga pulang nya mendadak si James"
Setelah Aryos segera tidur agar bisa menjalankan tugas untuk dua hari kedepan atas perintah bos nya yang jahil itu.
Pagi hari mereka terlihat sibuk semua, tak terkecuali semua kelurga memberikan hadiah untuk James yang akan meninggalkan keluarga yang sudah menaungi diri nya selama lebih dari 17 tahun itu.
Mamah Cinta dan papah Aksa memberikan sepetak tanah dekat dengan rumah ibu dari James. Sedangkan pasangan Raksa dan Saluna memberikan sedikit uang, begitu pun dengan pasangan Damian dan Indri tak ketinggalan Riana dan Herdan melakukan video call mentransfer sejumlah uang pula. Ada sedikit barang-barang kebutuhan sehari-hari dari rekan sejabatan juga para satpam dan tukang kebun. James sebelum pergi juga mengucap beberapa patah kata untuk teman-teman dekat nya.
"Ayo James kita berangkat"
Aryos segera membawa semua bawaan James.
"Ini untuk mu dari tuan Rei"
"Terimakasih tuan Rei"
"Hati-hati James"
"Terimakasih tuan, sampai jumpa"
Mereka ada yang bersedih bahkan sampai menangis karena berpisah dengan lelaki paruh baya yang sudah mereka kenal dengan baik. Bekerja di keluarga Alkatiri juga merupakan hal baik karena bisa menemukan orang yang bisa menjadi saudara kita.
"Baik lah, semua nya sudah selesai kembali bekerja"
Rei segera pergi ke kantor, begitu pun Elian segera pergi bekerja ke butik mamah Cinta juga dengan kedua kakak ipar nya.
BERSAMBUNG.