
"Selamat pagi sayang ku?"
"Pagi"
Cinta nampak begitu cantik, wajah mulus nya terpancar terkena kilauan mentari pagi. Aksara mengecup kening istri nya dengan lama.
"Lelah?"
"Tidak"
Cinta menggelengkan kepala nya. Aksara menggendong Cinta yang berperut besar itu untuk pergi ke kamar mandi. Cinta sangat suka di gendong Aksara, wajah sang suami nya tampak lebih tampan berkali lipat.
"Kenapa? byy ganteng ya?"
"Ih narsis"
Cinta mengalungkan kedua tangan nya lebih erat hingga ada pergesekan antara tubuh telanjang mereka. Jujur istri nya ini bertambah seksi meski dengan perut besar nya.
"Tinggal bilang iya saja"
Cinta tersenyum dengan manis, dan itu membuat Aksara kembali ******* dan mencecap bibir manis istri nya itu. Aksa menurunkan istri nya, menjilati leher mulus nya.
"Byy......"
Tak ingin menahan hasrat nya, lelaki matang itu menyatukan diri nya kedalam keindahan dunia bersama sang istri. Beberapa kali mereka melakukan sesi bercinta itu, nafas kedua nya masih memburu. Cinta hanya memeluk suami nya dengan erat sementara Aksa segera menuntaskan hasrat nya.
"Cape"
Lirih Cinta dalam pelukan erat suami nya.
"Iya ini yang terakhir"
"Mau mandi"
"Iya sayang ayok mandi"
Aksara menyiapkan air hangat untuk istri nya, lalu menyuruh Cinta masuk ke dalam bak mandi, mereka mandi bersama dengan Aksara yang telaten memandikan ibu hamil itu.
Hampir jam 10 pagi mereka baru keluar, Cinta begitu lelah lutut nya sampe gemetar untuk berdiri.
"Bagaimana? bisa jalan"
"Bisa kok"
Wanita hamil itu memanyunkan bibir nya karena tingkah si suami nya itu.
"Kalian baru bangun?"
"Iya mom, Rayz memandikan Cinta dulu"
Cinta mengerutkan kening nya.
"Aku mandi sendiri kok"
Tentu saja Cinta malu harus mengatakan semua kegiatan mereka dari pagi buta hingga telat sarapan.
"Memang harus dibantu nak, perut mu begitu besar, untuk menjaga kamu dan mereka juga"
Mommy Diah mengerti arah pembicaraan menantu nya, pasti anak nakal nya yang menjahili nya.
"Iya mom"
"Ayo sarapan dulu, si kembar sedang main sama opah nya"
Dengan cepat Cinta segera melahap semua menu sarapan sehat nya. Aksara segera menahan istri nya agar tidak terburu untuk menemui si sulung mereka.
"Jangan buru-buru, lihat mereka sedang bercanda dengan opah mereka"
Cinta melihat dari meja makan ke ruang keluarga, memang benar mereka sangat happy bermain dengan opah mereka meski baru kemaren bertemu. Mereka sangat imut, bayi-bayi kembar nya tampan dan cantik.
"Kau hanya harus memantau mereka, karena ada yang di dalam perut mu yang kau utamakan"
"Baik lah tuan Aksara"
"Coba ulangi sekali lagi"
Aksa mendekatkan kursi nya.
"Cuma bercanda"
"Lebih suka memanggil suami mu ini dengan sebutan tuan?"
Cinta tertawa karena pipi chubby nya ditusuk-tusuk oleh telunjuk suami nya.
"Istri nakal"
"Tapi Cinta kan"
"Kenapa kalau banyak anak?"
"Makin cinta lah"
"Ih gombal"
Dengan segera Aksara menyesap bibir mungil itu.
"Byy banyak orang"
"Kan aku mencium istri ku"
Mommy Diah lewat di dapur, hanya menggelengkan kepala nya saja. Cinta naik ke pangkuan suami nya dengan segera, Aksara sedikit kaget.
"Mau apa?"
Meski demikian Aksara memeluk istrinya dengan erat, Aksa senang bisa memangku wanita berperut bulat itu.
"Boleh Cinta ke mall?"
"Itu pertanyaan atau keinginan?"
"Ngidam"
Aksara tersenyum, istri nya begitu menggemaskan saat ini.
"Beli online saja ya?"
"Aku mau nya ke mall"
Sambil memilin dasi suami nya, Cinta berucap.
"Byy ada rapat sayang ku"
"Kan cerita nya ngidam"
"Boleh, bawa Dino, Sheyla, juga mommy"
"Asiikk boleh jalan-jalan"
Cinta tertawa senang sekali.
"Seneng banget tidak dianter byy"
"Terimakasih sayang"
Cinta tak peduli dengan lirihan perkataan suami nya, yang penting bisa jalan ke mall.
Aksara menunjuk pipi nya untuk dicium juga bibir nya, Cinta memenuhi keinginan suami nya dengan cepat.
"Dino!"
"Saya bos"
"Kawal nyonya belanja jangan lengah"
"Siap"
"Melki ikut ke kantor"
"Baik tuan"
"Jamie semua keamanan rumah diserahkan pada mu hari ini, jaga dengan baik"
"Baik tuan bos"
"Aku berangkat ke kantor, kalau ada apa2 tekan sos nya ya sayang"
"Iya hati-hati"
Cinta mengantar Aksara menuju mobil nya untuk bekerja, sementara diri nya segera bergegas ganti baju untuk ke mall. Sheyla yang tak lain Yuane juga mengawal Cinta, Aksara tetap menjadikan Yuane sebagai Sheyla setelah papah Alan Dimitri menyetujui nya.
"Saya yang dorong"
"Baik lah, Shey"
Mommy Diah di dorong Sheyla sementara Cinta berjalan disebelah mereka. Suasana mall nampak tak seramai biasanya karena masih pagi juga bukan weekend.
"Kita ke toko perlengkapan bayi ya"
Mereka semua masuk memilih beberapa pakaian untuk bayi juga balita. Cinta memilih beberapa lusin baju bayi perempuan yang imut, bando yang imut, stroller yang memuat 2 bayi, box tidur bayi, juga perlengkapan mandi mereka karena lemari sudah disiapkan omah dan opah mereka.
BERSAMBUNG.