TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
SE EPS.346


Akhir nya setelah 2 jam perjalanan mereka sampai di mansion kediaman keluarga besar Mid.


Andra menuntun sang istri untuk turun dari mobil mereka, setelah nya turun lah William dan Lisa.


"Kalian juga datang?"


Sambut papah Afar pada anak pertama nya Lisa.


"Papah ada disini juga?"


"Iya papah hanya pemulihan saja,ibarat rawat jalan begitu"


Lisa menganggukkan kepala nya, William segera menjabat tangan mertua nya itu.


"Kalian sudah sampai?"


Sambut mommy Jasmin dan Daddy Rei.


"Iya mom"


"Ayo semua nya kita makan siang dahulu"


Ajak sang mommy kepada dua pasang pengantin itu.


"Ayah kemana mom?"


"Ayah mu sedang pergi berlibur dengan istri nya"


Ucap mommy, memang benar jika Andreas sedang berlibur dengan istri nya sekalian bekerja tentu nya.


Mereka semua duduk di meja makan begitu pun dengan Andra yang segera mengambilkan makanan dan menyuapi istri nya.


William nampak memperhatikan tingkah laku Andra yang sangat romantis dan menyayangi istri nya itu.


"Nak Will ayo lanjutkan makan nya"


Ucap papah Afar yang melihat menantu nya itu berhenti memakan hidangan nya yang ada di meja makan.


"Iya pah"


Andra melihat pasangan yang baru menikah kemaren itu nampak memperhatikan nya.


"Sudah yang, sudah kenyang"


Ucap Rindi.


"Ya sudah tungguin aku makan ya sayang"


Ucap Andra lembut, sampai membuat buku kuduk William merinding.


Setelah 20 menitan berada di meja makan, Andra berpamitan ke kamar nya.


"Mom, dad, pah, dan kalian kakak ipar kami pamit ke kamar dahulu ya"


Semua nya mengangguk termasuk Lisa dan William itu.


"Ayo sayang"


Rindi pun sudah berdiri hendak menuju kamar mereka bersama suami nya.


KLEAK.


Rindi membuka kamar mereka yang sudah dihias dengan warna cerah membuat mata yang memandang merasa takjub. Ada wangi aromaterapi yang merelakskan pikiran dan perasaan mereka berdua.


Rindi berusaha melepas semua pakaian nya, dia ingin mandi segera.


"Mau kemana yang?"


"Mau mandi gerah banget"


"Ya sudah sini mas bantu"


Rindi tidak menolak sama sekali, bantuan dari suami nya itu. Dia juga sudah bosan di rumah sakit karena sudah hampir semingguan disana.


Andra menuntun sang istri memasuki kamar mandi mereka, yang memiliki bath up yang besar dan mewah.


Bukan hanya baju Rindi yang Andra lucuti namun baju nya juga.


"Mas mau mandi juga?"


"Iya mas juga gerah"


Rindi mengangguk saja, Andra menyalakan air untuk mengisi bath up dan Rindi masuk kedalam nya. Andra tersenyum lantas dengan diam-diam juga diri nya ikut masuk kedalam bath up.


Andra dengan segera mendekap istri nya dari belakang.


"Mas"


Lirih Rindi karena memang suami nya sudah menggerayangi diri nya itu.


"Boleh ya, mas kangen"


Rindi hanya mengangguk saja, dia diam saja di perlakukan apa pun oleh suami nya itu.


Rindi juga yang ditinggal hampir 2 bulan itu sangat merindukan suami nya yang sudah berumur tapi sangat tampan itu.


Andra pun demikian yang sangat merindukan istri nya namun harus dia tahan karena masalah yang menimpa sang mommy itu.


Rindu yang sama-sama menggebu pun mereka salurkan lewat penyatuan tubuh yang amat mereka dambakan. Tak hanya sekali bahkan sampai berkali-kali mulai dari bath up hingga Andra membopong tubuh istri nya ke ranjang meski mereka tak melepas penyatuan nya.


