TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S2 EPS.140


"Mau kemana rapih sekali pagi-pagi?"


"Mau ke rumah mamah ku lah, pah"


"Hem"


Aksara segera pergi ke kamar mandi karena sang istri sudah rapih. Jam dinding menunjukan pukul 8 pagi, sudah semalaman Rieka terbang di udara, nyata nya anak gadis Cinta yang paling tua ini belum juga mengabari mamah nya.


Klek.


Aksara keluar dari kamar mandi hanya dengan melilitkan handuk nya saja. Dia menggosok rambut basah nya dengan handuk kecil kesana-kemari.


"Pah, kaya anak kecil aja keringkan dulu dong rambut nya"


"Oh iya, lupa"


Namun Cinta masih melihat ponsel nya.


"Mah bantu papah keringkan rambut nya"


"Iya"


"Sedang lihat apa sih serius amat?"


"Ini loh Rieka sudah semalaman terbang di udara kok belum ada kabar?"


"Kan dia ada fans meeting mah"


"Tapi mamah khawatir"


"Sudah kita sarapan saja dulu ke bawah"


Aksara segera berpakaian rapih, mereka telah memutuskan kembali ke negara Z, karena butuh suasana baru.


Mereka sarapan dengan khidmat, lalu Aksara segera mengantarkan istri nya untuk kembali berkunjung ke rumah kedua orang tua kandung nya. Ya Cinta sudah menceritakan semua perkara diri nya dan orang tua kandung nya kepada sang suami.


Rei menuruni tangga dia sedikit terlambat hari ini karena ada kelas jam 8 pagi tapi dia belum sarapan.


"Sarapan dulu"


"Tidak sempat nek"


"Ini ambil"


Nenek menyuapkan sepotong sandwich ke dalam mulut cucu lelakinya yang langsung berlari ke arah mobil nya.


"Bocah itu"


"Baru kali ini nenek lihat Rei terburu-buru"


"Mungkin karena pacar nya jadi Rei tidur lebih nyenyak"


"Jangan mengada-ada"


Nenek kembali ke dapur sementara dari luar turun wanita cantik dari mobil.


"Pah"


Cinta segera menyapa papah nya, lalu mereka masuk. Aksara tidak sempat masuk karena ada urusan penting.


"Nek lihat siapa lagi yang datang?"


Cinta tersenyum ketika nenek Aryandy menengok.


"Sayang nya mamah"


Mereka berpelukan, namun ada panggilan masuk ke ponsel kakek.


"Nek, kakek ada urusan di perusahaan produk makanan, nanti sore jam 4 juga sudah pulang"


"Iya hati-hati ya kek"


Kakek bersama beberapa para bodyguard nya pergi dari rumah.


"Apa perlu saya kawal"


Ucap Dino di depan pintu.


"Tidak, jaga lah Rei, dia lebih membutuhkan mu dari pada aku"


"Baik lah, hati-hati"


"Ya"


Kakek pergi, Dino segera meluncur ke kampus mengawasi Rei.


"Rei ngantin yuk, ngebakso kita"


"Tidak lah, aku segera pulang"


"Buru-buru amat"


"Tidak, aku ingin membawa Queena menemui nenek"


"APA!"


Aryos terkejut mendengar penuturan Rei.


PLAKK....


Suara Aryos sangat memekakkan telinga oleh sebab itu Rave memukul kepala nya.


"Sakit bos"


"Jangan berteriak di dekat telinga ku, bisa budeg aku!"


"Bos juga jangan bawa toa kalau ngomong"


Queena datang ke taman di mana Rei menunggu nya.


"Itu bidadari mu sudah datang Rei"


Rei melihat gadis tercantik di kampus itu menjadi kekasih hati nya.


"Kau beruntung mendapatkan dia"


Rei tersenyum mengangguk.


"Kata nya mau mengajak ku ke suatu tempat?"


"Benar, ayo"


Rei langsung menggandeng kekasih nya.


"Mereka tidak ikut?"


"Tidak mereka banyak tugas dari kampus"


Queena mengangguk saja tanpa curiga, 1 jam mereka berkendara kemudian sampai di rumah yang megah.


"Kita kesini?"


Queena menengok kearah Rei.


"Kenapa tidak bilang?"


"Kejutan dong"


"Baik lah"


Mereka turun dari mobil lantas menuju rumah megah itu.


"Nenek Rei pulang"


Sang nenek hanya menggelengkan kepala nya saja melihat tingkah laku cucu lelaki nya.


"Tidak usah teriak kalau masuk rumah itu, nenek belum budeg!"


Menjewer telinga cucu lelaki nakal nya, sementara gadis cantik tersenyum dengan manis kearah nenek.


