
Andreas mendarat di negara Z setelah hampir 10 jam berada diatas awan sambil memangku si kecil tampan ini yang masih terlelap.
"Akhir nya sampai juga di negara ini"
Andreas meletakkan lelaki kecil di kursi penumpang khusus balita di mobil nya yang sudah dia pesan semenjak di negara A.
"Kita kemana tuan?"
"Ke hotel saja"
"Baik"
Supir pribadi kepercayaan Andreas segera menuju ke tempat tujuan waktu di negara Z baru saja beranjak petang hingga lalu lintas lengang.
"Kau nampak nya sangat lelah ya?"
Andreas menusuk pipi gembul bocah berusia 2 tahun itu.
"Setiba nya di hotel kirimkan kami makanan dan juga beberapa camilan balita 2 tahun ya"
"Baik tuan"
Andreas langsung meletakkan bocah lelaki itu, dia segera masuk ke kamar mandi. Tubuh nya lengket karena hampir sehari semalam berada diatas awan dalam burung besi.
"Akhir nya sudah segar"
Makanan sudah tersedia di kamar hotel yang sengaja di sewa Andreas dengan kenyamanan penuh karena ada seorang bocah kecil.
"Ayah!"
"Sudah bangun ya? ayo mandi"
Arvino mengangguk perlahan ada asisten pribadi lelaki nya yang mengurus bocah itu. Hingga saat makan malam bocah itu makan dengan lahap dia juga menolak ketika disuapi.
"Sudah bisa makan sendiri ya?"
"Sudah"
"Pintar sekali ya kamu dek"
"Iya dong adek kan mau ikut ayah cari mommy"
"Jadi kmu mau cari mommy mu?"
Arvino segera membekap mulut kecil nya yang kelepasan bicara.
"Tidak apa, ayah tidak akan marah kok"
Anak kecil itu mengangguk perlahan lantas menundukkan kepala nya.
"Ayah tahu kamu rindu dengan mommy mu, tapi mommy itu sedang bekerja kamu tidak boleh begitu lagi lain kali kalau kamu hilang mommy mu akan sangat menderita tahu tidak?"
"Iya Avin tidak akan seperti itu lagi Avin janji"
"Baik lah"
Mereka melanjutkan makan dan segera beristirahat, meski Arvino bocah kecil itu tidak bisa tidur di tempat asing namun dia tidak berani melakukan apa pun.
Oma Mandy tidak memberitahu bahwa cucu tunggal mereka ikut Andreas ke negara Z. Andreas juga tidak akan mencari Min karena lelaki muda itu pasti sibuk dengan bisnis yang di urus nya. Toh mereka baru berangkat malam tadi mungkin tak lebih seminggu pikir Oma Mandy.
Sementara Min di negara Z memang masih terikat kontrak tepat nya masih 2 bulanan lagi dia harus tinggal di negara asal nya ini. Kontrak sudah ditanda tangani jadi tidak ada pihak yang akan di rugikan, sial nya Min tidak memeriksa kontrak kedua sebagai pembaharuan itu hingga Rei bisa dengan mudah memperdaya nya secara legal.
Kru yang dia bawa bisa berlibur dengan gaji penuh begitu pun diri nya Min kesal meskipun dikatakan dia ketiban untung.
"Bagaimana harus menjelaskan pada Arvino, bocah itu pasti mengharapkan ku pulang"
Min gelisah karena jadwal kerja nya hanya seminggu kini molor jadi 3 bulan.
Tok....tok....tok.
Pintu kamar resort yang Min tempati di ketuk dari luar.
"Sebentar!"
Min membuka pintu, lantas membuka nya. Di lihat nya salah satu pegawai resort mendatangi kamar nya.
"Ada apa ya pak?"
"Maaf nona Cate, hari ini sangat cerah, resort kami juga sedang ramai kalau anda ingin turun kebawah bisa berinteraksi dengan banyak orang"
"Oh baik lah, nanti saya akan turun jika ingin"
"Baik nona, maaf mengganggu"
Min segera mengunci kembali kamar resort nya dan segera berbaring di kasur milik nya sungguh dia tidak punya minat melakukan apa pun.
