TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S3 EPS.231


Jantung Rei berdetak kencang, melihat foto itu, dia memandang begitu intens.


"Hei bro, kau kenapa?"


Rei menggelengkan kepala nya.


"Tidak ada siapa dia?"


"Dia adalah Cate Mid, loh bukan nya sedang ada shooting iklan dan pemotretan untuk perusahaan besar di kota milik dua keluarga ternama Alkatiri dan satu nya gua lupa"


Rei memandang sahabat nya itu.


"Ada apa memang?"


"Kapan foto ini diambil?"


"Ini foto kalau tidak salah saat kompetisi enam bulan lalu di negara A"


"Apa itu tempat tinggal model itu?"


"Benar, dia warga negara asli negara A"


Rei terdiam, dan terus melihat foto itu.


"Hei bro, kau sudah menikah tidak bisa naksir wanita lain"


Rei kembali diam tidak menggubris kata-kata dari sahabat nya.


"Apa kau mengenal dia?"


"Siapa?"


"Foto model internasional itu"


Rei menggelengkan kepala nya.


"Tentu saja tidak"


"Bagus lah"


"Lalu bagaimana rencana perusahaan mu?"


"Kami memakai model yang foto nya di tangan mu itu"


"Apakah mahal?"


"Kau bercanda bro, mahal itu bukan harga tapi hasil lah yang kita butuhkan bukan?"


"Benar juga"


"Besok aku akan kembali ke perusahaan pusat, kapan kau akan kembali?"


"Aku sedang mengepak barang maka nya malas menemui mu"


"Jadi kau akan pulang?"


"Benar, mungkin nanti malam atau besok pagi"


"Oh, kau rindu istri mu bukan?"


Rei dan Angga tertawa bersama lantas Rei segera berpamitan pada sahabat nya itu. Rei meminta Aryos untuk segera pulang ke kota dan mengirimkan jet nya karena jika terbang membutuhkan waktu 4 jam.


Drrtt....ddrrtt....drrtt.


"Saya tuan"


"Cepat kembali ke perusahaan induk"


"Ada apa tuan?"


"Nanti aku akan bicarakan dengan mu, sekarang sediakan jet pribadi aku sangat butuh untuk keperluan mendesak"


"Baik tuan"


"Oh ya berapa lama kita mengontrak model itu?"


"Sekitar dua Minggu"


"Usahakan tambah kontrak nya jadi tiga bulan"


"Apa! tapi ini tidak bisa didiskusikan secara langsung tuan"


"Aku tidak peduli, aku mau seperti itu"


"Baik akan saya usahakan"


"Apa pun resikonya aku mau tiga bulan iklan kita ditangani model ini"


"Baik"


Aryos segera memerintah beberapa asisten yang cakap untuk menggantikan diri nya, setelah nya mendiskusikan kontrak dan juga mengirimkan jet pribadi tuan nya ke desa itu.


Saat ini Min sedang berada di lokasi pemotretan dan shooting iklan produk perusahaan milik Rei. Min kebetulan sedang istirahat untuk makan siang.


"Apa kalian tim yang di utus perusahaan ini?"


"Benar nona asisten"


Asisten wanita Min mencoba bertanya pada asisten yang selalu mengawal dan memandu mereka selama tiga hari ini.


"Bos kalian orang yang sangat sibuk ya?"


"Benar sekali nona asisten, tuan dan asisten utama menangani proyek di cabang berbeda saat ini, jadi mohon maaf jika belum sempat bertemu dengan nona model dan asisten nya"


"Tidak apa pekerjaan kami lancar saja kok"


"Itu bagus nona asisten"


Dddrrtt...ddrrrttt..


Tiba-tiba ponsel asisten dari perusahaan Rei itu bergetar.


"Maaf nona model dan nona asisten saya mau menerima telpon dulu"


"Oh, silahkan"


Asisten itu berlari menjauh nampak menerima telepon dari seseorang yang penting.


"Aku pergi lanjutkan sesi pemotretan tinggal satu jam lagi selesai"


Min berbicara pada asisten nya itu.