"Eh ini siapa kok cantik banget"


Cinta yang sedang memanggang kue segera menghampiri. Lalu tersenyum melihat gadis cantik yang di bawa oleh anak lelaki bungsu nya itu.


"Halo nenek, Tante perkenalkan saya Queena"


"Wah kamu cantik sekali ayo duduk"


Rei tersenyum melihat nenek nya begitu menyukai Queena. Queena termasuk anak broken home karena sang mamah langsung menikah lagi setelah papah nya meninggal. Saat ini Queena memilih untuk tinggal di kost dan bekerja paruh waktu untuk biaya hidup nya.


"Ayo duduk dengan nenek, mamah ambilkan teh dan camilan"


Cinta mendorong Rei untuk ikut duduk. Queena melirik wanita paruh baya di samping Rei yang sangat cantik.


"Biar Queena bantu Tante"


"Tidak usah cantik, kamu duduk temani nenek ya"


Queena segera duduk kembali, lantas Cinta berlalu mengambil camilan juga teh untuk tamu istimewa nya.


"Melki apa sudah ada kabar tentang Rieka?"


"Saya sudah menghubungi semua reporter bahkan penyelenggara acara yang akan nona Rieka hadiri tapi mereka mengatakan hari ini tidak ada acara apa pun sampai bulan depan"


"APA!"


"Tidak ada penerbangan pesawat menuju negara B tadi malam juga tuan"


"Hubungi Dino, tanpa melepas semua pengawasan dari keluarga Aryandy dan Alkatiri, hubungi papah Alan juga Daddy Ditya"


"Baik"


Dikediaman Dimitri, Alan Dimitri segera menyuruh semua keluarga Alkatiri bersiaga dan berkumpul di rumah bawah tanah Dimitri setelah mendengar kabar.


Dino segera menghubungi semua kawan-kawan geng nya yang ada diseluruh negara.


Drrtt.....ddrrtt.


"Bagaiman Dino?"


"Bos, maaf kemungkinan besar nona Rieka sudah mereka lenyapkan"


"APA!"


Aksara langsung lemas mendengar nya.


"Anak buah saya sedang mencari nona Rieka bos tenang saja, itu baru dugaan"


"Baik cari lah terus"


Aksara segera menutup sambungan ponsel mereka.


Di kediaman Aryandy semua sedang bahagia karena kedatangan Queena sore ini.


"Sebaik nya kita makan malam bersama saja ya Queena mau kan tinggal untuk makan malam?"


Ucap nenek Aryandy, setelah mendengarkan cerita hidup Queena dan ternyata dia adalah anak dari keponakan kakek Aryandy sendiri.


"Mau nek"


"Baik lah kita masak yang spesial ya"


Berbicara pada Cinta.


"Kita beli makanan ke resto langganan kita saja nek, sekalian suruh mamah juga mencicipi nya"


Sela Rei kemudian, Cinta sangat kaget dan terharu mendengar anak nya memanggil mamah pada diri nya.


"Baik lah itu ide yang bagus"


"Rei beli dulu ya, supaya bisa memilih makanan yang spesial nek"


"Baik lah"


Rei segera berangkat untuk membeli makan malam karena kedatangan kekasih nya, pemuda itu bahkan bersiul dengan riang sambil mengemudikan mobil sport nya.


Drrttt.....ddrrtt.


Cinta tiba2 tiba mendapat telpon dari sang suami.


"Iya pah?"


"Cepat pulang, ada masalah dengan Rieka kita ketemu di rumah!"


"Baik, mamah segera pulang"


Cinta dengan terburu-buru segera meminta ijin untuk pulang.


"Mah Cinta minta ijin pulang, ada keadaan gawat kata Aksara"


"Baik lah"


"Tolong jaga nenek ya Queena sampai Rei pulang"


"Iya Tante"


Cinta segera menyuruh supir nya untuk segera mengemudikan pulang.


"Apa sudah selesai tuan besar?"


"Ayo kita pulang waktu sudah sore juga"


"Baik"


Supir pribadi keluarga Aryandy segera mengemudikan mobil nya melintasi jalanan lengang. Sebenarnya kakek Aryandy selalu pergi meninjau perusahaan makanan siap saji di luar kota jadi perjalanan mereka cukup panjang.


BRAAKKK.


Entah dari mana datang nya kedua mobil hitam itu sehingga berhasil mengapit mobil kakek Aryandy dari sisi belakang dan depan. Meski pun kesusahan namun sang supir tetap waspada dan tenang saat ini.


BRAAKK......


PRAANNGG......


BERSAMBUNG.