TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S2 EPS.182


Makan malam di tutup dengan hidangan yang serta bersantai, beda dengan 1 jam lalu mereka memakan makanan berat diam tanpa suara. Mamah Cinta melirik papah Aksara, mereka sudah tidak muda lagi namun cucu mereka baru 2 orang yaitu milik Raksa dan Indri. Kedua cucu nan imut seperti boneka hanya berselang beberapa bulan lahir, mereka berdua berparas sangat cantik.


"Ekhhhmm..........."


Papah Aksara berdehem, sementara para generasi muda nya bersantai dengan nyaman sambil menikmati makanan penutup. Indri dan Saluna menyuapi anak-anak mereka sementara Raksa dan Damian berdiskusi masalah pengembangan bisnis yang mereka jalani.


"Rei, coba jelaskan pada papah?"


"Penjelasan tentang apa pah?"


Mamah Cinta geram di buat anak bungsu lelaki nya, lagi pula Dino sudah tiada dan Melki memilih kembali ke panti asuhan sebagai donatur dan merawat anak-anak yang terlantar. Hanya Jamie asisten Harus yang masih tinggal dan menjadi pelatih bagi para bodyguard baru.


"Sejak 10 tahun lalu, mamah sudah mencarikan mu seorang pendamping untuk jadi istri kau selalu menolak, selalu saja mempunyai alasan"


Sang mamah langsung mengeluarkan taring nya mengintrogasi.


"Malam ini, anak gadis siapa yang kau culik hah?"


Dengan suara lantang sang mamah bertanya pada Rei, alhasil anak Saluna dan Raksa yang sedang mengantuk itu terbangun.


"Mah jangan marah, cucu cantik mu terbangun itu"


"Oh, sayang maafkan Oma ya"


Mengelus cucu pertama kesayangan nya yang sedang berada di pangkuan Saluna.


"Iya mah, dedek cuma kaget saja kok"


Mamah Cinta tersenyum, lalu melirik Rei dengan tatapan tajam. Sedangkan yang dilirik nampak santai saja menyuapkan puding susu kesukaan nya.


"Kapan kalian akan menjelaskan pada kami?"


Ucap papah Aksara, mereka bukan nya tidak setuju Rei berhubungan dengan wanita pun melainkan mereka ingin kepastian hubungan para putra dan putri nya.


"Maaf sebelum nya, saya hanya karyawan di perusahaan tuan Rei, kebetulan beliau meminta saya menemani beliau makan malam dengan klien"


Min menjelaskan agar tidak menyinggung orang tua. Namun kedua orang tua Rei saling pandang dengan penjelasan gadis yang dibawa anak bungsu nya.


'Gadis bodoh ini, menggali kuburan nya sendiri'


Gumam Rei dalam pikiran nya sendiri.


"Nak berapa usia mu?"


Min tersenyum manis, dia tidak tegang sama sekali.


"Bulan depan 19 tahun tuan, nyonya"


Mamah Cinta melotot kearah Rei, sang papah juga nampak terkejut dengan penuturan gadis itu. Sementara Herdan hanya diam saja begitu pun Riana.


'Rupa nya anak bungsu ku 100% menuruni gen ku'


Ucap sang papah dalam hati.


"Pah kenapa papah senyum-senyum?"


"Eh, tidak mah"


"Lalu kalian kenal dimana?"


Ucap mamah Cinta bertanya pada Min.


"Tadi kan dia sudah bilang mah, karyawan kantor, masih ditanya juga"


Sebelum Min menjawab, Rei buru-buru menjawab nya. Sontak itu membuat sang mamah menjadi curiga besar atas hubungan mereka.


"Lalu siapa nama mu nak?"


"Jasmin nyonya, anda boleh memanggil ku Min"


"Oh nama yang bagus ya Rei"


Sang mamah tersenyum begitu manis lantas dia membuka tas nya, lalu melangkah dari kursi.


"Ini hadiah pertemuan kita, Tante gak bisa kasih yang mahal atau pun yang bagus hanya kalung sederhana, kalau bisa jangan dilepas ya"


Min terdiam sesaat.


"Tapi Tante ini pasti sangat mahal"


"Loh ini murah sayang, ini hadiah dari Tante buat pertemuan pertama kita"


Min hendak kembali menjawab namun Rei menatap nya dengan tajam hingga gadis itu terdiam.