Salah seorang pegawai yang Rei suruh menyambangi kamar resort milik Min terlihat menghampiri Rei di meja restoran yang ditempati nya untuk makan siang.
"Bagaimana?"
"Maaf tuan nona Cate bilang dia akan turun jika ingin"
"Baik lah, ambil amplop itu"
"Terimakasih tuan"
Kini terlihat kepala koki berjalan menghampiri Rei.
"Ada perlu dengan saya tuan?"
"Pergi ke lantai x, nomor kamar xxx, panggil penghuni nya katakan kalian membuat jamuan resort spesial, berikan undangan ini pada nya"
"Baik tuan"
Kepala koki itu pergi menjalankan misi dari pemilik resort, dia menjalankan semua perintah nya namun jawaban yang Min berikan tetap sama.
"Bagaimana?"
"Nona Cate sedang malas tuan"
"Baik lah, terimakasih"
Rei kini hanya tinggal sendirian di meja itu, dia gagal membujuk Min untuk keluar.
"Kenapa susah sekali menyeret nya keluar?"
Rei bingung akan rencana nya sendiri.
"Pada hal semua kru nya ada di luar, mereka bersenang-senang"
Rei memutar otak, pucuk di cinta ulam pun tiba. Seseorang ojek online terlihat mengantar pesanan makanan menuju ke penginapan resort.
"Hei"
Pengantar makanan online itu menoleh lalu dengan segera Rei menghampiri nya.
"Mau kemana kau?"
"Saya mau mengantar makanan yang dipesan online oleh nona Cate, di resort xxx, nomor kamar xxx, tuan"
"Makanan delivery dari luar tidak boleh masuk, biar aku yang membawakan nya kau pergi lah"
"Tapi itu di bayar ditempat tuan"
"Ini ambil uang mu"
"Ini kembalian nya tuan"
"Ambil, dan ini tips mu"
"Baik terimakasih tuan"
Setelah pengantar makanan online itu pergi, Rei segera bergegas naik ke lantai yang di diami oleh Min. Sementara di kamar resort Min gelisah, dia tidak tahu apakah bisa memesan makanan online atau tidak.
"Sudah 1 jam kok belum sampai?"
Min tidak berani keluar, takut jika di ganggu Rei. Dia cepat sekali kesal jika melihat lelaki itu.
Tok.....tok......tok.
"Siapa?"
Tak ada jawaban sama sekali, Min melihat lubang di pintu untuk mengintip siapa yang datang. Ternyata logo makanan online yang ditenteng oleh kurir nya.
"Sukur lah, pesanan makanan online nya bisa masuk"
Tanpa persiapan apa pun Min segera membuka pintu nya.
"Oh sebentar aku ambil uang dulu"
Min membuka pintu kamar milik nya dengan lebar, sehingga pengantar makanan itu bisa masuk.
Klek.....sreett.
Min sudah mengambil uang dalam dompet nya hendak membayar, namun kurir itu tidak ada.
"Eh kok kurir nya hilang, apa saking lapar nya hingga berhalusinasi, tapi kok pintu nya tertutup?"
"Kurir nya ada disini?"
Mata Min terbelalak, suara itu sangat tidak asing. Min menoleh ke samping dimana ada sofa tunggal yang biasa di pergunakan untuk menonton televisi.
"Kenapa jadi kau?"
"Memang ini aku!"
"Sejak kapan?"
"Sejak mengetuk pintu"
"Jadi bukan kurir online?"
"Kenapa harus kurir online? memang disini ada peraturan kurir online diperbolehkan masuk ke area resort ku?"
Min terdiam, dia sungguh lupa jika peraturan itu memang ada. Wajar di berlakukan peraturan itu karena resort ini resort paling mewah yang tidak membutuhkan apa pun barang dari luar. Semua lengkap di dalam resort, instan hingga menjamin kenyamanan penyewa nya.
BERSAMBUNG.