
Flashback on.
40 tahun lalu, seorang gadis dari kampung yang sangat cerdas, cantik lagi sopan dan santun.
Amelia Cahaya Suhendar, nama yang cantik secantik dan selembut orang nya. Amelia panggilan sehari-hari gadis itu, mendapatkan Beas siswa meski kedua orang tua nya mampu untuk menyekolahkan nya.
"Amel kau kuliah disini?"
Tanya sepupu Amel seorang lelaki berperawakan jangkung itu.
"Iya aku dapat bea siswa"
Amelia muda begitu bersemangat sekali karena bisa kuliah gratis di universitas ternama yang ada di kota di negara Z.
Kuliah masih menggunakan asrama itulah sebab nya kedua orang tua Amelia mengijinkan untuk kuliah di kota.
Amelia muda juga bekerja part time disalah satu restoran ternama jika jadwal kuliah Amelia kosong.
Empat tahun duduk di bangku kuliah, di tahun ketiga itu lah Amelia bertemu dengan sosok German muda.
Amelia sedang berada di sebuah mall bersama teman-teman nya itu.
"Aku ke toilet dulu ya"
Ucap nya pada kedua teman nya yang juga mencari buku untuk materi penunjang.
"Ya sudah pergi lah, kami menunggu mu disini"
Ucap salah seorang teman nya.
Amelia bergegas ke toilet, namun belum sampai di toilet wanita, Amelia ditarik seseorang, melut nya dibekap. Amelia gadis polos dari desa itu dicumbui oleh German dengan paksa karena ada anak buah Daddy nya yang mengejar nya.
"Barusan kesini kok, tidak ada"
Para bodyguard sang Daddy yang mengejar German itu berjumlah puluhan orang.
"Ahhhh .....ehhmmm......"
Mereka nampak memeriksa toilet namun segera menghentikan aksi mereka karena melihat sepasang anak muda yang sedang bercumbu di dalam toilet lelaki yang tak lain adalah German dan Amelia.
"Sudah kita cari ke tempat lain saja"
German mengunci tubuh langsing yang tinggi hanya sedada nya saja dengan tubuh jangkung dan kekar nya. German mencium Amelia intens juga karena kenikmatan bibir Amelia, German sudah menggerayangi seluruh tubuh Amelia.
Sudah setengah jam German mencumbu Amelia gadis polos itu, bahkan anak buah milik Daddy nya German juga sudah pergi. Namun Amelia belum di lepaskan lelaki itu.
"Lepaskan aku......."
Lirih Amelia ketika German melepaskan pagutan bibir nya, Amelia yang tidak pernah berciuman dengan lelaki pun sudah gemetar bahkan dia tidak sadar jika German sudah membuka baju nya saking gemetar.
German yang tersadar pun langsung menyesali kebodohan nya, bukan dengan cara begini berkenalan dengan gadis yang German sukai.
Ya German menyukai gadis yang ada di kamar 605 asrama lorong mawar. Semua German tahu tentang gadis cantik dihadapan nya itu.
"Maafkan aku Amelia"
German mengelus pucuk kepala Amelia, hari sudah beranjak malam karena Amelia terus menangis.
"Ini sudah malam bagaimana aku pulang ke asrama?"
"Aku sudah minta ijin kau belajar kelompok"
Ucap German dengan lembut pada Amelia gadis cantik pujaan hati nya.
"Kau tidur di apartment ku saja untuk malam ini"
Ucap German dengan hati-hati tak mungkin juga dia mengantarkan Amelia kembali ke Asrama.
"Baiklah"
Amelia menurut mereka memesan taksi menuju apartment milik German yang tak jauh dari kampus berada.
"Ayo masuk"
Apartemen mewah milik German sangat rapi dan indah.
"Mandi lah dulu, ini ada baju ku, aku pesan makanan dahulu"
Amelia mengangguk, German segera memesan makanan menyuruh asisten nya itu untuk membawa lembaran berkas.
