TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S2 EPS.199


"Ayo cepat kita masuk, mereka sudah 10 menit terkena obat pasti sudah pingsan"


Ucap salah satu dari kelima orang itu.


"Baik bos"


Mereka menyergap masuk setelah membayar makanan yang mereka pesan.


"Kita akan dapat jackpot dari bos nih"


"Benar, misi ini sangat mudah, bos terlalu baik pada kita"


Ucap salah seorang lelaki berbadan tinggi besar. Mereka adalah pembunuh kelas c yang diutus seseorang dengan bayaran yang fantastis, cara kerja mereka sesuai klien.


KREEK......


Pintu ruang privat resto itu dibuka, dan terlihat makanan sudah habis semua namun kedua manusia itu tidak ada di tempat.


"Loh apa mereka jatuh ke lantai ya bos"


"Cepat periksa"


20 menit mereka menjadi hingga ke kolong meja, namun nihil.


"Kurang ajar mereka melarikan diri!"


Ucap yang disebut bos itu menggebrak meja.


"Kita kecolongan bos"


"Tapi obat itu begitu kuat, bagaimana bisa bos?"


"Sudah kita melapor dulu lalu kita kejar"


"Baik bos"


Mereka segera keluar dan tak lupa menanyakan pada pemilik restoran untuk mengecek cctv mereka. Ternyata 5 menit setelah orang terakhir keluar mereka juga keluar dari restoran itu.


"Mereka sangat licik"


Dari sisi luar restoran juga terlihat kedua orang itu menaiki taksi.


"Mereka sungguh pintar ya bos?"


"Kita tidak menghadapi musuh yang lemah"


Mereka segera bergegas mengejar taksi tersebut untuk dimintai keterangan atau langsung menyergap mereka.


Drrttt....drrtt.....ddrrtt.


"Iya bos, maaf kami sedang mengejar taksi kedua buron itu"


"Baik lah, langsung habisi saja"


"Baik"


Dengan kecepatan mereka bisa menyusul taksi yang sedang berhenti di jalanan itu.


"Bos itu taksi nya"


Merek berhenti untuk menggeledah taksi yang sedang ada di warung kopi pinggir jalan.


"Hei apa yang kalian lakukan!"


Salah seorang turun dari becak yang di parkir dekat dengan mobil taksi itu.


"Kami hanya melihat"


"Wahh kalian mengendap-endap nih"


Sahut salah seorang tukang becak itu.


"Tidak kami hanya memeriksa saja"


"Memeriksa! apa maksud mu dari memeriksa taksi teman kami?"


Ada 5 tukang becak yang berteriak pada mereka, semua pengunjung warkop juga berdiri berkerumun sekarang.


"Tidak pak, kami hanya memeriksa teman kami yang menumpang taksi ini tadi"


"Penumpang yang mana?"


"Yang dari restoran xx itu"


"Kau bohong ya sejak tadi pagi taksi ini belum pernah menarik seorang penumpang pun"


"Hei kau jangan bohong pada kami ya!"


Seru ketiga pembunuh bayaran.


"Kau menantang kami rakyat jelata ini, kalian mau merampok!"


Terjadi perseteruan yang sengit untuk beberapa lama di warung kopi.


"Kalian ini mencari siapa?"


Kini ada oknum polisi yang datang untuk minum kopi di hari menjelang sore. Mereka berlima terdiam karena ribet mencari alasan.


"Apa kalian ini pembunuh atau aliran orang kaya yang mencari putra mereka yang hilang, tapi setahu ku tidak ada laporan kehilangan itu"


Ucap polisi yang sudah memarkirkan kendaraan nya itu.


"Ah maaf tuan polisi mungkin kami yang salah"


"Pergilah kalian!"


Mereka bergegas pergi dan melapor.


"Halo bos, kami gagal, taksi berhenti di warung dan buron tidak ditemukan"


"Baik susun rencana kembali"


45 menit yang lalu setelah menaiki taksi Andreas dan Min hanya terdiam.


"Bagaimana selanjut nya?"


Supir taksi melihat mereka.


"Bos"


"Oh kalian"


"Benar bos, kami disuruh bos untuk datang ke titik ini"


"Kok bos kalian tahu?"


"Dia menempelkan alat pelacak lalu melihat kalian menunggu taksi, jadi mengutus kami"


"Ada apa gerangan bos sampai di restoran terpencil ini?"


