
Andra sudah pulang dari liburan mereka, dibelakang nampak Will juga datang mengekori sepasang pengantin lawas itu.
Terdengar riuh suara orang bercanda tawa, nampak keempat nya penasaran.
"Mas itu siapa sih rame banget? Ada tamu ya?"
"Entah lah"
Mereka dengan rasa penasaran nya mendekat, dilihat nya Roy naik keatas dari kolam, lalu menuju ke tempat pembersihan yang ada di dekat kolam renang.
Mereka melihat Rose, tanpa sengaja Andra melihat pacar sexy dari asisten sekaligus sahabat juga kakak angkat nya.
Entah sengaja atau tidak Rose mengedipkan sebelah mata nya pada Andra, itu juga dilihat oleh Rindi.
'Dengan siapa dia main mata'
Ucap Rindi, karena diantara Andra dan William tak ada yang mengedipkan jua.
"Ya sudah yang aku ke dalam kamar dahulu ya"
Ucap Andra jijik.
"Aku juga kedalam ya istri ku"
Sambung William, Lisa mengangguk saja.
Lisa menarik adik perempuan nya mendekat setelah kedua lelaki mereka masuk kedalam kamar masing-masing.
"Apa kau merasa Rose mengedipkan mata kearah suami kita?"
"Ternyata aku tidak salah lihat ya kak?"
"Iya, bagaimana menurut mu?"
"Kita harus hati-hati, meski Rose belum bertindak aku khawatir"
"Aku tidak rela kalau William selingkuh atau pun di jebak"
"Kau benar"
Mereka segera masuk kedalam kamar mereka masing-masing, sejak saat ini mereka mulai waspada karena Rose dan Roy hanya pacaran bukan suami istri.
"Mas sudah mandi?"
Ucap Rindi.
"Iya kan habis perjalanan gerah banyak debu"
"Bukan karena gerah yang lain?"
Andra yang sedang mengeringkan rambut nya dengan handuk kecil, segera menghentikan aktifitas lantas memandang kearah sang istri.
"Maksud nya?"
Tanya nya heran.
"Tadi waktu di kolam renang, Rose main mata ke kamu loh"
"Oh ya, mungkin mata nya iritasi kali yang"
"Mana ada sih?"
"Cerita nya cemburu nih?"
Ucap Andra sambil menaik turunkan alis nya.
"Oh apaan sih mas!"
Andra memeluk istri nya, mencium pipi cantik milik nya.
"Mas cuma milik kmu seorang yang"
Ucap Andra pada Rindi yang sedang ngambek.
"Sudah jangan dipikirkan jika nanti pacar nya Roy macam-macam maka mas akan bertindak"
"Janji ya tidak selingkuh?"
"Janji sayang ku"
Ucap Andra sembari menautkan kelingking mereka seperti bocah saja.
"Sudah sana mandi, abis dari luar banyak kuman"
"Bukan nya aku baru ya mas"
"Mau mandi sendiri atau mas mandikan?"
"Iya ini mau mandi"
Ucap Rindi segera masuk kedalam kamar mandi.
"Yang kamu lupa bawa handuk tuh"
Rindi tersenyum, dia segera menyambar handuk yang Andra sodorkan itu.
"Kebiasaan nih"
Ucap Andra seraya mengambilkan baju untuk istri nya itu.
Tak berapa lama Rindi keluar hanya berbalut handuk diatas paha nya dengan rambut basah yang air nya masih menetes di tiap helai rambut nya.
"Rambut nya tuh di balut handuk yang, nanti lantai nya licin kamu jatuh loh"
"Iya lupa"
Andra menggelengkan kepala nya lantas bergegas segera mengambil handuk satu nya lagi.
Mengeringkan rambut basah istri nya di depan meja rias, sementara sang istri sedang memakai pakaian dalam.
Andra nampak menggunakan hair dryer untuk mengeringkan rambut istri nya sambil memperhatikan istri nya berpakaian.
"Sudah mas, aku gerah nih"
Andra mematikan hair dryer nya, mengirim rambut lurus istri nya yang tebal itu.
