TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S3 EPS.389


2 bulan sudah Andra dirawat kembali pasca drop karena tahu jika Rindi sudah pergi entah kemana.


"Bagaimana keadaan nya dad?"


"Dia pulih dengan sangat cepat, tapi sering kali dia memandang kearah jendela saja tanpa tahu waktu"


"Mungkin dia sedang lelah"


"Entah lah mom"


Daddy Rei pusing sendiri karena memikirkan masalah putra semata wayang nya.


Adidharma juga nampak acuh karena merasa sang keponakan tersakiti oleh anak tunggal nya itu.


Di mansion megah kediaman Lordian sepasang suami istri sedang tidur berpelukan.


Lisa tiba-tiba menggeliat ketika diri nya sedang terpulas di tengah malam. Lisa meringis karena perut nya yang nyeri.


"Ehhmm......sssttt"


Ringis Lisa pelan, lama tapi tak membangunkan William karena baru saja William tertidur.


"Aduhh..........."


Rintih nya lagi, William yang merasa ada yang merintih lantas membuka mata nya.


"Sayang ada apa?"


"Perut ku sakit"


Lirih Lisa memegangi perut nya, keringat sebiji jagung keluar dari dahi nya.


"Apa kamu mau melahirkan yang?"


Tak ada jawaban hanya ringisan kesakitan yang Lisa tahan.


"Sebentar aku bangunkan Daddy, mommy dan kakak dulu"


Dorr....dorrr.....dorr.....


William dengan panik dan tergesa bolak balik menggedor pintu kamar kedua orang tua nya dan kakak nya juga.


"Ada apa Will?"


"Lisa mau melahirkan dad, cepat!"


"Hah.....mommy Lisa mau lahiran"


Ibu Amelia langsung bergegas mengganti piyama dengan baju seketemu nya.


"Ayo mom cepat!"


Daddy German segera menarik istri nya itu.


"Ada apa sih ribut-ribut"


"Adik ipar mu mau melahirkan cepat"


Aditya segera bergegas turun dengan baju serta di selimuti jaket nya. Ibu Amelia bergegas menuju lemari untuk mengambil baju William, Lisa dan perlengkapan bayi mereka termasuk stroler.


"Ayo cepat"


Lisa masih duduk di ranjang dengan menahan sakit di bagian perut bawah nya.


"Ayo bopong saja Will"


"Iya dad"


Dengan segera William membopong tubuh Lisa yang sedang hamil besar itu menuju pintu utama.


Disana Aditya sudah masuk menjadi supir nya.


"Ayo cepat mom"


"Iya"


Mereka segera menuju rumah sakit bersalin yang sudah William booking dari 3 bulan lalu.


"Dok, sus, cepat tolong istri saya, dia mau melahirkan"


Ucap William dengan kencang karena wajah Lisa sudah pucat.


Brankar di dorong sementara William menghubungi dokter yang dia sewa untuk menangani istri nya ketika melahirkan.


Keringat sudah membasahi sekujur tubuh Lisa, pucat dan juga lemah.


"Ayo masukkan di ruangan bersalin, suami pasien jika kuat boleh mendampingi melahirkan anak kalian"


Ucap dokter kepada William, William mengangguk langsung segera bergegas untuk segera masuk ke rumah bersalin.


"Yang kuat ya nak"


Daddy German menyemangati anak nya. Aditya, Daddy German dan ibu Amelia mereka berdoa untuk keselamatan ibu dan bayi nya.


Lisa berada di ruang bersalin selama 1 jam, hingga terdengar tangis bayi yang melengking.


"Wah kita sudah jadi kakek dan nenek ya?"


Ucap ibu Amelia terharu sambil mengusap air mata nya itu.


"Benar, kita sudah punya generasi penerus"


Ucap Daddy German kemudian.


Sekitar 15 menit William datang dengan senyum dan air mata nya karena bersyukur istri dan anak nya selamat dan sehat.


"Mana cucu kami nak?"