"Rei pamit ya mah, pah"


"Loh kok buru-buru"


"Sudah malam, besok aku dan Min harus kerja"


"Ya pergi lah"


Rei bergegas menarik tangan Min untuk keluar restoran itu.


Gumam Rei yang terus menarik Min hingga ke tempat parkiran mobil.


"Ternyata pilihan Rei seperti itu ya pah? pantas mamah carikan dari dulu tidak ada yang mau"


"Seperti itu bagaimana menurut mamah?"


"Muda, cantik, segar, lagi penurut sekali, lemah lembut dan menjadi penyejuk hati"


"Tapi dia suka gadis yang seharusnya menjadi keponakan nya"


"Bukan nya papah juga begitu"


"Kenapa mentok nya ke papah, mah"


"Terus ke siapa lagi?"


Mereka bertengkar karena masalah sepele saja. Mamah Cinta sedikit kesal dengan papah Aksara yang mau menang sendiri.


"Pah, mah, Jasmin adalah adik kandung ku!"


DDUUAARR........


Mereka yang hadir semua memandang kearah Herdan tak terkecuali. Sang mamah menutup mulut nya, sedang papah Aksara menggenggam tangan mamah Cinta.


"Pah......."


"Jangn berburuk sangka mah, kita lihat dan pantau saja dari kejauhan"


"Mamah yakin dengan firasat mamah, pah"


Sang mamah sudah meneteskan air mata nya.


"Papah percaya mah, mereka berjodoh"


Sang papah mencoba memberi pengertian pada mamah Cinta.


"Herdan sudah menyelidiki sekuat tenaga, namun Herdan tidak mampu melawan orang-orang Rei"


"Papah tahu Herdan"


"Maaf, ini memang dari pihak Herdan yang salah pah, mah"


Herdan terdiam kemudian dia mendekat dan bersimpuh pada kedua mertua nya.


"Jika bisa Herdan memutar waktu mah, pah Herdan tidak ingin semua ini terjadi, apa lagi Min waktu itu masih berusia 3 tahun tidak tahu apa pun"


Herdan menangis di hadapan kedua mertua nya, Riana hanya terdiam saja tanpa bisa melakukan apa pun.


"Dari sebelum Jasmin lahir hingga dia berumur 3 tahun baik mamah atau pun Jasmin tidak pernah papah sayangi, papah hanya sayang Herdan, selama ini mereka hidup di desa dengan menderita"


Mereka semua melihat lelehan air mata Herdan, memang disini Jasmin tidak melakukan kesalahan apa pun tidak seharusnya dia menanggung karma papah nya. Namun salah nya hanya lahir membawa nama Sanunjaya.


"Pah, mah hukum lah Herdan jangan berikan karma kesakitan itu pada Min, dia tidak tahu apa pun hingga saat ini"


Papah Aksara dan mamah Cinta saling pandang.


"Herdan dapat kabar dari Kantor keagamaan mereka sudah menikah"


Papah Aksara dan mamah Cinta membuktikan mata nya.


"Pah, bagaimana ini?"


"Tenang mah, kita dengar penjelasan Herdan"


Herdan terus bersimpuh pada kedua mertua nya.


"Mamah berkata, Rei sudah menerangkan pada mamah jika mereka sudah menikah, meninggalkan mamah Min di desa dengan seorang pengurus dan memberikan uang bulanan, tapi Rei berpesan pada mamah agar jangan mengatakan pernikahan mereka, dia juga telah meminta ijin pada mamah untuk membawa Min mengikuti nya dengan dalih naik pangkat ke perusahaan pusat"


Mamah Cinta mengelus dada nya.


"Min tidak tahu dia sudah dinikahi oleh Rei, Min juga tinggal di villa nya"


Ucap Herdan mengakhiri semua perkataannya.


"Berdiri lah, kami sudah tidak melihat masa lalu lagi, untuk adik mu Jasmin mamah dan papah akan berusaha melindungi dia"


"Terimakasih mah, pah"


"Jangan pikirkan lagi, kau pantau saja Herdan jika ada keadaan darurat segera bertindak"


"Baik pah"


"Meski kau bersalah, tapi itu kesalahan papah mu bukan adik mu yang tak tahu apa pun"


"Baik pah"


Mereka segera pergi dari restoran itu untuk menuju rumah dan segera beristirahat karena waktu sudah larut.


BERSAMBUNG.