
3 hari kemudian.
Pesta mewah yang digelar oleh Rei mengundang banyak relasi nya juga kerabat dekat, kerabat jauh bahkan semua karyawan dibawah naungan perusahaan Alkatiri itu ikut menghadiri pesta yang diadakan perusahaan raksasa itu.
Semua sudah diatur dengan sangat epik.
Di ruang kerja lantai 2 milik Elian, wanita paruh baya itu menggeram kesal karena rencana nya tak ada yang berpengaruh.
"Bagaimana ini mah?"
Sementara yang ditanya hanya diam saja, baik Aditya maupun Camelia mereka saling bertatapan aneh dengan tingkah mamah adopsi mereka.
"Mah"
Camelia mencoba menyentuh pundak wanita paruh baya itu.
"Apa yang dilakukan anak dan ayah itu, mereka malah membuat pesta, kalian tahu aku sangat syok sekali mendengar nya, Rei tidak lagi menganggap ku seperti istri nya, aku malu Ditya"
Cerocos wanita itu tanpa peduli apa pun.
"Lantas kita bagaimana mah?"
Elian menggelengkan kepala nya, tanda wanita itu berpikir.
"Tapi mereka hanya mengadakan makan malam, atau apa begitu mah"
"Benar, tapi itu sudah pasti acara besar, undangan juga di bagikan mendadak"
"Benar sekali mah, Ditya tahu dari rekan kerja bahkan kita tidak ada yang di undang"
"Camelia juga punya temen suami nya kerja jadi karyawan biasa dia di undang bahkan disana terdapat catatan akan ada pengenalan ahli waris dan juga syukuran pernikahan ahli waris tersebut mah"
Ucap Camelia.
"Bahkan kita orang yang berada di sisi papah tidak diberi tahu mah"
Tambah Aditya.
"Mah kita harus menggagalkan usaha mereka buat menjadikan Arvin pewaris, jangan sampai kejadian mah"
"Dit, suruh orang-orang mu bergerak malam ini, ketika mereka akan mengumumkan siapa pewaris nya, putuskan aliran listrik agar semua nya panik pada saat panik kau ke panggung untuk memainkan piano setelah semua anak buah mu menangkap Arvin dan istri serta kerabat nya maka kita umumkan diri mu lah pewaris perusahaan raksasa Alkatiri"
"Apa tidak terlalu mencolok mah".
"Lalu apa kau punya solusi lain?"
"Tidak ada mah, aku blank"
"Lakukan saja rencana mamah"
"Bagaimana jika itu jebakan yang mereka buat mah"
"Tidak mungkin"
"Tapi Camelia gak yakin dengan rencana mamah"
"Apa yang perlu diyakinkan, jika menunggu yakin putra tunggal papah kalian sudah menjadi ahli waris dan melahirkan generasi selanjut nya, lantas bagaimana kita bisa melakukan nya kita sudah terlalu tua untuk berperang mungkin"
Baik Aditya mau pun Camelia terdiam, mereka mengoreksi ucapan mamah adopsi nya.
"Mamah benar"
Tak menunggu waktu lama, Aditya menghubungi seseorang dengan ponsel nya.
Drrtt ...drrttt.
"Kenapa?"
"Ada job tambahan"
"Bukan kah misi kami sudah berhasil"
"Benar, tapi target kita malah meleset dan dia mengambil keuntungan dari itu"
"Apa kau sedang berbohong?"
"Tentu tidak, mereka malah mendapat keuntungan lelaki yang ingin ku sabotase jadi memiliki keuntungan itu"
"Bagaimana dengan wanita yang kita sandera ini"
"Biarkan dulu, sekarang kami butuh bantuan mu, tolong kau bawa semua anak buah elit mu, kami akan membayar sesuai yang kalian sebutkan"
"Baik, 25 miliar tidak lebih"
"Jangan khawatir kami berangkat sekarang"
Selesai menelpon seseorang pria yang kemarin bisa menculik ibu Amelia, kini Aditya mendekat kearah mamah adopsi dan adik adopsi nya atau istri sirih nya.
"Beres mah, mereka menerima tawaran tersebut"
"Maka 60% rencana kita sudah berhasil, kapan mereka datang?"
