TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
EPS.23


Rista terbangun di pagi hari kebetulan hari libur, jadi dia berdiam diri dirumah. Pagi pagi tempat tidur disebelahnya sudah kosong, Rista segera mandi membersihkan dirinya. Karena hari sudah siang maka Rista hanya membuat mi goreng pedas dengan toping telur ceplok, sosis, bakso goreng dan juga irisan mentimun tak lupa segelas jus mangga dingin. Setelah semuanya berada didalam perut Rista segera menuju ruang keluarga menonton televisi. Rista enggan melihat keluar yang dapat menyakiti hatinya.


Tok....tok.


Pintu kamar diketuk dari luar, Rista beranjak kedepan untuk membuka pintu. Terlihat kurir online yang sedang berdiri didepan pintu.


"Maaf bu, ini ada kiriman online atas nama Haris Dimitri"


"Iya, saya istrinya"


"Berarti ini untuk ibu"


Bungkusannya terlihat sangat cantik dan di pesan dengan spesial, sangat romantis juga dapat membuat siapa pun yang menerimanya sangat beruntung dicintai lelaki seromantis itu.


"Kakak"


"Eh Sheyla kenapa?"


"Ikut ke rumah mamah yuk, kita bikin kue"


"Baiklah"


Rista meletakannya dengan asal diruang keluarga, lalu dia berjalan keluar setelah mengunci pintu nya. Haris juga sudah datang bersamaan dengan sang istri dari arah samping kanan rumah, tentu saja dia sehabis mengunjungi Amira.


"Sayang ayo bantu mamah bikin kue ya"


Rista mengangguk sambil tersenyum lalu segera masuk ke dapur, sementara Haris ikut kebelakang main catur dengan papah nya.


"Bagaimana?"


"Perusahaan cukup terkendali pah, kan kak Aksa bulan lalu sudah menyelesaikan urusan perusahaan yang ada di luar negri"


Sang papah mengangguk.


"Bagaimana dengan rumah tangga mu?"


Haris nampak terdiam sesaat.


"Haris akan coba untuk membuat kita saling terkait"


Sang papah mengernyitkan dahi nya, tak paham akan ucapan si anak yang memiliki keinginan yang harus selalu terpenuhi.


"Aku akan menghadirkan seorang anak diantara kami, agar dia selalu bertahan disisi ku pah, aku sangat mencintainya, dia lah satu satu nya istri ku"


Alan Dimitri terlihat menghela nafas pelan, lelah memikirkan rumah tangga anak nya yang satu ini.


"Papah hanya ingin memberi kamu nasehat, jika kau mencintai istri mu maka lepaskan lah Amira. Jangan sampai membuat istri mu menentukan pilihan yang lain"


"Itu tidak akan pernah terjadi, pah!"


"Tapi makhluk yang bernama wanita bisa melakukan apa pun jika dirinya terancam bahaya"


Haris nampak terdiam, memikirkan ucapan papah nya sejenak.


Terdengar nampak riuh didapur juga dirumah seberang.


"Pah, Cath anak asuh nya mommy sudah datang ya?"


"Iya"


"Untuk apa wanita itu datang kemari?"


"Untuk apa lagi tentu saja untuk berada disisi Rayz, dia juga membuat kloning DNA dari Rayz berwujud anak kecil yang mirip dengan Rayz sewaktu seusia anak itu"


"What! obsesi wanita itu tidak bisa dihilangkan, sakit jiwa emang kan pah"


"Dia menginginkan Alkatiri dibawah naungannya, dulu juga karena dia salah mengira jika Arseno itu pewaris tunggal Alkatiri tapi nyatanya hanya pendamping untuk Rayz, wanita itu picik namun terbelenggu pada belenggu yang dibuatnya sendiri"


"Dia licin seperti belut ya pah, tapi bukan kah kak Aksa mau dijodohkan dengan Karenina Aryandy?"


"Benar, tapi nampaknya mas Ditya tidak setuju"


"Kenapa pah?"


"Mereka suka main curang dalam hal bisnis"


"Betul juga kenapa Haris lupa ya"


"Papah juga pernah melihat Rayz membawa seorang wanita ke hotel pribadinya, juga pergi ke kampus dengan wanita itu"


"Uhuukk....uhuukk"


Haris tersedak dengan teh yang baru masuk ke kerongkongan nya.