Andra seolah melepaskan semua kerinduan akan istri nya dengan mencumbu dan menyatukan tubuh mereka tanpa henti. Andra atau pun Rindi saling menghangatkan, melengkapi bahkan memenuhi cinta antara mereka.


"Cape sayang?"


"Tapi mas masih pengen"


Rindi pun mengangguk tersenyum, mereka memulai kembali sesi percintaan mereka. Entah hingga kapan sampai akhir nya mereka tidak sadar dan langsung tertidur sementara Rindi berada diatas dada suami nya yang bidang itu.


Makan malam sudah siap, pelayan memberitahukan pada Daddy Rei dan mommy Jasmin.


Mereka semua turun ke bawah untuk malam bersama.


"Loh, Arvin mana bik?"


Ucap Mommy Jasmin pada pelayan yang hadir saat makan malam itu.


"Belum turun nyonya"


"Tolong panggilkan ya"


"Baik nyonya"


Pelayan tadi bergegas menuju ke lantai 2 menuju ke kamar tuan muda mereka.


Tok.....Tok....Tok.


Pintu kamar mereka nampak diketuk dari luar. Hingga beberapa lama tak ada sahutan.


"Bagaimana bik?"


"Tidak ada sahutan nyonya"


Ucap pelayan itu karena mommy Jasmin menyusul kearah kamar anak nya itu.


"Lampu kamar mereka juga mati, mungkin kelelahan kali, ya sudah kita makan malam duluan saja, kalau mereka bangun juga pasti cari makanan sendiri"


"Baik nyonya"


Mereka berdua segera turun, mommy mengerti dengan keadaan anak nya itu.


Andra juga sebenar nya sudah bangun namun, alih-alih membuka pintu dia justru memperhatikan wajah istri nya dengan rambut yang setengah basah karena percintaan mereka dengan durasi yang sangat lama.


Andra jelas tidak akan membuka pintu kamar nya selain mengganggu istri nya karena Andra harus memindahkan istri nya itu posisi dan keadaan mereka tidak memungkinkan.


Mereka berdua masih dalam keadaan polos hanya tertutup selimut saja, sementara mereka belum mandi jelas itu akan menguarkan bau dari hasil percintaan mereka tadi.


"Eunghh........"


Rindi melenguh merdu, Andra mengelus kepala istri nya itu.


"Kok gelap"


Lirih nya.


"Iya, sudah tidur lagi"


Rindi mengerjakan mata nya, dia pun sebentar kemudian mengingat kejadian tadi siang selesai makan siang.


"Ini sudah jam berapa mas?"


"Jam 8 malam yang, kenapa?"


Ucap Andra santai.


"Hah!, ini waktu makan malam mas"


Seru Rindi heboh, dia segera bangkit dikira nya dia tidur diatas ranjang.


CETAAKK.......


Betapa kaget nya Rindi saat diri nya tahu jika kini Rindi tengah tertidur diatas badan suami nya bahkan tubuh bawah mereka masih bersatu.


"Mas"


Tadi Rindi seolah akn bangkit namun sekarang dia terdiam.


"Tidur lagi saja, mereka juga sudah makan malam pasti nya"


"Kenapa tidak dibangunkan?"


Rindi cemberut, Andra tersenyum.


"Mending begini saja, atau mulai lagi"


Rindi memutar bola mata nya malas.


"Memang belum kenyang?"


Andra menggelengkan kepala nya.


"Ih mesum"


"Kangen banget tau, sudah 2 bulan absen berenang"


Ucap Andra sambil menaik turunkan alis nya.


Rindi mencubit perut rata suami nya itu yang sixpack.


"Aww....sakit loh yang"


"Bo'ong!"


Andra memeluk Rindi yang masih berada diatas tubuh nya, seraya mereka memulai lagi sesi percintaan mereka yang kurang memuaskan tadi siang. Bahkan kini Rindi sudah berada di bawah tubuh kekar lelaki matang berusia 37 tahun itu sekarang.


BERSAMBUNG