TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
EPS.45


Aksara menyusul sang istri lantas segera mengikutinya ke kamar.


"Sayang......"


Ucap Aksara lembut lalu duduk ditepi ranjang sambil mengelus rambut sang istri.


Tubuh ramping itu bergetar karena menangis, menangisi kakak sepupu perempuan satu satunya.


"Maaf"


Tak ada tanggapan atau apa pun, meski bahu istrinya tidak bergetar hebat hanya sesegukan saja.


"Maafkan adik ku yang sudah menyakiti kakak perempuan mu sayang"


Terlihat tangan cantik itu mengusap air matanya, lantas berbalik menatap suaminya. Mata sembab itu disebabkan luka saudaranya.


"Jangan menangis ya"


Cinta menggeleng, lantas memeluk tubuh kekar suaminya.


"Kak Haris jahat, om"


'Lah dia panggil om lagi'


Gerutu Aksara.


"Bagaimana sekarang keadaan kak Rista, Cinta tidak akan memberitahukan kepada kak Haris apa pun keadaan kak Rista"


"Apa maksud mu!"


Suara itu nampak menggelegar, bukan Aksa melainkan Haris yang berada diambang pintu kamar mereka.


Aksara terlihat menatap tajam adik sepupunya.


"Ayo kita pulang dulu"


Ucap mamah Paramitha.


"Tidak!"


Haris melepaskan cekalan tangan sang mamah, lantas maju ke depan menuju ranjang dimana Cinta berada. Dengan segera Cinta membuang mukanya, lalu pergi ke kamar mandi.


"Aku akan mengikuti mu kemana pun kau pergi"


Cinta seolah tuli lagi menganggap transparan suami kakak sepupunya. Cinta begitu terluka karena saudaranya diperlakukan dan disakiti oleh suami yang saudaranya sangat cintai. Tak habis pikir lelaki begitu mudah nya menyakiti. Berendam selama 1 jam dapat sedikit merilekskan pikiran Cinta juga badannya yang tegang akibat sempat bentrok dengan suami sang kakak sepupunya.


"Sudah mandi?"


Cinta mengangguk lantas Aksa menyodorkan air perasan lemon yang ditambah madu. Dengan segera Cinta meneguk nya hingga habis, lagi pula dia butuh minuman segar untuk memperkuat tenaganya.


"Sini om keringkan rambutnya, sayang!"


"Cinta bisa sendiri byy"


"Tidak apa"


Aksa meraih hair dryer yang akan dipakai sang istri, lantas memakainya untuk mengeringkan rambut panjang yang wanginya bergelayut manja di hidung mancing nya.


"Kamu wangi banget sayang!"


"Byy"


Aksara sudah mengendus pundak mulus istrinya.


"Byy, kata mamah kan kita tidak boleh sekamar!"


"Itu kan aturan mereka, sayang"


"Nanti kalau mommy marah gimana?"


"Mommy berdosa karena melarang anak nya memanen pahala"


Cinta hanya tersenyum, dan dengan segera Aksa mengecup singkat bibir mungil itu.


"Byy"


"Byy pengen punya anak dari kamu sayang ku"


Aksara menggendong sang istri lantas memutarnya, Cinta hanya tertawa. Aksa tahu tujuan sang mommy agar istrinya dididik oleh dirinya. Tentu juga dengan pengawasan yang ketat, namun Aksa berjanji akan menetapkan pemenang nya bagaimana pun adalah istri tercintanya. Mereka sudah sama sama berbaring di ranjang, lantas tangan Aksara sudah menggerayangi sang istri. Emosi Aksa juga sudah memuncak karena pemanasan singkat telah ia lakukan bersama sang istri tercintanya.


Klek.


Pintu terbuka dengan atau tanpa kunci, sang mommy sudah berdiri didekat ranjang mereka. Cinta dengan segera berguling kesamping, sementara Aksara masih dengan posisinya. Aksa mendengus kesal, karena kegiatan yang paling mengasyikan baginya harus terhenti.


"Apa kau suka dengan gaya begitu?"


Ucap sang mommy datar.


Aksara hanya diam, karena sungguh demi apa pun hasrat sudah sampai di ubun ubun. Setelah 10 menit Aksara menghela nafas lantas bangkit lalu menuju kamar mandi untuk mandi dengan air dingin. Cinta hanya terdiam ditempatnya, tanpa bisa melakukan apa pun.