"30 menit lagi mah"
"Bagus, acara masih 2 jam an lagi, kita bersiap untuk berdandan dahulu"
"Baik nanti Ditya akan kebawah membawa orang suruhan itu untuk melaksanakan rencana kita"
"Baik lah"
Mereka sudah keluar dari ruang kerja Elian, mereka tidak tahu jika cctv sudah diaktifkan semua tanpa terkecuali dengan suara mereka yang berbicara nampak jelas seperti menonton sinetron televisi saja.
Di pusat cctv semua mendengarkan itu, lantas seseorang tersenyum devil dan memerintahkan anak buah nya dengan segera.
"Pergi pakai baju pelayan, masuk ke kerja Elian temukan semua bukti, kami mengawasi dari central, ingat kalian dilengkapi alat komunikasi yang langsung terhubung dengan kami"
"Baik tuan"
Yang berangkat menjadi pelayan wanita dan lelaki tentu saja Novan dan Anita sendiri agar mereka menemukan bukti otentik nya sendiri. Tidak akan menugaskan bawahan mereka karena ini masalah penting tuan mereka.
2 lagi acara perhelatan besar keluarga Alkatiri, pelayan, pengarah acara dan MC nampak latihan. Nampak beberapa pelayan baik dari katering, minuman bahkan makanan manis sudah berlalu lalang, bolak-balik meja atau sekedar memeriksa meja, kursi serta alat makan yang mereka sediakan itu tidak ada masalah.
"Cepat rapikan dalam rumah juga tanpa kecuali"
"Siap"
Mereka berjumlah 50 orangan masuk ke rumah agar bisa membersihkan tempat-tempat tertentu. Begitu pula Novan dan Anita mata-mata handal yang seolah tak pernah terlihat pergerakan nya. Mereka sudah masuk ke ruang kerja milik Elian yang selalu dipakai mereka bertiga untuk menyusun rencana jahat nya.
Mereka nampak menelisik penampilan ruang kerja milik Elian. Novan mencari barangkali ada ruang rahasia, menyentuh sedikit demi sedikit tembok itu.
KRAAKK.......
Dibelakang kursi yang Elian duduki nampak ada ruangan besar seperti kamar gelap. Tubuh Novan dan Anita dilengkapi oleh kamera sehingga mereka yang mengawasi bisa juga melihat nya. Novan bergerak untuk menyalakan lampu di kamar itu, mereka nampak terkejut disana terdapat peti mati seorang wanita paruh baya yang jasad nya masih utuh.
"Karenina"
Ucapan itu keluar dari nenek Andra siapa lagi kalau bukan Cinta.
"Mamah kenal?"
Rei mendekat pada mamah nya yang sudah duduk di kursi roda.
"Itu Karenina anak angkat ayah Aryandy, wanita yang pernah membuat papah dan mamah mu berpisah saat itu"
Ucap wanita yang sudah sepuh itu.
"Novan ambil gambar nya"
Novan segera melaksanakan perintah dari tuan Rei, dia memotret wanita di peti mati itu.
"Kembali telusuri kamar itu temukan lagi rahasia lain nya"
Ucap Andra memerintahkan mereka berdua asisten kepercayaan nya.
Novan dan Anita mengangguk, mereka meraba-raba dinding kembali lantas.
KLIK.
Peti mati itu bergeser lantas menampilkan brangkas kecil yang ada di dinding sebelah nya. Novan dan Anita segera menempelkan jam tangan mereka lantas memilih secara acak kode di brankas. Memutar angka acak yang mereka dapat dari jam tangan hacker itu.
Tet...tet...tot.
KLIK.......
Brangkas terbuka dengan sekali tarik saja oleh mereka, ada tas kecil yang membungkus sesuatu di dalam tas elastis tersebut, lagi ada kotak yang mirip kotak perhiasan di dalam nya.
Mereka yang menyaksikan di center cctv itu nampak tegang apa lagi Andra yang nampak mengenali kotak perhiasan itu.
KLAK.....
Kotak perhiasan itu di buka oleh Novan, mata Andra membulat sempurna.
BERSAMBUNG.