Andra memeluk istri nya dengan sayang.
"Sangat bahagia mas"
"Apa kamu tak kecewa pada ku karena sewaktu kamu hamil, mas jauh dari mu?"
Rindi menggelengkan kepala nya lantas tersenyum.
"Sedih pasti ada, kecewa juga mas tapi mungkin ini sudah takdir nya, ya hitung-hitung nya kita belum diberi kesempatan saja buat menimang buah hati"
"Maafkan mas ya sayang, mas terlalu sekali mengabaikan kamu, mas sibuk dengan masalah mas sendiri"
"Tiap orang kan punya banyak masalah mas, wajar lah mas kan punya tanggung jawab tinggi lagi pula mas kan anak tunggal Daddy jadi siapa lagi yang bisa Daddy harapkan selain mas"
"Terimakasih ya sayang, kamu sangat mendukung mas"
"Iya sama-sama sayang, kita kan suami istri saling bahu membahu ya"
Andra memeluk istri nya dengan sangat erat, dia begitu bahagia karena mendapatkan wanita yang paling mencintai dan menyayangi nya.
Tok....tok....
"Masuk"
Ucap Andra pada pelayan yang memanggil mereka untuk makan siang.
"Tuan, dipanggil tuan besar makan siang"
"Iya kami segera turun kebawah"
"Saya permisi tuan"
Andra mengangguk lantas pintu kamar mereka kembali tertutup rapat.
"Ayo sayang, kita turun kebawah buat makan siang"
Ucap Andra.
Kepala pelayan segera mengetuk pintu pasangan yang kedua yaitu pintu kamar milik William dan Lisa.
Tok.....tok.
"Iya"
"Makan siang sudah siap tuan"
"Baik kamis segera turun"
William pun segera mengajak sang istri untuk turun ke lantai dan langsung ke meja makan.
"Tumben ada kepala pelayan yang memanggil?"
Ucap Lisa.
"Mungkin ada tamu penting"
"Oh"
Pasangan itu segera turun dengan bergandengan tangan, lantas segera menuju meja makan.
Mereka juga melihat Andra dan Rindi baru keluar dari kamar mereka.
"Kalian juga baru akan turun?"
Andra dan Rindi hanya tersenyum saja, dua pasang suami istri itu segera menuju meja makan.
Disana sudah ada Daddy Rei yang sedang berbicara santai sambil memakan melon di piring mereka masing-masing.
Sedangkan ibu Amelia sibuk membantu mommy Jasmin menata makanan di meja makan.
Lisa dan Rindi bergegas membantu para ibu-ibu yang sibuk itu.
"Dad, tumben berkunjung?"
Sapa Will sarat dengan ejekan akan sang Daddy.
"Kau mengejek Daddy mu hah! benar kemarin-kemarin aku melarang kalian tinggal di mansion keluarga Mid ini, aku khawatir kalian akan merusak mansion orang lain"
Ucap Daddy German.
Andra tertawa dibuat nya.
"Sekarang kan dia sudah ada pawang nya om, sial nya pawang nya kakak istri ku"
Andra tertawa sambil mencomot buah melon yang Rindi berikan.
Terimakasih sayang ku"
Rindi tersenyum dan mengelus lengan Andra dengan lembut.
"Kamu ini suka sekali mengejek Avin, kau tahu kan dia itu kakak ipar mu, jangan demikian"
Ucap mommy Jasmin sontak membuat Andra terdiam.
"Nah denger tuh begini-begini juga kakak ipar tahu"
Ucap William dengan sok bangga karena lebih tua kedudukan nya dari Andra.
"Dasar kau!"
Ucap Andra sambil melempar buah pisang kearah William.
"Adik ipar durhaka kau"
"Mana ada?"
"Ada itu kamu"
Jawab William dengan segera, kembali melemparkan buah pisang tadi. Ketika Andra ingin melempar nya balik, di tangkap Daddy Rei dan langsung di buka kulit nya dan dimakan.
"Kalian ini kaya anak kecil saja"
Ucap Daddy Rei geram.
BERSAMBUNG.