
"Apa mommy tidak disambut disini?"
Ucap sang mommy sambil mendekat karena sepasang suami istri itu masih asik dengan kegiatan mereka, meskipun mommy Diah tahu jika yang disebut istri sudah berontak dari tadi namun putra semata wayang nya yang nakal lagi lagi haus belaian itu terus memaksa.
Aksa kemudian melepaskan bibir istrinya. Ketika mommy nya sudah duduk seberang mereka duduk. Gadis muda yang diakui istri oleh anaknya itu memperbaiki dandanannya, terlihat menundukkan kepala. Namun si suami yang tak lain putra tunggalnya, mengelus kepala istrinya bahkan tersenyum manis. Membuat Diah Rayz menghela nafas, segitu haruskah putra nya akan kasih sayang tapi wajar juga karena putra nya baru menikah setelah dikhianati dan usia nya menikah sudah matang.
"Mommy ingin bicara pada mu!"
Diah segera beranjak dari tempatnya duduk menuju ruang kerja, sementara Aksara menarik Cinta untuk ikut bersamanya.
"Om apa Cinta perlu ikut?"
Lirih Cinta.
"Kalau tidak ikut berarti nanti malam jatah nya nambah dua kali lipat"
Ucap Aksara sambil tersenyum tipis, sementara Cinta ngeri.
'Satu kali lipat saja nambah terus, pinggang Cinta mau patah rasanya'
Gumam Cinta dalam hatinya.
Dengan langkah yang berat Cinta mengikuti langkah om suaminya yang semakin menggenggam tangannya dengan erat.
Disana sang mommy dari suami Cinta sudah duduk dengan elegant nya, meski sudah tidak muda lagi namun penampilannya sangat anggun lagi cantik.
"Katakan mom"
Ucap Aksara ketika sudah mendudukkan pantat nya.
"Bukan kah mom meminta mu saja yang datang?"
Sang mommy memandang dengan tajam sementara sepasang manusia itu saling pandang.
"Yang tidak berkepentingan silahkan keluar!"
Ucap Diah Rayz telak.
Cinta akan segera beranjak, namun lagi lagi tangannya ditarik oleh om suaminya. Cinta menolehkan kepalanya pada suaminya yang tersenyum tipis, sehingga Cinta kembali menempelkan pantat nya pada kursi.
"Maaf mom, kami semua berkepentingan"
Ucap Aksara.
Bagaimana pun, Aksara sudah menjadikan Cinta miliknya. Gadis itu bukan hanya wanita yang dicintai Aksara namun juga istrinya satu satunya sampai kapan pun.
"Maksud mu?"
Terlihat sorot kebingungan dari sang mommy, namun Cinta hanya menundukkan kepalanya.
"Amara Thitania Arcinta adalah istri ku, istri dari Wicaksara Rayz Alkatiri dan dalam keluarga besar kita tidak akan menikah dengan wanita lebih dari satu orang bukan kah begitu? mom sendiri yang mengucapkan sumpah itu!"
Mommy Diah menghela nafasnya, dia mengakui deklarasi itu dibuat dirinya sendiri namun dia akan melanggar hanya demi sang putra.
"Jadi apa pun yang mom akan bicarakan maka bicarakan lah dihadapan kami, karena Aksara sudah menikahi Cinta secara legal"
Lanjut Aksara.
"Meskipun kau menikahi gadis itu tapi kami belum mengakui pernikahan mu, jadi Dimata seluruh keluarga pernikahan mu belum sah"
Ucap sang mommy memandang kearah mereka berdua.
"Mommy sudah memilihkan dua calon untuk mu, kau harus memilih dari salah satunya!"
Ucap sang mommy tegas.
"Maaf mom, aku sudah menikahi istri ku!"
Bantah Aksara dengan cepat, sambil menggenggam tangan Cinta dengan erat.
"Aku tidak akan menceraikan Cinta sampai mati pun, karena aku mencintai nya"
Ucap Aksara berapi api.
"Itu tidak bisa nak"
Sanggah sang mommy.
"Aksa tetap pada pendirian Aksa, Aksa bisa memantaskan Cinta agar diterima oleh mommy"
Ucap Aksara kemudian.
