TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
EPS.82


Aksara di kantor merasakan ada nya keanehan pada diri nya, meski baru keluar rumah dia sangat ingin pulang.


"Melki"


"Iya tuan"


"Ada jadwal apa?"


Melki segera melihat agenda hari ini untuk tuan nya.


"Rapat dewan direksi, juga meeting di jam 3 sore dengan para investor di perusahaan anak cabang"


"Tunda semua aku ingin pulang"


Dengan segera Aksara berlari menuju tepat parkir.


"Apa ada yang ketinggalan tuan?"


Melki hanya bengong melihat tuan nya berlalu begitu saja. Sementara Aksa melajukan roda empat nya dengan kecepatan penuh. Aksara sendiri bingung mengapa ingin sekali pulang.


Citt.........


Mobil Aksara sudah memasuki halaman, melihat semua baik saja, tenang, lantas apa yang di khawatirkan hati nya.


'Apa aku sudah gila?'


Gumam Aksara bingung.


"Loh kok pulang lagi ada yang ketinggalan?"


Ucap sang mommy sambil mematikan selang air yang digunakan untuk menyiram bunga.


"Tidak ada mom, Aksa hanya......"


Klek.


Hap.


"Indy......Indy, Indy bangun lah Indy"


Dengan segera Aksara memasukan tubuh istri nya ke dalam mobil untuk segera pergi ke rumah sakit.


Drrtt.....ddrrttt.


Aksara mendial nomor seseorang, tak berapa lama di seberang terdengar menjawab panggilan itu.


"Segera ke rumah periksa semua dapur, makanan itu harus diselidiki, juga cctv harus di pantau"


"Baik bos"


Aksara memandang sendu tubuh sang istri yang tergolek lemas di jok belakang mobil nya.


"Siapa yang berani mencelakai mu?"


Cinta menggeliat, keringat dingin membasahi badan nya, rasa sakit tak tertahankan mulai menjalar.


"Ahh....sakit!"


"Tahan sayang, kita akan segera sampai ya"


Flashback on.


Karenina tersenyum senang, karena nyata nya wanita saungsn cinta nya itu tidak berkutik. Sementara mommy diah masih terus memasak di dapur. Tiba-tiba Karenina memiliki ide yang begitu brilliant, Karen tersenyum senang dan bersemangat. Dengan segera menghubungi kurir rahasia nya itu, untuk meminta barang yang dia inginkan.


ting....tong.


"Eh pagi-pagi sudah ada tamu siapa ya?"


"Entah lah nyonya"


"Sudah kamu lanjutkan membuat camilan sehat biar aku yang membuka pintu nya"


"Baik nyonya"


Mommy Diah segera bergegas menuju pintu utama.


"Mom biar Cinta saja yang buka pintu"


Cinta berbicara dengan nada lemah lembut lagi sopan.


"Eh tidak apa sayang biar mommy saja"


"I....itu paket yang Cinta pesan, mom"


"Oh"


Cinta segera keluar lantas menerima sebuah box kecil, box dengan tampilan yang mewah seperti perhiasan.


"Apa itu nak?"


"Ini anting mom"


Karenina berjalan menuju tangga hingga naik ke lantai 2 dengan tenang.


"Akhir nya aku bisa memiliki ini, semoga kau suka dengan kejutan ku Indy"


Gumam Karenina.


Karenina melihat keluar dadi kamar, dia sudah meletakkan obat itu di dalam saku jaket nya agar mudah untuk di tuang. Karen secara perlahan menuju dapur, meski sedikit tegang akhir nya disana dia tidak melihat apa pun. Sementara sup bergizi dan semua makanan itu masih baru matang mendidih sehingga tidak sulit memasukkan sedikit sesuatu kedalam nya. Karen tersenyum ketika semua obat sudah berhasil dia tuang kedalam makanan yang dia inginkan nya.


"Selamat menikmati kejutan dari dalam hati, aku hanya tahu menyakiti diri mu"


Ucap Karen.


Kemudian terdengar derap langkah memasuki dapur, Karen berpura-pura untuk mengambil air dingin dari lemari pendingin.


"Nyonya sedang mengambil apa? apa sudah lapar?"