"Kau sudah mandi, kesini sebentar"
German menarik tangan Amela menuju ke ruang tamu.
"Ini pengurus apartment, karena ada yang menginap dia datang untuk meminta tanda tangan mu agar diinfokan kepada penghuni lain"
"Baiklah"
"Ayo kita makan"
Mereka makan dengan lahap dengan makanan yang biasa saja.
"Maaf ya cuma makanan sederhana begini?"
"Tidak apa"
Amelia menggunakan kaos milik German dan celana pendek saja. Namun Dimata German Amelia sangat lah cantik.
"Ayo kita tidur"
Amelia gadis polos mengangguk saja menuju ranjang.
"Maaf ya hanya ada satu kamar ini, bagaimana kalau kita taruh bantal ditengah buat pembatas"
Amelia pun mengangguk.
"Kau mau minum susu hangat?"
Amelia mengangguk dan langsung menerima susu hangat itu serta menghabiskan nya.
"Aku ngantuk aku tidur duluan ya"
German mengangguk tersenyum, asisten nya sudah selesai mendaftarkan pernikahan mereka berdua di catatan sipil.
German tersenyum melihat wanita cantik yang terbaring diranjang nya adalah istri nya.
German membuang bantal pembatas dan tidur dengan telentang, lalu memeluk tubuh wangi Amelia dari belakang dengan erat.
"Ah, dia wangi sekali, hangat, dan lembut"
Amelia mengira diri nya bermimpi karena hanya bisa mendengar namun mata nya sangat lengket ketika akan dibuka.
"Kau adalah istri ku sekarang"
German menciumi wanita yang sah menjadi istri nya itu. Pagi hari Amelia membuka mata diri nya sudah berada di dalam pelukan German.
"Selamat pagi"
Amelia segera menjauhkan diri nya, namun German kembali memeluk nya erat sambil tersenyum, kaos Amelia juga sudah terbuka.
"Lepaskan aku"
German hanya tersenyum, kemudian dia menaiki tubuh Amelia. Amelia kaget namun sudah terlambat karena German sudah mencium nya.
Meski Amel sempat meronta namun jelas tenaga German jauh lebih besar. German secara paksa menggauli Amelia hari itu juga.
Amelia menangis karena dipaksa German untuk bercinta dengan lelaki itu seharian. German begitu mencintai Amelia hingga melakukan nya dengan cepat dan tak ingin kehilangan Amelia.
Setelah Amelia dilepaskan oleh German, Amelia segera mandi dia menyabuni dan menggosok tubuh nya karena jijik dan sambil menangis meskipun hanya samar-samar.
"Jangan digosok begini, kasihan kulit nya sakit"
Amelia kaget pun sontak mundur namun dia lupa ada bath up.
"Jangan gosok lagi ya"
Ucap German dengan lembut.
"Aku mencintai mu Amelia, sangat mencintai mu"
Ucap German sambil memeluk tubuh polos Amelia yang bergetar karena pelukan German.
"Lepaskan aku"
Lirih Amelia.
"Aku melakukan nya pada mu, karena aku mencintai mu Amelia, sejak kau baru datang ke universitas ini, saat aku pertama melihat mu, aku sudah mencintai mu Amelia, terimalah aku, terimalah cinta ku, terimalah diri ku Amelia"
German bahkan sampai bersimpuh di kaki Amelia meski mereka masih berada di kamar mandi.
"Aku tidak mengenal mu, aku tidak tahu siapa kamu"
"Aku lelaki yang mencintai mu, terimalah cinta ku Amelia apa pun akan ku lakukan, dan aku berjanji sampai mati cinta ku satu untuk mu"
Amelia tertegun melihat lelaki di depan nya ini terus bersimpuh bahkan memeluk nya sekarang.
"Aku berjanji hanya mencintai mu saja, hanya ada diri mu saja Amelia di hati ku"
Ucap German tanpa ada kebohongan.
Flashback off.
BERSAMBUNG.