
Kini dengan terpaksa Lisa berada di kamar ini, kamar lelaki yang terkesan cool. Warna putih yang di sertai corak gold, elegan dan simpel tapi sangat wangi dan bersih.
William menurunkan tubuh Lisa di kamar nya. Ada beberapa pelayan yang datang membawa baju-baju, perhiasan dan kebutuhan Lisa lain nya sedang di tata di kamar nya Will.
"Karena kamu sudah setuju untuk mengadakan resepsi pernikahan dengan ku maka kau juga harus tinggal di kamar ku"
Ucap Will dengan santai nya pada Lisa.
"Ingat janji mu, kau akan melakukan apa pun bukan?"
"Iya, aku masih ingat"
"Obat mu di laci yang sama, biar kamu tidak kesusahan mencari nya"
"Iya"
Semua pelayan sudah menata barang milik Lisa.
"Tuan kami sudah selesai"
"Baik lah, terimakasih"
"Kami pamit"
Will mengangguk setelah mereka keluar Will segera mengunci kamar nya.
'Apa mungkin aku akan terkurung disini selama nya?'
Tanya Lisa dengan gelisah, dia nampak terdiam mematung.
GREEPP.........
Will sudah memeluk erat tubuh istri nya itu, memeluk dari belakang, mengendus leher istri nya. Will sengaja memancing Lisa, agar malam ini dia menikmati tubuh istri cantik nya.
"Mas.......!"
Will tidak peduli akan ucapan Lisa yang mengganggu telinga nya. Will membopong tubuh ringan Lisa membaringkan nya di ranjang.
"Ingat janji mu kalau kau tidak akan menolak permintaan ku"
Lisa menghela nafas kemudian dia hanya pasrah saja, apa yang mau suami nya lakukan pada.
William tak banyak basi-basi lagi segera menyatukan bibir nya dan bibir milik Lisa, mereka berpagutan mesra diatas ranjang begitu lama.
William mencumbui Lisa dengan lembut, dengan perlahan tangan William sudah membuang semua kain yang melekat pada badan istri nya dan diri nya.
Sejak selesai makan malam dengan keluarga, William sudah mengurung istri nya di kamar apa lagi yang Will lakukan selain menggempur istri nya.
Entah sudah yang ke berapa kali Will tidak mengingat nya, dia dan istri nya sampai di puncak permainan. Tapi William terlihat tidak merasakan lelah sama sekali.
"Mas.....aku lelah"
Lisa sudah merasa lelah karena begitu lama tubuh nya di pacu suami nya ini.
"Aku belum puas"
Jawab Will enteng.
"Tolong mas.....aku ingin istirahat"
"Diam lah"
William masih semangat memacu tubuh istri nya ini, karena hari juga masih gelap belum terang pikir Will.
Lisa yang badan nya sangat lelah bahkan terasa remuk itu memejamkan mata nya meski suami nya masih belum mau usai dengan kegiatan panas mereka.
William terdiam, dia berhenti langsung mencabut milik nya dengan kasar dari tubuh Lisa.
"Sssttt.........."
Lisa mendesis karena gerakan itu membuat nya sedikit nyari.
Will segera membuka pintu balkon, sebentar lagi hari akan terang. Dia menyalakan sebatang rokok, Will berdiri di balkon hanya menggunakan celana panjang saja dada nya terbuka.
Cukup lama berdiri, hingga hari terang, Will memencet telfon yang terhubung ke dapur, pelayan rumah pasti sudah membuat sarapan.
"Antar sarapan ke kamar ku"
"Baik tuan muda kedua"
William duduk di kursi panjang yang berada di balkon kamar nya.
Tok.....tok....tok.
Pintu kamar di lantai 3 itu diketuk oleh pelayan yang mengantarkan sarapan pagi ini.
