TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S2 EPS.127


Aksara mendekat kesamping sang istri untuk lebih mudah berinteraksi dengan masalah sepenting ini.


"Sayang apa yang terjadi?"


Cinta tersadarkan dengan pertanyaan suami nya.


"Mamah menabrak anak muda ini pah"


Seketika Aksara memandang Rei, terkejut ternyata lelaki muda yang pernah menolong nya. Kini Aksara lebih dekat lagi dan bisa memandang wajah nya seolah bak cermin kita dia masih muda.


"Bohong pah, dia menyakiti mamah, masa tabrakan sampai mamah jatuh nya jauh"


"Raksa dengarkan penjelasan mamah mu"


"Mamah tidak berbohong, dia malah yang hendak menolong mamah terus kamu langsung menendang nya"


Raksa terdiam sejenak.


"Maaf saya juga yang salah karena berjalan tidak melihat ke kiri dan kanan"


Ucap Rei dengan sopan.


"Hei kau cepat panggil manager mu"


Sang resepsionis langsung menelpon manager mereka. Pak Arto keluar dan menghampiri 2 keluarga konglomerat itu.


"Selamat sore tuan Alkatiri, tuan Dimitri ada yang bisa saya bantu"


Ucap pak Arto sopan.


"Kau masih bertanya, lihat pemuda itu sudah menyakiti mamah ku, bukan kah resort ini sudah di sewa papah ku, sehingga hanya kami sekeluarga yang menikmati resort ini, kenapa juga ada ketiga bocah itu!"


Suara Raksa sangat lantang, pak Arto hendak mengungkapkan jati diri Rei namun Rei segera menggelengkan kepala. Kode Rei bukan luput dari semua orang yang berada disana.


Ting....


"Sebentar tuan"


Pak Arto membaca pesan dari Rei lalu kembali menjelaskan.


"Maaf tuan ini keteledoran kami, maka kami memberikan harga seperempat nya dari harga semesti nya, mohon diterima pengembalian uang nya"


"Maaf manager kami tidak menerima uang ganti rugi"


Aksara menyela.


"Tidak tuan tentu bukan uang ganti rugi, Kami tidak akan sanggup mengganti dengan uang untuk keluarga anda, ini hanya voucher saja"


Mohon pak Arto sebenar nya dia sangat ketakutan jika keluarga itu mempermasalahkan nya.


"Sudah lah, mamah tidak apa-apa"


Ucap Cinta.


"Mohon di terima tuan"


"Baik kami terima, tapi pemuda itu harus meminta maaf dan berlutut pada mamah ku"


Tapi Rei segera mendekat, lalu berlutut di hadapan Cinta.


"Maafkan saya nyonya, saya yang bersalah"


Cinta terdiam namun air mata nya mengalir deras, entah mengapa anak ini yang berlutut namun hati nya yang sakit seperti tertusuk pisau saja.


"Kau tidak bersalah, bangun lah, Raksa hanya emosi sesaat maafkan kami"


Aksara membangunkan Rei yang sudah berlutut lebih dari 10 menit. Karena Cinta berlalu dengan derai air mata, Riana mengejar nya ke parkiran begitu pun si sulung Aksara itu.


"Tidak apa tuan, lagi pula saya juga bersalah, mohon maafkan saya"


"Tidak, terimakasih untuk menyelamatkan dompet saya waktu itu, juga untuk hari ini"


"Sama-sama tuan Alkatiri"


Rei tersenyum smirk, setelah mobil yang di kendarai mereka berlalu dari resort.


"Rei, kau tak apa?"


"Tidak"


"Lutut ku sungguh gemetar Rei, kau lihat"


Rei dan Ravenda tertawa.


"Sebaik nya kalian pulang lah lebih dulu"


"Baik lah bro, terimakasih untuk makanan nya"


Ravenda dan Aryos segera keluar dari resort itu karena hari menuju senja.


Sementara Rei juga akan pulang, dia menuju garasi resort di lantai paling bawah. Ternyata kakek nya suka mengoleksi kendaraan roda empat dari klasik sampai modern. Rei mengambil kunci paling atas dan dia menemukan sebuah mobil sport yang terbaru dengan warna hitam bergaris putih, mewah tapi sangat elegan.


"Aku menyukai yang ini kakek"


Gumam Rei, sambil tersenyum. Rei segera mengendarai nya dengan kecepatan normal, deru mesin nya sangat halus dengan kecepatan yang fantastis. Rei hanya memakai kaos oblong dan celana pendek selutut saja.


SWUUSSHH....


"Hei, bukan kah itu lelaki muda yang di resort itu"


Mereka keluarga Alkatiri dan Dimitri melihat nya, pemuda itu menyugar rambut hitam nya yang terkena angin karena atap mobil di buka. Lantas melepas stir nya dan memakai kaca mata hitam. Cinta begitu detail memperhatikan anak lelaki muda itu, Cinta sudah sangat yakin bahwa itu adalah putra bungsu nya.


'Kau arogan seperti papah mu itu'


Gumam Cinta dalam hati.


'Semoga benar kau adalah milik kami nak'


Harap Cinta juga.


BERSAMBUNG.