TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
EPS.67


Aksara secara langsung melihat gadis itu menuju pantry memasak nasi yang tadi pagi. Aksa terdiam menyaksikan istri sirihnya itu, gadis yang hampir seumuran dengan Cinta. Secara perlahan mobil melaju melintasi kawasan taman yang 3 blok lagi menuju rumah utama Alkatiri.


"Tuan, seperti nya di depan itu cafe kecil tempat nongkrong?"


"Kenapa memang nya?"


"Itu sepertinya istri baru anda"


Aksara segera menutup laptop nya, lantas mengikuti arah telunjuk dari Melki asisten nya itu.


"Memang"


"Apa tuan mau ke tempat itu?"


Aksara memperhatikan gadis itu, tersenyum ceria terhadap beberapa pelanggan, ramah juga enerjik.


"Tuan"


"Putar balik ke pondok"


Aksara menyebut tempat yang Cinta tinggali dengan sebutan pondok karena asri lagi sederhana hanya dengan 3 kamar.


"Saya pamit pulang tuan"


"Ya"


Aksara segera mandi lantas membuka lemari pendingin mengambil susu kotak, lantas mengambil nya segelas. Aksara melihat susu itu sehari lagi kadaluarsa. Aksara membanting bungkus susu cair yang masih berisi setengah lebih itu. Gerakan itu membuat seseorang yang baru saja membuka pintu depan terkejut dan berlari.


"Ada apa tuan?"


Aksara menengok, tersenyum miring seperti iblis.


"Kau tau kenapa aku membanting nya"


Cinta menggeleng dengan cepat.


"Susu itu besok pagi memasuki masa kadaluarsa, kau menyediakan aku susu basi begitu!"


Aksara melotot memandang Cinta, sedangkan Cinta hanya menunduk saja dengan reaksi yang Aksara berikan.


"Periksa dan beli yang baru susu ini, jangan ada makanan atau minuman yang basi jika aku pulang kemari"


"Bukan nya jam 1 siang sudah pulang kerja?"


Cinta menggenggam baju nya, meremas dengan kuat.


"Saya cari pekerjaan tambahan, tuan"


Lirih Cinta.


Cinta terdiam, tidak ada jawaban untuk saat ini.


"Sepenting itu kah uang di mata mu?"


Aksara menaikan dagu Cinta dengan ujung telunjuk nya.


"Bagaimana kalau 1 ronde bermain dengan ku di ranjang seharga dua ratus juta?"


Cinta memalingkan wajahnya, memang pernikahan mereka hanya foto saja tanpa janji suci atau kesahan pernikahan. Hanya upacara dalam foto saja.


"Bagaimana hem?"


Cinta hanya terdiam saja, berjalan menuju kamar menutup nya dengan pelan.


Tepatnya 2 jam lalu ada nomer tak dikenal menghubungi ponsel Cinta, orang itu menyebutkan jika dirinya dari catatan sipil dan ingin mengkonfirmasi apakah pernikahan itu mau di legal secara hukum atau agama saja. Disana jelas Cinta tahu jika pernikahan itu hanya lelucon.


"Aku tidak sakit sama sekali!"


Namun air mata Cinta membelah pipi nya, Cinta terisak dalam diam.


"Semangat demi si kembar, bayi-bayi ku"


Cinta segera mandi lantas memakai pakaian rumahan, turun ke dapur untuk mengolah bahan makanan. 1 jam kemudian sepiring sayur, dua macam lauk, nasi putih, buah, air putih sudah Cinta tata berikut semua alat makannya.


"Tuan makan malam sudah siap"


Cinta menghampiri Aksara yang sedang membaca koran dan layar televisi pun menyala, sedangkan teh sudah dingin juga camilan sudah lembek.


'Pada hal, aku membeli nya dengan susah'


Gumam Cinta, karena nyata nya camilan manis itu teronggok sampai di piring saja.


Aksara berjalan menuju dapur, duduk di kursi.


"Tidak usah melayani ku makan, dan kau makan setelah diri ku makan karena aku tidak ingin makan bersama siapa pun!"


Ucap Aksara dingin.


"Baik tuan"


Ucap Cinta undur diri.


Cinta segera memasuki kamar nya, awal nya duduk sambil menonton televisi tapi lama kelamaan Cinta rebahan dan akhirnya televisi yang menonton dirinya tidur. Cinta setiap 10 menit sekali melihat Aksara yang masih makan di meja makan hingga 2 jam akhirnya Cinta terlelap juga karena lelah dengan kerja paruh waktu nya di hari pertama.


Setelah 3 jam Aksara baru bangkit dari meja makan, dia tersenyum senang karena sejak 1 jam lalu istri tanpa status nya sudah tidak mengintip lagi. Aksara sudah menghabiskan semua lauk juga sayur bahkan buah sekali pun. Hanya tersisa nasi itu pun tak lebih dari sekepalan telapak tangan bayi.


BERSAMBUNG.