"Baik nona, semangat"


Min baru saja berjalan menuju lokasi pemotretan nya. Tak berapa lama setelah itu asisten milik perusahaan Rei menghampiri kelompok Min.


"Permisi nona asisten, mohon maaf menganggu ada telepon dari asisten utama"


"Oh, dengan ku?"


"Benar"


Asisten perusahaan Rei itu menjulurkan ponsel nya. Lantas dia bergegas menjauh karena tidak ingin mengganggu pembicaraan atasan dan rekan bisnis nya.


"Selamat siang nona asisten, perkenalkan saya asisten utama tuan Alkatiri di perusahaan"


"Oh tuan asisten utama dalam kenal"


"Maksud saya mau berbicara dengan nona asisten di telpon maaf jika tidak sopan tapi posisi saya sedang di luar kota"


"Oh tidak apa tuan asisten utama"


"Begini nona asisten saya mengajukan kontrak tambahan, menurut tuan kami ini kesempatan yang langka jadi apa bisa kontrak diperpanjang jadi tiga bulan karena jujur produk kami sangat banyak dan nona model sangat profesional sekali"


"Aduh bagaimana ya tuan asisten utama"


"Tolong nona, nanti setiap pengambilan satu iklan dan satu poster cetak iklan selebaran akan dibayar per iklan dan foto juga bagaimana nona asisten?"


"Saya akan diskusikan dengan nona Cate dulu"


"Tapi ini mendesak nona, saya sudah kirim kontrak nya ke asisten saya yang tadi nona tanda tangani dulu, nanti baru meminta ijin pada nona model dan agensi nya"


"Begitu kah?"


"Saya sudah perbaharui kontrak dan kirim ke agensi nya, mereka tidak keberatan selama konsumen puas dengan kerja nona model"


"Oh begitu kah?"


"Benar nona saya sudah kirim bukti mereka ACC kontrak dan rekaman nya ke email nona asisten"


"Oh baik lah"


Aryos diseberang sana tersenyum smirk, dia sudah melakukan sebagian tugas utama yang tuan nya perintahkan.


"Baik segera tanda tangani setelah membaca isi nya ya nona asisten"


"Baik pak asisten utama, selamat siang"


"Selamat siang"


Asisten wanita Min segera kembali ke lokasi shooting nona nya.


"Tuan ini ponsel anda, saya sudah selesai berbicara dengan asisten utama"


"Oh baik, terimakasih nona asisten"


Asisten itu kembali memperhatikan Min yang sedang menjalani sesi pemotretan.


'Ada untung nya juga, jadi kita tidak perlu mencari job untuk beberapa bulan kemudian, sudah lah tidak usah berunding lagi'


Gumam si asisten wanita itu kembali mendekat kepada Min.


"Dari mana?"


"Oh saya ada telpon penting sebentar nona Cate Mid"


"Oh, apa suami baru mu sangat merindukan mu?"


Dalam sekejap muka asisten Min menjadi merah, wajar mereka baru seminggu menikah. Seharusnya masih dalam masa bulan madu namun karena ke luar negeri jadi Min membawa nya dengan terpaksa karena tim harus lengkap.


"Maafkan aku ya, karena membawa mu saat kalian harus nya honey moon"


"Ah nona bisa saja"


Penata rias yang disiapkan perusahaan Rei juga ikut tersenyum.


"Nona aku jadi malu"


"Kenapa harus malu, itu kan kebahagiaan mu"


Mereka semakin menggoda asisten wanita Min, dengan demikian suasana jadi lebih hidup tidak bosan atau pun canggung.


"Baik lah, semua nya harus sudah bergegas karena akan selesai lebih malam saja dari biasa nya"


"Benar nona, tadi saat selesai makan siang hujan jadi tidak bisa lanjut pemotretan nya"


"Tidak apa ini kondisi dimana tidak bisa dikendalikan"


"Benar sekali"


Semua kru bersiap untuk sesi pemotretan sesi terakhir di hari keempat mereka bekerja sama ini.


BERSAMBUNG.