
"Turun lah"
Ucap Aksara.
Lantas Aksara tidak turun dan segera melajukan mobil nya.
"Tuan bukan kah ini hari libur?"
"Aku ada pertemuan dengan teman lama judi bar xxxx"
"Baik tuan"
Mobil milik Aksara yang dikendarai Melki segera membelah jalanan di sore hari menuju sebuah Bar terbesar di kota itu. Tempat nya semua kesenangan, hiburan melupakan sesaat masalah yang ada.
Aksara tanpa ragu memasuki Bar itu.
"Kau berjaga di mobil saja"
"Tapi tuan?"
"Hanya kawan lama apa nya yang harus di khawatirkan"
"Baik tuan"
Melki kembali ke mobil untuk berjaga, dia memanggil beberapa orang yang ada di Bar itu untuk bersiap. Meski tanpa di suruh pun mereka sudah pasti berjaga dengan baik.
Seorang lelaki bule nampak duduk tenang di ruang khusus yang sudah dipesannya.
"Hai, Rayz, apa kabar bro?"
Aksara langsung menjabat tangan lelaki itu, dia lah teman akrab Aksara sewaktu berada di semua jenjang pendidikan.
"Hei jangan bilang kalau kau masih membujang bro!"
Ucap lelaki matang seumuran Aksara itu, Kearo Milen.
Aksara hanya nyengir kuda saja, bahkan dia sendiri bingung akan status nya. Mungkin lelaki yang tak becus itu sebutan yang pantas untuk nya saat ini. Karena nyata nya dia tidak bisa menemukan istrinya hingga setahun lama nya.
"Ayo duduk, aku sudah memesan kesukaan mu, kesukaan kita lihat lah"
Kearo sudah memesan semua yang menjadi minuman, camilan bahkan tempat yang nyaman ini. Kearo meracik minuman dengan santai nya, sambil mereka berbincang.
"Minum lah, sudah lama kita tidak berjumpa"
"Kau benar"
"Apa kau sudah menikah? karena aku sudah memiliki 3 orang anak!"
"Selamat ya"
Kearo tersenyum melihat sahabat nya ini, beberapa kali lelaki itu membuat racikan minuman kesukaan mereka. Beberapa gelas juga sudah dihabiskan oleh Aksara, tak terbesit sedikit pun dugaan yang buruk dalam diri Aksara. Aksa menganggap ini untuk hiburan dari kepenatan hidup nya lagi ini hanya sesekali dalam tenggat waktu yang lama.
"Ada acara apa kau mampir ke negara ini?"
"Hanya sedikit urusan saja"
Aksara mengangguk.
"Apa bisnis itu begitu berarti sehingga kau mau keluar dari negara mu?"
"Ah tidak juga, aku juga sekalian karena teringat pada mu?"
"Baik lah sudah 2 jam aku disini, sampai jumpa kawan"
Ucap Aksara, dengan segera berdiri untu meninggalkan ruangan itu.
Namun, tubuh Aksara sedikit melayang dan jidat nya mengantuk pintu.
'Aku tidak mungkin mabuk hanya dengan minuman campuran 7 gelas kecil itu'
Gumam Aksara.
Aksara segera menelan pil tanpa sepengetahuan Kearo.
'Sebentar lagi dia pasti menahan ku, karena obat nya akan bekerja 5 menit lagi'
Lanjut Aksara.
"Oh ayo lah bro, ini masih sore kita party sampai pagi oke"
Aksara tersenyum pada kawan nya ini.
Dan benar saja tubuh Aksara mendadak gatal, panas lagi berkeringat.
"Baik lah aku ke toilet sebentar!"
"Oke, cepat kembali ya"
'Sial pil penahan rangsangan ini tidak mempan sama sekali'
Ucap nya dalam hati.
Aksara segera memasuki toilet wanita bukan toilet pria karena takut nya si pelaku mengejar di kala efek obat itu memuncak. Aksara mengunci pintu toilet lantas menekan tanda bahaya 1 untuk Melki dan Dino.
'Semoga masih sempat, oh rasanya seperti neraka begini panas'
Gerutu Aksara.
Klek.
"Kau sudah datang?"
"Dimana dia!"
"Sedang ke toilet tenang saja"
Sambil duduk dengan tenang Kearo berbicara.
"Oh apakah kau bodoh?"
"Apa maksud mu?"
"Obat yang ku beri pada mu obat termahal, tidak mungkin setelah meminum nya orang itu akan berasa ingin kencing, dari kapan kau meminumkan nya?"
"Dari 2 jam lalu"
"Kapan dia ke toilet?"
"Baru 5 menit lalu"
"Oh sial nya"
Wanita itu langsung berlari menuju toilet lelaki, mencari membabi buta.
"Ada apa? kita tunggu saja lah"
"Kau ini idiot, dia sudah melarikan diri!"
Wanita itu berteriak teriak kesetanan. Bahkan dia bertanya pada lelaki yang sedang menggunakan toilet lelaki itu, sehingga membuat mereka malu.
"Apa kau gila Karen, kau menanyai setiap lelaki bahkan dengan tidak tahu malu!"
Ya wanita yang ingin menjebak Aksara adalah Karenina, sepupu dari Kearo Milen. Bahkan bisa dibilang sepupu tunggal nya, Karen begitu manja pada kakak lelaki nya. Hingga Karen tahu jika kakak sepupu lelakinya itu sahabat baik dari Aksara, dengan memanfaatkan hubungan itu Karen ingin menjebak Aksara supaya bisa mendapatkan posisi istri karena sudah dipastikan akan mengandung anak Aksara jika Aksara mengonsumsi obat yang baru didapatkan nya itu. Namun sekarang rencana tinggal rencana gagal lah yang harus Karen tanggung.
Karena nyata nya 3 menit sesaat Karenina masuk ke dalam Bar, maka pasukan pengawal handal Aksara mengeluarkan bos nya itu.
"Tuan"
Dino dan Melki serta 2 orang penjaga lain nya berada 1 mobil bersama Aksara.
"Ini panas sekali, ohhh"
Bahkan Aksara meronta, kedua penjaga nya bahkan kewalahan memegang tubuh Aksara. Aksara menggaruk seluruh badan, berkeringat, juga menggeliat sangat tak nyaman.
"Bagaimana ini Mel?"
"Aku bukan cewe, jangan panggil sembarangan!"
"Oke lah"
"Bukan kah ada istri"
Paak..
"Gundul mu"
"Ohhhh, sakit......"
Mereka berdua kaget dengan teriakan tuannya itu.
"Bagaimana?"
"Aku bingung Melki"
"Bagaimana kalau kita bawa ke kolam dingin saja"
"Ide bagus"
Mereka segera menuju apartment yang Aksara beli Minggu lalu.
BERSAMBUNG.