
Aksara pagi ini begitu ceria, senyum tampan selalu terhias dalam wajah nya. Semua yang menyapa nya dia sapa balik, kadang juga memberi instruksi. Aksara bekerja sambil melihat foto pengantin sederhana nya itu.
"Tuan"
"Ada apa?"
"Cabang di luar negeri membutuhkan kita, mereka sedang menghadapi kendala di bagian pemasaran"
"Kenapa bisa sampai begitu? bukan kah kemarin baik saja"
"Entah lah, wakil CEO kita disana mengatakan tender yang mereka menangkan itu tipuan semata"
Aksara nampak berpikir, karena dia tidak mungkin meninggalkan istri tercinta nya dalam keadaan hamil besar seperti ini.
"Tuan"
"Suruh mereka menyiapkan meeting dengan klien malam ini"
"Baik tuan"
"Hubungi Dino, agar menjaga nyonya dengan nyawa nya, juga aku akan menghubungi istri ku, pesankan tiket segera kita berangkat lebih cepat lebih baik"
Semua instruksi tuan nya Melki kerjakan.
Kelompok keluarga Alkatiri sedang asik lagi sibuk memilih perlengkapan bayi, sudah diketahui jika bayi-bayi itu berjenis kelamin perempuan. Banyak pernak-pernik yang mereka beli, tak hanya itu hampir separuh dari toko itu kosong dibeli mereka.
Ddrrttt......ddrrttt.
"Cinta ponsel mu berbunyi sayang"
Mommy Diah mengingatkan, Cinta tersenyum lantas meletakkan barang yang sedang dipilih nya itu. Cinta bergegas mengambil ponsel dari tas kecil nya.
"Iya byy?"
"Sayang ada dimana?"
"Masih di mall, kenapa?"
"Mereka masih bersama mu kan?"
"Masih, kita semua disini, kenapa byy?"
"Sayang, byy mau ke luar negeri sebentar, menemui klien disana, besok baru pulang"
"Iya byy hati-hati Cinta akan menjaga mereka"
"Baik lah istri ku yang nakal, jaga diri baik-baik ya"
"Iya, sampai jumpa"
"I love you"
"I love you too"
"Bagaimana tuan?"
"Sudah ku hubungi dia"
"Saya juga sudah menghubungi Dino agar lebih memperketat penjagaan nya pada nyonya"
"Baik lah kerja bagus"
"Ada apa?"
"Tidak ada mom, ayo kita berbelanja lagi"
Cinta tidak mengatakan pada mommy Diah tentang kepergian Aksara suami nya. Yang penting suami nya cepat kembali dan lagi semua sudah aman tidak akan terjadi apa pun.
"Baik lah kalau begitu kita makan dulu"
Mommy berkata sambil mengelus perut buncit milik menantu nya, beberapa bulan lalu akan segera lahir.
"Benar, ayo kita makan dulu"
Mommy Diah, mamah Paramitha, memesan tempat makan yang privat supaya menghindari bahaya juga kerumunan.
"Kenapa kita memesan tempat khusus mah?"
"Kau sedang hamil tua, kau harus makan dengan nyaman, dan juga memudahkan pengawal menjaga kita"
Cinta hanya mengangguk dengan patuh, ini juga untuk keselamatan diri nya dan bayi-bayi nya. Mereka makan dengan lahap, menikmati masakan restoran langganan Aksara yang sangat mewah tentu nya.
"Mah, mom, Cinta mau ke toilet sebentar ya"
"Baik lah, Yuane akan menemani mu"
"Tidak usah, aku hanya sebentar saja"
"Harus hati-hati ya"
"Baiklah"
Cinta pergi ke toilet, jarak nya tidak terlalu jauh dari ruang privat. Disana juga nampak sepi jadi Cinta lebih leluasa menggunakan toilet tersebut. Entah mengapa tiba-tiba perut nya mulas sekali, Cinta segera berniat untuk keluar, karena saking buru-buru nya hingga dia tidak memperhatikan jalan.
Dduukkk.......
"Wah, lihat siapa ini, mangsa yang kita kejar tak sengaja datang pada kita dengan sendiri nya"
"Siapa kalian"
Cinta segera memencet alarm yang terpasang di jam tangan nya, meskipun itu terhubung dengan Aksara langsung. Cinta hanya berharap ada keajaiban yang nanti nya akan membalikan keadaan nya.
BERSAMBUNG.