TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S2 EPS.166


Aryos tersenyum smirk memandang kearah Boy, dia meremehkan lelaki lemah itu yang hanya mengandalkan lelaki bayaran nya saja.


"Apa hanya ini cecunguk yang kau bawa?"


Boy kaget dengan pertanyaan yang Aryos ajukan.


"Hanya 100 biji lelaki bayaran yang lemah ini, kau sampai mengundang kami?"


"Jangan sombong kau kacung!"


Ucap Boy yang langsung mendapat lirikan maut dari Aryos.


"Kau tak pantas menyembah jempol kaki tuan muda sekali pun"


"Heh, sok sekali kau!"


Boy berteriak, meski demikian suara nya hanya mengagetkan burung yang sudah bertengger di dalam hutan itu.


Wwossshh....


Pukulan Boy melayang kearah Aryos, namun dengan cekatan Aryos menghindar. Semua anak buah Boya mengepung Aryos, namun dengan cekatan Aryos mengeluarkan senjata api dan menembaki kaki serta tangan mereka.


Beberapa kali suara tembakan di pinggiran hutan itu adalah hal biasa tak ada seorang pun disana.


"Ayo masuk mobil ku"


Min tersadar, ketika sabuk pengaman yang menjerat nya terlepas. Rei menarik gadis itu, lalu memberikan papper bag.


"Ini untuk apa tuan?"


"Ganti lah di dalam mobil, karena sebentar lagi Aryos selesai"


"Baik"


Min segera mencari tempat aman untuk mengganti baju lalu rok nya. Kemudian merapihkan dengan memasukkan baju ke dalam rok nya. Min segera mengambil tissu basah mengelap sepatu, lalu membasuh muka dengan air mineral.


"Orang lemah semacam diri mu tak pantas jadi penjahat kelamin, pantas nya jadi tukang asuh kelinci"


Rei tertawa dibuat nya, Aryos segera memasuki mobil lalu melajukan mobil mereka keluar dari pinggiran desa berhutan jati lebat itu.


"Bagaimana keadaan mu?"


"Baik"


"Kita antar nona Jasmin pulang Yos?"


"Baik tuan muda"


Mereka segera mempercepat perjalanan, Rei melirik istri rahasia nya itu. Gadis itu sudah tertidur lelap setelah sepuluh menit berada dalam mobil.


"Sudah sampai tuan"


"Kita tunggu sampai dia bangun"


"Baik tuan"


Hanya dalam waktu sepuluh menit saja, Min menggeliat.


"Aduh lelah sekali?"


"Sudah bangun?"


Min terperanjat kaget mendengar suara lelaki dari samping nya, melihat sekeliling jika dia masih berada dalam mobil.


"Ah maaf tuan, saya ketiduran"


"Tak apa, kita sudah sampai rumah mu"


"Terimakasih tuan Rei, pak Aryos sudah menyelamatkan ku dan mengantar ku pulang"


Aryos dan Rei mengangguk, Min bersiap turun.


"Jasmin"


Min menoleh lalu kembali mendekat kearah mobil.


"Besok kau harus ikut kami ke kota atas kenaikan jabatan mu jam 7 pagi sudah siap, kami akan menjemput mu disini"


"Baik tuan, selamat malam"


"Ya selamat malam"


Rei tersenyum smirk karena tujuan nya tinggal selangkah lagi.


"Apa Rave sudah terbang ke kota?"


"Benar tuan muda 1 jam lalu sudah mendarat di kota"


"Apa dia menghubungi mu?"


"Saya sudah terlebih dahulu menghubungi nya karena ada masalah darurat"


"Kerja bagus Yos"


"Terimakasih tuan"


"Oh ya suruh orang-orang mu untuk memperbaiki villa mewah ku yang berada di kawasan perbukitan"


"Baik tuan"


"Aku ingin menempati nya dengan Jasmin"


"Baik"


Aryos segera menghubungi seseorang mengatakan semua perintah sang bos nya, lantas mengantar Rei untuk istirahat karena bos nya akan berangkat jam 9 pagi sedangkan diri nya terbang malam ini.


"Baru pulang sayang?"


"Iya mah, ada sedikit lembur"


"Mamah sudah siapkan makan malam, makan dulu baru tidur"


"Tidak sempat mah, aku mau mengepak baju untuk dibawa ke kota"


"Oh, kan bisa besok nak"


"Besok jm 7 sudah berangkat mah"


"Baik lah makan dulu ya"


Min mengangguk, lalu ke kamar untuk mandi setelah badan terasa segar dia segera makan malam. Min membawa beberapa potong pakaian kerja dan pakaian rumahan nya.