Aksara mengatakan itu, karena dia juga tidak ingin menyakiti hati wanita yang menjadi cinta pertama nya sebelum menikahi Cinta wanita yang sangat dicintainya sebagai pasangan.
"Memantaskan! gadis mu mau kau sodorkan pada mommy!"
"Mom"
Sang mommy menggelengkan kepalanya.
"Kau bukan lelaki bodoh, kau adalah putra ku pangeran dari Alkatiri"
Aksara sudah geram mendengar penolakan dari sang mommy secara langsung namun dia hanya diam saja. Cinta yang disamping nya terlihat mengusap air matanya.
Sang mommy terdiam.
"Aksara tidak pernah meminta apa pun, Aksara juga tidak pernah menyalahkan mommy, anggap Aksa memohon pada mommy kali ini"
Ucap Aksara dengan tegas.
Nampak muka sang mommy langsung pucat, mata nya seketika melotot memandang putra tunggalnya.
"Sebegitu kah cinta mu terhadapnya?"
Tanya sang mommy.
Tapi tak pernah Diah ingkari jika putranya menyayangi seseorang, maka pasti di akan menjaga nya dengan sepenuh hati. Dia ingat dengan Cath dulu, meski berkhianat namun putra nya hanya diam hingga rasa sakit itu dipendamnya sendirian, benar kata suaminya yang tak lain Daddy dari Aksara sudah memperingatkan jika anak mereka mencintai istrinya. Diah Rayz menunduk sebenarnya dia meneteskan air matanya dan dengan sekejap mengusapnya.
"Biar Aksara memantaskan Cinta seperti keinginan mommy"
Lirih Aksara, mencoba untuk melunakkan hati salah satu wanita tercintanya.
"Mom"
"Maka istri mu haru mengikuti semua peraturan yang mommy miliki!"
"Baik"
Jawab Aksara.
Sementara sang mommy melirik gadis yang menundukkan kepalanya, membisu terdiam.
"Lupakan lah"
"Mom"
Sang mommy segera melesat menuju pintu utama apartment anaknya.
"Nyonya"
Tiba-tiba ada tangan yang mencekal telapak tangannya, Diah melirik gadis yang disisi putranya dengan mata sembab, maka wanita paruh baya itu berhenti.
"Apa pun yang suami ku katakan maka itu juga perkataan ku, nyonya aku bersedia mengikuti peraturan mu"
"Benar kah?"
Cinta segera mengangguk.
"Kau harus juga tinggal dikediaman Alkatiri, belajar menjadi menantu keluarga kami seperti yang lainnya, kau juga dilarang kuliah apa lagi bekerja tugas mu hanya menyambut suami mu dengan baik"
"Tidak!"
Itu buka suara Cinta melainkan suaminya. Cinta menoleh pada lelaki yang kian mendekat kearah mereka, Cinta segera menggelengkan kepalanya.
"Tidak mom itu tidak mungkin Cinta masih belia"
"Maka jika kau berpikir demikian jangan menikahinya!"
"Aku setuju"
"see, istri mu saja setuju"
"Sudah lah kita tidak perlu pengakuan mereka cukup aku mencintai mu"
"Tapi aku bersedia"
"Besok antarkan istri mu, dan kau hanya boleh bertemu dengan dia jika hari sabtu dan minggu atau libur kantor, mengerti"
Klek.
Selesai berkata demikian Diah Rayz segera pergi dari apartment milik anaknya dengan senyum yang mengembang sempurna.
Sementara kedua suami istri itu saling menatap.
"Apa mau mu?"
"Aku hanya menginginkan restu orang tua kita om"
"Buat apa sayang?"
Cinta terdiam.
"Aku mencintai mu dan itu sudah cukup, tidak ada yang berubah, aku tidak mau kamu terluka berada dikediaman keluarga ku"
"Aku akan baik baik saja, percaya lah"
Dengan segera Aksara menangkup wajah istrinya, lalu dengan rakus menjilati bibir istrinya mencecap asin bekas air mata yang mengaliri pipi mulus sang istri. Begitu lama Aksara menikmati bibir merekah itu hingga mereka harus terhenti. Tak sabar Aksara kembali membawa wanita nya, menuju peraduan dan siap mengarungi surga bersama.
"Ahh......om"
Disiang itu kembali mereka bergumul panjang dalam nikmat cinta bersama.
BERSAMBUNG.