Andreas menceritakan kronologi kejadian nya dengan mendetail.


"Oh begitu"


Supir taksi tadi menghubungi bos nya, lantas meminta saran.


"Kalian berhenti di warung kopi saja, ketika ada yang mencari mobil mu maka buat lah keributan, aku akan mengundang polisi lalu lintas"


Ucap seorang lelaki yang sebaya dengan Andreas.


"Terimakasih bro"


Ucap Andreas pada teman nya yang masih menggunakan jubah kebesaran nya yang berwarna putih itu. Bos mereka berbicara dengan bawahan nya yang sedang mengemudi taksi itu.


"Turunkan dia di halte angkutan umum di titik C, lantas kembali ke warung kopi tapi jangan dimatikan mesin nya selama 30 menit, aku akan mereset kargo mobil mu"


Perintah bos supir taksi itu dengan tegas.


"Baik lah bos"


Mereka menjalankan rencana bos supir taksi itu, lantas memulai rencana mereka.


Tapi Min dan Andreas segera kembali ke kantor, Andreas yang tak kalah cerdas dengan yang lain menyelidiki awal mula nya dari Bu Ariani ketua divisi yang memimpin divisi Min.


"Kamu dari mana?"


Ucap paman Andreas.


"Paman kok tanya begitu?"


"Iya lah selama 2 jam kamu menghilang?"


"Loh bukan nya Bu Ariani ini menugaskan Andreas dan Jasmin ke lokasi yang akan dibangun resort?"


"Mana ada! dasar anak bodoh!"


Andreas kaget tak kepalang.


"Dari mana kau dapat email itu?"


"Ini"


Andreas menunjukan email yang terkirim oleh akun Bu Arini.


"Ini akun lama tidak di gunakan Arini lagi, akun ini dibajak orang dan kadang menyesatkan, jadi Arini membuat akun baru"


"Benar kah? jadi siapa orang yang menggunakan nya?"


"Mana ku tahu, memang kenapa?"


Andreas menceritakan semua yang terjadi termasuk bukti foto yang baru saja dia ambil dari kamera mobil nya saat mereka tiba di restoran terpencil.


"Ini pembunuh bayaran kelas c, bagaimana bisa kamu terlibat dengan mereka?"


"Mana ku tahu paman!"


"Gawat, kau akan diincar mereka sampai kena, apa masalah mu?"


Andreas terdiam dia berpikiran sama dengan sang paman, bagaimana dengan Jasmin.


"Apa mereka mengincar Jasmin?"


"Tanyakan pada gadis itu, tapi sebaiknya kamu memberikan bukti pada nya juga agar dia berhati-hati mulai sekarang"


"Baik paman"


"Ingat jangan dulu berinteraksi berdua dengan gadis itu lagi!"


"Kenapa?"


"Masih bertanya, tentu saja karena kalian diincar"


"Benar juga ya paman"


"Sebaik nya kau pulang ke rumah utama agar tidak dalam bahaya"


"Baik paman"


"Ijin lah cuti selama seminggu"


Andreas hanya mengangguk, dia mengirimkan beberapa pesan yang langsung dibaca oleh Min.


Min juga merasakan keanehan, belum lagi reda rasa kaget, Min sudah di datangi oleh Aryos.


"Di panggil tuan, nyonya"


Aryos menuliskan di ponsel canggih nya.


"Baik lah"


Aryos mengawal wanita milik bos nya ini, lantas masuk ke ruangan kerja nya.


"Dari mana?"


Jam kerja masih 2 jam lagi, Min hanya bisa terdiam.


"Sudah puas bermain dengan lelaki nya?"


Tling.


Rei langsung mengambil ponsel milik Min.


"Jangan om"


"Diam"


Rei memahami isi pesan secara perlahan, membaca nya dengan pelan.


"Apa ini?"


Min menundukkan kepala nya, dia bingung harus dari mana menjelaskan duduk masalah nya ini.


"Jelaskan aku tidak marah"


Min langsung menjelaskan masalah nya meskipun terbata-bata.


"Yos, panggil Andreas dari divisi design dan Arini dari perencanaan"


"Baik bos"


Rei duduk dengan santai sementara Min begitu sangat gelisah dan khawatir. Khawatir Rei akan meledak dengan nafsu lelaki itu yang amat tinggi.


BERSAMBUNG.