TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S2 EPS. 110


"Ihh, sial sekali"


Gerutu gadis yang bertabrakan dengan seorang pemuda yang tak lain adalah Rei.


"Eh kau dari mana?"


Ucap sahabat baik nya, Rina Shamidi.


"Dari toilet"


"Benarkah? seperti habis mandi di kolam saja, basah semua"


Gadis Cantik itu hanya berjalan saja menuju kantin, gadis itu anak tunggal dari keluarga kaya SHAZILLA QUEENA PRATAMAJAYA. Dia merupakan gadis 19 tahun yang sudah berada di kampus ini untuk di tahun kedua. Queena gadis yang dingin lagi angkuh, dia berpendirian juga keras kepala, siapa pun yang mendekati nya pasti di tolak mentah-mentah baik urusan pacar atau sahabat.


"Aku sudah bayar makan kita, aku pulang dulu"


"Baik hati-hati dijalan Queena"


Rina melambaikan tangan nya kepada sahabat royal nya.


"Kau bisa tahan sama Queena?"


"Kenapa memang?"


"Dia gadis sombong!"


"Tapi hanya dia yang meminjamkan uang pada ku, ketika ayah ku terlilit hutang!"


Rina menggebrak balik meja restoran tempat nya dan Queena makan tadi lantas berlalu keluar.


"Ya, anggap aku ini babu nya, karena aku senang mengemis makan pada nya"


Meski Queena sombong namun tidak semena-mena, jika salah dihukum jika benar maka dibela.


Lain hal nya ketika di rumah Queena menjadi anak yang ceria lagi manja. Dia tidak ingin bersedih atas apa yang menimpa sang ibunda 10 tahun lalu bahkan 5 tahun lalu berulang peristiwa itu. Peristiwa 5 tahun lalu karena Queena merengek ingin dibelikan tas yang sama dengan teman nya justru membuat ibunda nya yang sedang hamil muda itu terjatuh dari tangga.


10 tahun lalu ibunda nya pernah keguguran karena mengejar Queena yang menyebrang jalan, hingga ibunda Queena tertabrak mobil dan keguguran.


"Sudah pulang?"


Queen mengangguk dan tersenyum, Queena sengaja berjalan dari kampus menuju rumah agar jam makan siang terlewati supaya tidak bertemu ayah nya. Namun hari ini nampak sedikit sial, ternyata ayah nya baru saja menuangkan nasi ke piring nya.


"Apa aku tidak bisa makan, karena pembicaraan kalian!"


Queena segera naik ke lantai atas, dia segera memasuki kamar nya. Queena segera mandi dan berganti pakaian tidur nya meski waktu masih menunjukkan pukul 2 siang.


"Mas"


"Jangan memanjakan anak mu terus, aku juga ingin punya anak"


"Iya sayang"


Sejak kecil ayah Queena sudah meninggal, lalu ibunda nya menikahi sahabat ayah nya. Sahabat ayah nya mengelola perusahaan milik ayah Queena bahkan terlihat seperti pemilik perusahaan itu.


Abu Ramadisah adalah ayah tiri Queena meski tidak pernah main tangan namun tidak pernah menganggap Queena ada. Jelas Abu begitu benci karena dua kali sudah istri nya keguguran karena anak sahabat nya itu.


LISANI RATIMAH, ibu kandung Queena ini wanita yang sangat cantik, lemah lembut meski dia sudah dinikahi Indra Pratamajaya. Kecantikan Lisani sangat membuat Abu tertarik, tidak bisa lupa atau melepaskan hingga mereka sudah memiliki buah hati.


Bunda lisani memasuki kamar anak tunggal nya karena sudah 1 jam buah hati nya dengan suami pertama nya itu tidak turun untuk makan siang.


Klek......


"Kebiasaan habis mandi tidur"


Ibunda lisani meletakkan makan siang, juga camilan dan mengisi kulkas mini di kamar anak nya dengan aneka jus buah segar. Queena sangat mirip dengan ayah kandung nya, semua wajah, sikap bahkan kesukaan makanan nya itu sama dengan ayah nya. Ibunda lisani segera meninggalkan kamar anak gadis nya itu, pergi untuk menemani suami kedua nya.


"Ibunda"


Air mata Queena menuruni pipi mulus nya, gadis cantik itu begitu bersedih, dia hanya ceria di hadapan ibunda nya.


BERSAMBUNG.