"Kok papah tau semua"


"Tidak sengaja, klien papah meminta bertemu dihotel milik Rayz, di lobi papah melihat Rayz membukakan pintu mobil untuk gadis itu, sepertinya sangat muda sekitar 18 tahunan begitu"


"Entah lah, wajah nya tak terlihat begitu pun di kamera cctv"


"Oh"


Setelah nya mereka masuk untuk mencicipi kue kue kering yang dibuat oleh para wanita, Haris juga istri nya pulang ke rumah karena besok pun mereka akan bekerja.


Rista mandi lalu berganti baju tidur dan naik ke ranjang.


"Cepat sekali tertidur?"


"Aku lelah"


Haris tersenyum tipis.


"Ayy, kaya kemarin malam yuk?"


"Aku cape"


"Biar cape nya hilang"


"Ya tambah cape, kita besok harus kerja, pekerjaan ku numpuk"


"Sebentar saja yuk"


Namun Rista berbalik membelakangi Haris, dan segera terlelap.


"Sepertinya sangat cape, maaf kan papah ya nak, kamu dipending dulu"


Berkata sambil memeluk Rista dari belakang, juga mengelus lembut perut istri nya berharap calon anak nya segera hadir.


"Ennggggg"


Rista menggeliat baru pukul 7 pagi namun si suami nya sudah raib dari ranjang nya.


"Mungkin ada meeting kali ya"


Rista segera pergi ke kantor, sudah masuk waktu kerja namun ruangan suaminya terlihat kosong dan masih rapi. Rista tidak peduli suaminya pergi kemana, dan terus mengerjakan laporannya. Tiba tiba perutnya melilit, mengelus perut nya sebentar sebentar.


"Aku ke klinik saja, buat teh anget"


Rista bergegas keluar dari ruangannya, nampak sedikit pusing.


"Bu Rista kenapa?"


"Sedikit pusing, tolong buatkan saya teh hangat saja"


"Baik bu"


Dengan segera perawat dilantai 5 itu memberi segelas teh hangat.


"Ini bu dioles minyak kayu putih"


"Oh iya, terimakasih ya"


Rista meminum teh nya setengah agak mendingan pusing nya berkurang, dioleskan minyak kayu putih ke perutnya dielus sebentar.


"Aku mengantuk, tidur sebentar lah"


Rista merebahkan dirinya, lalu dengan pulas tertidur.


Haris datang setelah makan siang, dia melihat ke ruangan istrinya, ada berkas yang berserakan namun si pemiliknya raib.


"Kemana istri ku?"


"Bu Rista ke klinik pak, tadi katanya agak melilit perutnya"


"Baik lah"


Haris bergegas ke lantai 5 klinik kantor. Melihat sang istri yang tertidur pulas, senyum tipis terbit di bibir bervolum Haris, mendapati istri nya sedang baik saja dan damai dalam tidur nya. Haris bergegas ke ruangannya, memesan kotak makan siang kesukaan Rista juga buah buahan segar, diletakkan di meja wanita tercinta nya.


Jam 3 sore, Rista terbangun kepalanya sudah tidak pusing perutnya juga sudah enakan. Melihat ke jam dinding sontak Rista kaget.


"Ya ampun sudah jam 3 sore"


Dengan cepat Rista kembali ke ruang kerjanya, dimeja ada kotak makan siang juga buah buahsn segar. Rista segera membuka map yang menumpuk dimeja, sontak mata nya membulat semua pekerjaannya sudah selesai. Lalu membuka kotak makan siang nya tapi tak berselera, tapi perutnya lapar. Rista memutuskan untuk membuka bungkusan buah dan memakannya dengan lahap, dia juga memesan puding dari kantin 3 porsi.


"Ah, kenyang sekali, sebaiknya dibawa pulang lunch box nya"


Rista segera mengemasi peralatan kantornya, mematikan layar kaca yang dipakai untuk mengerjakan tugas nya. Rista memanggil taksi dan meluncur pulang, sesampainya didepan gerbang Rista turun lalu membayar ongkos nya.


Tak sengaja Rista melirik tong sampah bingkisan cantik kemarin yang sudah dibuka dan terlihat acak acakan.


Deg....deg......


BERSAMBUNG.