
"Engghhh......."
Cinta melenguh, hening, hampa juga sepi. Memang tak ada siapa pun, Cinta memandang keluar jendela ruangan rawat ini.
"Sudah bangun"
Cinta tersentak kaget lantas menengok ke sebelah kanan nya, retina mereka sejenak bertabrakan. Sosok matang yang tampan ini om suami nya. Lelaki dengan pakaian casual yang fresh lagi begitu berlipat ketampanan nya ketika duduk sambil menyilangkan kaki nya yang berbulu.
"Tuan"
"Minum dulu"
Aksara menyodorkan segelas air putih langsung ke mulut Cinta. Cinta meneguk nya perlahan beberapa teguk.
"Mau makan?"
Aksara mengelus tangan nya, dengan cepat Cinta menggelengkan kepalanya.
"Apa mau buah?"
"Tidak, perut ku mual jadi agak sakit"
Aksara bangkit menuju pojok sofa membuka benda dan mengambil sebotol jus segar.
"Ini jus mangga, minum lah"
Cinta melihat botol dengan warna kuning tua itu segera merebut nya bahkan langsung me minum nya hingga tandas.
"Beberapa bayi ku yang ada di perut mu baik-baik saja"
Cinta mendongak melihat kearah Aksara.
"Maksud tuan, aku....aku hamil?"
"Iya"
Cinta meraba perut nya yang masih rata, tersenyum samar namun Aksara memperhatikan istri nya itu. Ingin sekali Aksara memeluk wanita yang telah menghilang pada hal selalu berada di sekitar nya. Benar-benar nakal sekali wanita milik nya ini, namun jika hal itu ia lakukan maka dalang dibalik semua ini tidak akan muncul. Maka Aksara terpaksa mengikuti sandiwara mereka itu.
'Sayang terimakasih masih baik-baik diperut mamah'
Senyum itu semakin cantik dan lebar.
'Sebahagia ini kau mengandung anak-anak ku, bersabar lah agar kita bisa berkumpul bersama'
Gumam Aksara.
Mulai saat ini dia akan bekerja keras untuk keluarga kecil nya yang akan dipenuhi anak-anak nya kelak. Namun godaan terberat nya adalah menahan rindu pada sang istri, anak-anak nya juga calon anak nya.
Aksara sudah menempatkan dokter pribadi juga pengawal pribadi yang sudah menyamar sebagai pelayan di rumah yang Cinta tempati seperti biasanya.
Tok....tok.
"Masuk"
Klek.
Sosok Sofialy langsung masuk ke dalam untuk menengok sahabat nya itu yang sedang dirawat. Tak berapa lama mamah Paramitha juga Sheyla datang untuk menengok kakak ipar baru nya.
"Kalian juga datang mamah, Shey?"
"Ini Sheyla memaksa ingin melihat kakak ipar baru nya"
"Ih mamah, bukan nya mamah yang ajak Sheyla, bohong aja deh"
Mamah Paramitha hanya nyengir saja.
"Kamu ini keterlaluan Rayz"
"Jaga ya mah, dia sedang hamil cucu-cucu mamah juga"
Mata mamah Paramitha melotot, lantas tangan nya tidak sabar untuk menghubungi kakak juga kakak ipar nya. Selepas Aksara keluar, jari-jari lincah nya langsung menari di keyboard ponsel pintar nya.
"Kak kau ada dimana?"
"................"
"Aku dan Sheyla sedang menjaga calon cucu mu"
"................."
Dengan bangga mamah Paramitha segera menutup sambungan ponsel nya.
Aksara menuju ruang kerja nya di rumah sakit milik Alkatiri ini.
"Bos"
Semua pengawal menyapa nya.
"Silahkan tuan"
Melki menarik kursi untuk bos nya itu.
"Bagaimana Dino?"
"Sedang dilakukan penyelidikan bos, secara rapih"
"Melki!"
"Semua sudah siap tuan"
"Baik lah sementara ini ikuti permainan mereka dulu"
"Apa tidak apa-apa tuan"
"Tidak"
"Bagaimana dengan bos, kalau kau melakukan kesalahan maka dalang nya tidak akan muncul"
"Aku akan berusaha Dino, tenang saja"
"Apa perlu beritahu tuan juga nyonya besar?"
"Tidak Melki terlalu banyak yang tahu akan semakin berbahaya"
"Bagaimana dengan tuan Alan?"
"Tidak"
Mereka semua mengangguk patuh akan perintah tuannya.
"Semua nya bubar, ingat kode kita"
"Baik"
Aksara kembali ke ruang rawat Cinta dengan bahagia, sementara mereka lewat lorong rahasia rumah sakit.
BERSAMBUNG.