"Lagi dimandikan mom, Lisa lagi di bersihkan dan di jahit"


Benar saja tak berapa lama Lisa dibawa keluar dari ruang bersalin.


Terlihat bayi mungil dengan paras yang amat teramat cantik, dia masih kemerahan.


"Cantik sekali ya dad"


Ucap ibu Amelia melihat kearah bayi mungil itu.


"Daddy belum pernah menimang bayi cantik, hanya bayi ganteng saja"


Ucap Daddy German lantas mengelus kulit bayi itu.


"Silahkan di susui dulu Bu"


Mereka pun menunggu di luar, William dan suster menemani Lisa untuk belajar menyusui.


Lisa sangat terharu ketika dia menyusui si cantik ini.


"Dia cantik sekali ya mas?"


"Tentu seperti kamu"


"Dia mirip 100% dengan mu tak ada wajah ku yang dia bawa"


"Berarti kau sangat mencintai ku ketika dia hadir di dalam perut mu"


"Mungkin iya"


"Kan sudah ada bukti nya loh"


Lisa mengelus kepala bayi cantik nya yang sedang menyedot asi dari ****** milik Lisa.


William pun merangkul Lisa mengelus lengan bayi nya, mengelus pipi nya.


"Dia kecil dan halus ya sayang?"


"Iya karena dia baru lahir sayang"


"Kita beri nama siapa sayang?"


"Mas saja yang kasih nama buat si cantik ini"


"Rubby As-syifa"


"Bagus kok, sayang mamah panggil Rubby ya"


"Iya mamah"


Lisa tersenyum ketika William yang menjawab nya.


Si cantik Rubby nampak melepaskan ****** milik mamah nya dan kembali tertidur.


"Dia sudah kenyang ya mas"


"Iya kalau sudah kenyang sini mas taruh di box kamu istirahat ya yang"


Lisa mengangguk, William mengelus pucuk kepala istri nya.


"Terimakasih sayang sudah memberikan ku bidadari cantik, kau memberi ku warna, memberi ku kesempatan untuk menjadi orang tua lagi kau Meu menerima ku menjadi suami mu"


"Iya mas, aku mencintai mu sayang"


"Aku janji akan jadi papah yang baik buat Rubby kita dan juga adik-adik nya"


Mata Lisa membulat sempurna baru saja 2 jam lalu dia mengerang kesakitan kini harus berpikir tentang adik nya.


"Itu tidak sekarang sayang, mungkin 5 tau 7 tahun lagi"


Lisa tersenyum kemudian.


"Istirahat lah untuk tidur, aku akan menjaga si kecil kita"


Lisa mengangguk, di sangat lelah setelah mengejan tadi belum lagi harus menyusui bayi merah nya.


Tak berapa lama Lisa tertidur, lantas pintu ruang rawat terbuka menampilkan Daddy German dan ibu Amelia.


"Kakak mana dad?"


"Pulang besok harus kerja"


"Oh ya sudah"


"Kau mau masuk kantor atau cuti?"


"Cuti 5 tahun dad"


"Kau gila ya?"


"Loh memang kenapa?"


"Hanya bisa 6 bulan kau tahu?"


"Kok bisa dad, kan aku harus mengurus si kecil dulu dad"


"Kau ini masa cuti saja 5 tahun anak mu sekolah itu"


"Memang dad, kan bisa ditinggal kemana pun"


"Kan ada mommy nak, kamu bisa meninggalkan putri dan istri tercinta mu untuk mommy jaga, lagian baru 1 aja kok mommy nggak repot malah mommy senang"


"Benar ya mom nanti mau bantuin William buat ngurus Rubby dan mamah nya"


"Jadi nama si cantik ini Rubby?"


"Iya Rubby As-syifa"


"Nama yang sangat cantik untuk si kecil yang cantik ini"


Ucap Ibu Amelia, dia baru saja memiliki cucu dan sangat bahagia. Ibu Amelia selalu memandang kearah cucu nya. Sesekali bayi kecil itu juga menggeliat di dalam box hangat nya.


BERSAMBUNG