"Masuk"
"Tuan ini sarapan anda"
"Taruh saja, kau keluar dari sini"
"Baik tuan"
William segera mengunci kembali pintu kamar nya, membawa troli sarapan ke balkon menyiapkan sarapan pagi romantis. Will melihat jam yang menempel di dinding menunjukkan pukul 7 pagi.
William naik ke ranjang istri nya lantas segera membuka selimut yang menutupi tubuh polos istri nya itu. Will merangkak keatas tubuh sang istri dan menindih nya, membelai pipi istri nya amat cantik bagi Will.
Kembali Will menyatukan bibir nya dengan bibir istri nya, ******* nya dengan lembut serta menerobos masuk membelit lidah nya mencecap nya dengan manis.
"Eughhh........"
Lisa melenguh ketika bibir nya ada yang mencecapi, basah dan hangat. Lisa membuka mata nya perlahan yang masih berat.
Will tersenyum karena mata berbulu lebat itu terbuka meski pun masih satu mungkin karena kelelahan setelah Will gempur habis-habisan semalam.
"Pagi sayang ku"
"Mas......."
Lisa yang masih mengantuk ingin memejamkan mata nya kembali, badan nya juga sangat lelah sekali.
Namun Lisa membulatkan mata nya karena secepat kilat Will sudah membuka paha nya dan melakukan adegan seperti semalam lagi.
"Mas ampun, aku tidak kuat lagi mas"
Pinta Lisa dengan memohon, Will juga niat awal nya ingin mengajak istri nya sarapan namun karena gemas akhir nya dia kembali menaiki istri nya.
"Iya"
Will segera bangkit tidak jadi meneruskan niat nya karena Lisa memohon pada nya.
"Ayo bangun aku ingin di temani sarapan"
Dengan segera Lisa bangun memakai baju tidur nya asal. Will menggandeng istri nya ke balkon yang sudah ada sarapan di meja.
"Ayo makan"
Lisa segera menyantap bubur, jujur dia memang sangat lapar. Will hanya tersenyum melihat Lisa makan dengan lahap.
"Besok malam kita mengadakan resepsi di gedung yang sudah Daddy siapkan"
"Iya mas"
"Aku tidak akan membuat mu lelah, karena kita akan resepsi, ingat janji mu jangan pernah kabur atau berhubungan dengan Carmen aku tidak suka"
Mereka memakan sarapan nya di kamar dengan damai.
Meninggalkan sepasang pengantin itu, kini Andra sedang duduk santai di meja makan pula dengan sarapan mereka.
"Tuan"
Roy datang membawa undangan di tangan nya.
"Kenapa?"
"Ada undangan dari keluarga Lordian"
Andra menoleh mendapati Roy yang sedang berdiri di sebelah nya menyampaikan berita tersebut.
"Will akan menikah?"
Ya Andra begitu mengenal sahabat nya yang pernah sekampus di negara A ini.
"Baik lah, aku akan menjemput istri ku di bandara"
"Saya sudah menginfokan pada Anita dan nyonya muda juga sudah di kabari dan pekerjaan nya sudah mulai senggang"
"Persiapkan semua, bawa Novan juga, kau terlalu lelet bekerja menjadi detektif"
"Baik tuan, maaf"
"Pastikan istri ku selamat sampai disini"
"Tentu tuan"
Roy segera bergegas pergi ke bandara karena nanti malam nyonya muda nya akan segera datang.
"Mommy akan ketemu dengan menantu mommy ya sayang?"
"Iya mom, terima dia sebagai mantu mommy ya"
"Itu sudah pasti sayang, mommy sangat ingin bertemu dengan nya"
"Iya kemaren-kemaren karena perusahaan paman tidak bisa di tinggalkan jadi Arin tidak bisa ikut"
"Iya mommy mengerti kamu juga fokus ke mommy jadi istri mu terbengkalai"
"Emang bangun yang?"
Sahut Daddy Rei.
Mommy Jasmin tersenyum begitu pun Andra.
BERSAMBUNG.