
William melihat wanita yang sudah mengisi seluruh hati nya, hari ini benar-benar seperti mimpi saja bisa tidur seranjang bahkan menikmati tubuh indah istri nya.
William memeluk istri nya itu, Lisa melenguh sekejap lalu kembali pulas. William sendiri nampak menikmati ekspresi lucu dari istri nya.
"Cape banget ya sayang"
Lirih Will.
Dia kembali memeluk istri nya dan terlelap bersama sekalian tidur siang.
Hampir menjelang sore mereka baru terbangun karena mendengar suara orang dibawah sana sedang berenang.
Lisa menggeliatkan badan nya yang dipeluk oleh suami nya dari belakang.
"Sudah bangun?"
Lisa berbalik, kini mereka saling berhadapan, Lisa mengecup bibir sexy suami nya.
William mengelus pucuk kepala istri nya dengan lembut.
"Terimakasih ya sayang sudah mau menerima ku sebagai suami mu"
Lisa mengangguk tersenyum, mereka saling berpelukan satu sama lain nya.
"Sudah sore, mandi yuk"
William segera bangun dan menggendong istri nya menuju kamar mandi. Mereka mandi bersama, saling memeluk atau pun berciuman.
William kembali menggendong istri nya itu kembali ke ranjang, setelah mengelap tubuh istri nya.
"Sebentar ya aku carikan baju buat kamu sayang?"
Lisa mengangguk, Will benar-benar sangat menyayangi nya, memperhatikan dan setia tentu nya.
"Ini"
Will menyodorkan baju, celana, hingga pakaian dalam kepada Lisa.
"Terimakasih"
Lisa segera memakai baju rumahan, begitu pun dengan William.
Mereka turun ke halaman samping, dimana terdapat kolam renang. Andra dan istri nya sedang berenang disana.
"Berisik banget sih"
"Iri saja bilang"
"Aku tidak iri ya, aku kan punya pasangan sendiri"
William merangkul mesra istri nya.
"Sekarang saja peluk-pelukan kemarin kemana?"
Cibir Andra.
"Mas....."
Rindi menegur Andra, menepuk bahu nya itu.
"Iya kok yang bener, dia ngambekan terus pergi ke negara S buat jadi pengecut"
"Tidak seperti itu ya"
"Ngaku saja"
"Mas sudah dong"
Ucap Rindi mencubit perut rata suami nya.
"Sakit lah yang"
"Kalau mas masih bertengkar dengan kak Will, aku korting jatah mu nanti malam"
Ancam Rindi, Andra langsung diam tersenyum memeluk istri nya. William dan Lisa menggelengkan kepala mereka lantas tersenyum melihat kedua nya berpelukan.
"Ayo kita duduk di sana"
Ajak William segera menuju bangku taman yang dekat dengan taman bunga.
"Wah taman bunga nya sangat cantik"
"Iya ini milik Tante Jasmin, Daddy nya si Arvin selalu merawat milik mommy nya"
"Setia banget"
"Aku juga begitu lah, setia gitu"
"Oh, ya"
William mengangguk dengan cepat. William memeluk istri nya dengan cepat.
Sementara Daddy mengantar mommy terapi kaki nya yang masih kurang lancar berjalan.
"Tidak terasa ya umur kita sudah tua"
"Iya, lebih baik begini kita bisa berdamai dengan masa lalu"
"Terimakasih ya mas, masih berada disisi ku"
"Kau yang selalu membuat ku punya semangat, aku yakin suatu saat masih bisa dipertemukan dengan mu"
Daddy Rei menggenggam tangan istri nya, mengecup nya dengan mesra.
"Kita sudah tua loh"
"Tidak apa lah mom sudah tua juga kan kita harus harmonis saling mencintai"
"Memang pernah cinta?"
"Kalau tidak cinta, Arvin tak akan ada"
"Jangan gombal dad, mom sudah tua loh"
Rei tertawa melihat ekspresi istri nya, wanita disamping nya ini tidak berubah. Ibu kandung dari anak tunggal nya ini, wanita yang selalu Rei cintai.