'Ini gara-gara Boy, harus nya aku bisa tidur sekarang ini malah mengepak baju'


Gerutu Min dalam hati.


Tok....tok....tok.


"Sebentar....!"


Klek.


"Eh nak Rei, masuk nak"


"Terimakasih mah"


"Sebentar ya mamah bangunkan Min"


Sang mamah berlalu setelah Rei duduk di sofa ruang tamu.


'Gadis itu sudah dibilang jam 7 masih saja ngaret'


Gerutu Rei dalam hati.


Mamah Laula mengetuk pintu kamar anak gadis nya, tak ada jawaban.


"Pasti belum bangun"


Krieett.......


"Benar, dia masih terlelap dengan selimut empuk nya"


Mamah Laula mendekat mengelus pipi sang putri yang masih terlelap seperti bayi.


"Euunghhh......"


"Bangun sudah pagi nak"


"Sebentar lagi mah, masih pagi juga Min kan jam 9 berangkat kerja nya"


"Tapi bos mu sudah menjemput"


Min membuka mata nya, pikiran nya masih loading. Sedetik kemudian dia sudah ingat dan langsung berlari ke kamar mandi.


"Mah aku mandi dulu"


Min bergegas mandi ala Superman, sementara sang mamah pergi menemui bos anak nya alias menantu nya.


"Maaf ya min mandi dulu, oh ya mamah juga sudah siapkan bekal"


Sang mamah membawakan tas jinjing berisi bekal nasi goreng, kue kesukaan sang anak juga beberapa makanan manis lain nya.


Setelah 15 menit Min keluar dengan dandanan sederhana nya.


"Maaf tuan saya terlambat 15 menit"


"Ayo kita berangkat"


"Mamah Min pamit ya, nanti Min kabari mamah, mamah yang sehat ya"


"Iya sayang"


Min pergi setelah berpamitan dengan sang mamah, ini pertama kali nya Min jauh dari sang mamah.


"Ayo naik"


"Tuan menyetir sendiri?"


"Benar, mereka sudah pergi semalam, lagi pula hanya 45 menit saja"


"Oh, jadi kita berangkat berdua?"


"Memang kau mau sendiri?"


"Tidak juga"


Setelah 45 menit perjalanan mereka tiba di bandara, Rei memasukkan mobil nya kedalam pesawat terbang untuk diangkut bersama.


"Pilih lah tempat duduk sesuka mu"


"Baik"


Untung Min sudah pernah naik pesawat ketika dia melakukan tugas sekolah saat berada di sekolah menengah lalu tidak mungkin dia akan gemetar dan tidak tahu cara nya memasang sabuk pengaman.


"Tuan kenapa sepi?"


"Ini pesawat pribadi, aku ingin istirahat"


"Baik lah"


Rei menutup tirai nya, lalu dia segera tertidur, pesawat mulai terbang sedangkan Min membuka kotak bekal nya yang Rei serahkan pada nya. Min menyuapkan nasi goreng buatan sang mamah. Memakan camilan, permen manis buatan sendiri juga teh hangat yang sang mamah selipkan di tas jinjing itu.


1 jam di udara, Min tertidur kembali karena masih mengantuk.


Ada sesuatu yang dingin yang menyentuh wajah nya.


"Ahh, dingin"


"Bangun lah, kita sudah sampai"


Rei berjalan tegak tanpa membawa apa pun. Dia menghampiri mobil nya yang sudah dikeluarkan dari pesawat nya itu.


"Ayo cepat naik"


Min membawa satu tas jinjing serta tas punggung besar, sementara koper masih di dalam mobil untung nya.


'Untung koper nya masih di dalam mobil kalau tidak aku pasti sudah susah'


Gerutu Min dalam hati.


Min segera menaruh 2 tas nya lalu masuk kedalam mobil.


"Lelet sekali, aku ada meeting jam 1 siang ini sudah jam 11 siang, kita juga butuh makan siang"


"Aku ada bekal dari mamah"


"Itu masakan dari pagi tidak sehat"


"Tapi masih hangat"


"Diam lah aku sedang menyetir"


Min terdiam memandang jalanan menuju ke restoran sesuai selera lelaki yang duduk di samping nya itu.


BERSAMBUNG.