"Oh tidak...tidak aku hanya sekedar ingin minum, lagi pula aku baru memakan behel dengan daging asap"


Ucap Karenina.


"Baik lah nyonya, saya ambil buat nyonya Indy yang sedang hamil"


Karen membuat senyum lebar di bibir nya.


'Berikan yang banyak untuk nyonya kalian sekaligus menghabisi nyawa kalian!'


Ucap Karen dalam hati beserta senyum devil yang menghiasi wajah iblis nya.


Obat yang Karen berikan hanya obat pencuci perut dengan tingkat pencuci menengah tidak berbahaya jika tertelan pada orang normal, tapi jika termakan oleh ibu hamil apa lagi dengan kondisi seperti Cinta jelas akan membuat janin luntur juga ibu hamil itu akan dehidrasi hingga bisa merenggut nyawa nya.


Flashback off.


25 menit kemudian mereka sudah sampai di rumah sakit dengan sekuat tenaga Aksa membopong istri nya yang semakin pucat.


"Sabar ya sayang"


Aksara menggosok tangan Cinta meski sudah terbaring di brankar.


Tak berapa lama Cinta masuk ke ruang UGD, para dokter sudah membawa Cinta keluar kembali.


"Bagaimana dokter?"


"Dia baik-baik saja, untuk belum sepenuh nya bekerja obat itu"


"Sukur lah dokter"


"Tapi istri anda perlu badrest selama 3 bulan di rumah sakit"


"Baik dokter"


"Tolong jaga dengan baik istri dan bayi-bayi anda, mereka masih rentan, kalau terlambat sedikit saja bisa jadi ketiga bayi anda akan lenyap"


"Terimakasih dokter"


Aksara segera duduk di samping ranjang untuk menjaga istri nya itu.


"Bahkan dalam rumah utama Alkatiri kau hampir saja dilenyapkan mereka"


Gumam Aksara.


Drrtt....drrttt.


Tanpa meninggalkan Cinta, Aksara mengangkat panggilan di ponsel nya.


"Bagaimana?"


"Kami menemukan kepala pelayan sendiri yang menyajikan makanan itu pada nyonya, tuan"


"Lalu"


"Kami sudah mengamankan mereka tanpa perlawanan"


"Bagus, bagaimana cctv nya?"


"Semua cctv sudah disadap, yang di perlihatkan hanya putaran video kemarin"


"Brengsek, semua sudah terencana"


"Maaf bos"


"Tidak apa, lanjutkan penyelidikan, selidiki secara menyeluruh dan rapih"


"Baik bos"


"Siapa pun pelaku nya jangan biarkan lolos"


"Baik bos"


"Aku akan segera menemui mereka semua"


"Baik bos"


Tut.


Aksara segera mematikan panggilan ponsel nya. Memperhatikan sang istri, lantas mengelus pucuk rambut Cinta serta mencium nya.


Tok...tok.


"Masuk"


Kedua orang tua Aksara juga Karenina yang tersenyum manis datang.


'Rupa nya wanita brengsek ini punya 9 nyawa! belum mati juga!'


Gumam Karen sambil menatap intens Cinta yang tertidur dengan wajah yang pucat.


"Kami bawakan makanan kesukaan mu Rayz"


"Terimakasih mom"


"Jangan terlalu berpikir keras boy, anak-anak mu adalah jagoan kita dia pasti sekuat opa nya"


Aksara terjengkit kaget bisa-bisa nya Daddy nya melawak di saat yang genting ini.


"Dad, jangan melawak di saat kita sedang di terpa musibah"


"Oh Daddy lupa mom"


Sang mommy hanya geleng kepala.


"Ayo sana makan dulu, mommy yang jaga Indy"


"Iya setelah itu mandi, bau loh"


Sang Daddy juga ikut menimpali.


"Iya badan Aksa juga sudah lengket seharian ini belum mandi"


"Bagus itu"


Sang Daddy mengacungkan jempol nya. Namun dia juga merasa sangat kasihan kepada anak tunggal nya, Daddy Ditya selalu berharap agar semua garis keturunannya itu selalu sehat, dan selamat, juga selalu di lindungi tuhan dan saling menyayangi untuk selama nya.


BERSAMBUNG