Mobil pun sudah sampai di kediaman Mid yang luas dan besar. Kini mommy Jasmin sudah bisa berjalan bahkan dengan durasi waktu yang cukup lama.
"Mommy sudah pulang?"
Ucap Andra yang baru selesai dengan kegiatan renang nya.
"Iya mom, habis terapi"
"Oh"
"Kemana menantu mommy?"
"Lagi dandan lah Mom"
"Oh"
Mommy melihat rambut putra nya basah.
"Kamu habis renang?"
"Iya hanya berdua karena mereka berenang nya di dalam kamar"
Ucap Andra.
"Will sudah kembali ya?"
"Iya Tante"
Ucap Will yang kebetulan lewat, dia mengambil camilan untuk istri nya yang berada di ruang keluarga.
"Kemana istri mu nak?"
"Lagi nonton televisi Tante"
Mommy Jasmin mengangguk.
"Ayah kemana mom?"
"Ayah mu sedang sibuk, sudah hampir tiga Minggu dia berada di negara Z"
"Kok ayah tidak kasih kabar ke Avin ya mom"
"Dia sedang kerja disana"
"Avin kangen ngobrol sama ayah"
Mommy Jasmin hanya menggelengkan kepala nya saja.
"Kan ada Daddy mu nak"
"Daddy tidak seru lah, Avin sama ayah biasa naik yet buat mancing berdua begitu"
"Kamu ini, sama saja mereka itu bapak mu"
"Ih mommy"
Melihat Rindi turun Andra beranjak.
"Yang nonton yuk sama mereka"
"Ayuk"
Rindi memeluk mommy mertua nya. Daddy Rei juga datang duduk di kursi yang tadi Andra duduki.
"Ngadu apa anak itu?"
"Kangen ayah nya, biasa nya mereka memancing kata nya"
"Bocah itu mana mau Daddy temani"
"Sudah pernah mengajak?"
"Saban weekend lah mom"
Daddy Rei mencomot buah yang sudah hampir penuh di piring buah itu.
Daddy Rei juga menyuapkan buah yang manis pada istri nya itu.
"Manis banget mom, Daddy suka"
"Dad jangan gombal ya"
Mommy Jasmin mendorong suami nya itu.
"Aku tidak mau ya punya adik"
Ucap Andra, sontak kedua orang tua nya itu menoleh pada nya.
"Mommy tidak mungkin hamil lagi sayang"
"Ya mana tahu mom"
Andra membawa piring buah itu.
"Loh kok dibawa?"
"Ini kan mommy kupasin buah Avin dad"
Daddy Rei memandang istri nya yang tersenyum lantas mengangguk.
"Kau kan punya istri, itu milik istri nya Daddy"
"Tapi istri nya Daddy itu mommy ku loh dad"
Andra melangkah bak sinpanse. Membuat mommy nya tertaw terbahak-bahak.
"Itu anak mu mom, ada-ada saja"
"Memang begitu dia, ada saja kelakuan nya dad"
Sedangkan Roy berada di apartment nya, mereka sedang berada di kamar mandi. Meski di kamar mandi bukan semata-mata untuk mandi tapi untuk menunggangi pacar sexy nya yang sedang bertumpu di kloset itu.
"Ahhhh......ahhhhh"
Roy terus saja memacu tubuh pacar nya meski awal nya mereka akan mandi sore ini.
Ini sudah akan ketiga kali nya Roy membawa pacar nya menuju puncak. Rose pacar nya Roy tak pernah sekali pun menolak keinginan Roy yang ingin selalu bergumul panas dengan diri nya.
Roy pun meledak dalam diri pacar nya, memeluk erat pacar cantik nya yang dia buat kelelahan sore ini.
"Kita mandi yuk?"
Rose mengangguk, dia tidak protes permintaan Roy atau pun membantah nya.
Roy semakin mencintai pacar nya itu, seenak ini punya pacar pikir Roy apa pun selalu dilayani oleh pacar nya, termasuk *** yang selalu Rose turuti tanpa pernah menolak nya.
BERSAMBUNG.