"Kau ikut aku"


"Baik"


Dengan segera mommy Diah melangkah keluar kamar, lantas diikuti oleh sang menantu nya.


"Masuk"


Cinta mengangguk masuk ke sebuah ruangan.


Mereka tampak berhadapan, Cinta sedikit gusar akan apa yang akan dihadapinya.


"Aku tahu kau istri sah dari anak ku, tapi untuk pelajaran ini sangat penting kalau dia terus menempel pada mu kau tidak akan sekuat mereka"


Cinta mengangguk atas ucapan mommy mertuanya.


"Berusaha lah untuk menolak, kau harus sepadan dengan kedua lawan mu, karena kau akn dituntut untuk melawan setiap musuh yang juga musuh suami mu"


"Baik"


"Kau harus selalu bisa melindungi diri mu kapan pun, dan dimana pun karena suami mu mungkin akan sibuk, itu bisa menjadi pertolongan pertama untuk mu"


"Baik"


"Ingat itu"


Cinta mengangguk.


Dengan lesu Cinta keluar dari ruangan itu, yang diperkirakan ruang baca milik mommy dari suaminya.


"Kenapa sampai keluar dari ruang baca?"


"Ada pembicaraan khusus"


"Ohh"


Aksara mengambil minuman jus jeruk segar, Cinta mengambil gelas lantas menuangkan nya untuk sang suami. Aksa langsung meneguk jus nya, memandang sebentar kearah sang istri yang terlihat murung lagi berpikir.


"Sayang nanti malam dilanjutkan ya!"


Ucap Aksara, namun digubris hanya dengan gelengan yang sangat lesu.


"Ada apa?"


Cinta menggelengkan kepalanya.


"Katakan?"


Aksara sudah memegang kedua bahu milik istrinya itu.


"Tidak ada"


"Kita harus terbuka satu sama lainnya sayang"


Cinta menghela nafas dengan berat.


"Aku akn latihan seperti mereka berdua, jadi untuk sementara sampai latihan selesai itu kita tidak bisa berhubungan badan byy"


"HAH!"


Ucap nya dengan lantang, Aksara sungguh terkejut.


Apa istrinya bilang tidak boleh berhubungan badan selama latihan, dan latihan itu semua membutuhkan waktu paling sedikit itu 3 bulan. Dan dalam rentan waktu itu, dia dilarang menjamah sang istri. Oh demi apa pun Aksara tidak sudi melakukannya.


'Kenapa ada aturan seperti ini! bukan kah tidak ada alasan untuk masalah ini, pasti mommy berencana menjauhkan ku'


Gumam Aksara dalam hati.


Dan tiba tiba saja kepalanya berdenyut nyeri, bila harus membayangkan kenyataan yang di ucapkan istrinya itu.


Sedangkan dibalik tembok, nampak sepasang telinga mencuri dengar obrolan mereka, seseorang itu menarik bibirnya melengkung membentuk sebuah senyuman.


'Bukan kah ide ku cemerlang!'


Ungkapnya dalam hati bangga.


Ya wanita penguping itu tak lain dan tak bukan adalah Karenina, dosen dari Cinta sekaligus saingan nya.


Aksara melirik sebentar, lantas berpura pura tidak mengetahui akan akal busuk wanita penguping itu.


'Kau bermain siasat rupanya, baik lah'


Gumam Aksara tersenyum tipis.


Lantas memeluk sang istri untuk mengikuti skenario yang dibuat oleh seseorang.


"Sayang, meskipun byy tidak bisa menerimanya, namun ini untuk kebaikan mu, byy hanya bisa menahannya, sayang"


Sedih sesedih sedihnya Aksa melakoni peran, Cinta nampak janggal namun Aksara segera mengedipkan salah satu matanya.


"Kita harus saling menguatkan ya sayang"


Aksa memeluk dengan erat, lantas sembari memasukkan tangannya ke dalam baju sang istri serta meremas gundukan kenyal didalam sana.


"Hem........."


Dengan suara sepekan mungkin Cinta mendesah merasakan geli bercampur nikmat nya. Aksara semakin tersenyum lantas segera mengubah mimik mukanya dengan mimik sedih karena harus berjauhan dengan sang istri.


Penguping itu nampak tersenyum bahagia tanpa menoleh kembali, lantas dia beranjak pergi dari tempat persembunyiannya itu.


"Sudah pergi"


Aksara melepaskan pelukannya pada Cinta.


BERSAMBUNG.