
Kebahagiaan Andra sangat sempurna saat ini meski hanya sekedar berjalan di tepi pantai yang ada di resort Daddy Rei.
"Yang aku cape banget nih, kita istirahat dulu yuk di kamar"
Rindi mengangguk, makanan yang ada pun sudah habis jadi wajar jika suami nya ingin istirahat terlebih ini sudah masuk jam istirahat siang.
Andra menggenggam jemari Rindu lantas membawa istri nya itu naik ke lantai 11 lantai paling tinggi di penginapan resort milik Daddy Rei. Daddy Rei 3 bulan lalu membangun lantai terakhir ini khusus untuk putra tunggal nya. Ya semacam panta house, satu lantai hanya di huni satu kamar yang luas nya mirip rumah sederhana dengan 3 kamar.
Tling.......
Lift berhenti di ujung bangunan berlantai ini, yang Rindi lihat hanya pintu tak ada yang lain itu pun cuma satu tidak beberapa.
"Ayo masuk yang"
Rindi tersenyum ketika Andra menempelkan sidik jari nya dan juga sidik jari istri nya.
"Nah enak kan kalau ada tamu tuh mereka pencet bel, bukan main masuk aja"
"Ini satu lantai ya mas?"
"Ini sayang, ini khusus buat kita menginap, lantai 10 tempat gym lantai 9 ada toko branded, lantai 8 baru kamar milik Daddy, mommy dan juga Roy, Novan serta Anita"
Rindi hanya mengangguk tentang uraian singkat yang di utarakan suami nya.
"Ini ada 3 kamar ya sayang"
"Iya"
"Kamar bawah mas jadikan ruang kerja, dan tempat gudang barang yang masih terpakai, kamar kita diatas dengan kamar mandi jadi kamar tidur satu nya mas rombak buat tempat baju kita"
"Jadi hanya satu kamar ya mas?"
"Masih ada 2 lagi tapi kamar biasa aja di bawah, diatas buat balkon kalau malam kita bisa duduk disana melihat pemandangan dari sana kaya nya seru yang"
"Oh, begitu"
"Iya jika kita ingin makan malam romantis juga bisa di balkon resort ini"
"Iya juga ya mas"
"Ya sudah kita istirahat dulu yuk"
Benar saja Andra mengajak istri nya untuk tidur siang bersama karena Andra masih cuti. Jadi kapan lagi Andra bisa menghabiskan waktu berdua istri nya.
Waktu terus berjalan, hari-hari Andra dan Rindi lalui dengan damai. 3 bulan kemudian, dalam pernikahan mereka.
Ting tong......
Bunyi bel rumah megah milik Andra dipencet, pada hal ini hari Minggu namun ada saja yang datang berkunjung. Rindi hendak bergerak membuka pintu rumah mereka namun Andra menarik tangan istri cantik nya agar tidak keluar dari selimut itu.
"Mas aku mau buka pintu, itu ada tamu mas"
"Tapi aku masih ngantuk yang"
"Ya sudah mas tidur saja, biar Arin yang buka pintu nya"
"Gak usah di ladeni lah yang"
"Ih mas itukan tamu"
Andra mendengus kesal pagi-pagi sudah ada saja yang merusak hati nya, dengan terpaksa Andra mengijinkan istri nya untuk turun dari ranjang demi membuka pintu untuk tamu nya.
KLEAKK......
Pintu rumah utama milik Andra terbuka, Rindi tersenyum melihat sosok paruh baya yang tak lain Daddy mertua nya.
"Selamat pagi Rin?"
"Pagi Daddy, silahkan masuk"
Rindi mempersilahkan Daddy Rei masuk kedalam rumah yang dia tempati bersama Andra.
"Daddy mau minum apa?"
"Air putih atau jus saja, Daddy sedang hidup sehat supaya berumur panjang"
Rindi tersenyum.
"Baik Daddy, sebentar ya"
Daddy Rei mengangguk dan menunggu menantu tunggal perempuan nya membuatkan minum. Saat ini memang tidak pagi, jari Daddy Rei mengira jika anak semata wayang nya sudah bangun pada hal sang anak setiap malam bekerja rodi hingga selalu bangun kesiangan.
"Silahkan dad"
"Terimakasih ya nak"
Daddy langsung meminum jus mangga nya tanpa gula, manis dari manis buah asli.
"Arvin mana?"
"Dia belum bangun ya?"
Daddy Rei hanya menggelengkan kepala nya heran dibuat nya.
"Daddy ada perlu, tolong bangunkan suami mu nak'
"Baik dad"
Rindi bergegas menuju kamar, lantas membangunkan suami nya yang masih terlelap.
"Ada apa yang?"
"Bangun mas, ada Daddy Rei"
"Lalu kenapa yang?"
"Seperti nya Daddy ada perlu sama mas, bangun gih mandi terus temuin Daddy, aku akan masak makan siang"
"Ini sudah jam berapa yang?'
"Jam 10 pagi mas"
"Oh sudah siang ternyata, ya sudah mas mau mandi dulu ya"
"Iya mas"
Rindi segera turun untuk menemui sang Daddy.
"Maaf dad, mas Arvin sedang mandi, Arin tinggal dulu buat masak makan siang ya dad"
"Iya, Daddy tidak buru-buru kok"
Rindi berlalu setelah ijin mau masak ke mertua lelaki nya. Dia segera menyiapkan makan siang, menu nya simpel tidak terlalu ribet. Hampir sejam setengah semua masakan Rindi sudah matang. Rindi segera masuk kamar untuk mandi dan menyuruh ayah dan anak yang ada di ruang tamu untuk makan siang.
"Ada apa dad?"
Andra bertanya pada Daddy Rei, sambil menyeruput teh hangat nya yang Rindi sajikan sebelum dia naik ke kamar untuk mandi.
"Daddy dapat telpon dari ayah mu tadi pagi, jadi Daddy ke kantor terus mampir kesini"
"Ayah Andreas bilang apa dad?"
"Ayah mu sudah meracik obat untuk mommy mu, dia menemukan obat tersebut setelah meneliti obat dari ruang kerja Elian, dia sudah mencoba pada beberapa penderita yang sama dengan mommy mu"
"Lalu?"
"Obat sudah diberikan lebih dari 2 Minggu, mommy mu hanya baru bisa merespon dari gerakan tubuh nya saja, ayah mu berkata bagaimana jika kamu yang mencoba untuk berbicara dengan mommy mu siapa tahu bisa membuat mommy mu bangun"
Ucap Rei memberikan saran Andreas pada anak semata wayang nya.
"Ini berita yang sangat menyenangkan dad, aku akan berembug dengan istri ku, nanti ku kabari Daddy setelah dia setuju untuk ikut bertemu mommy ku"
Andra berbicara sambil mengulas senyum bahagia, selama 30 tahun Andra tidak pernah tersenyum meski hanya sekejap saja.
"Baik lah Daddy tunggu ya, Daddy pergi dulu nak"
Andra mengangguk mengantarkan sang Daddy keluar dari rumah megah nya.
"Loh Daddy mana mas?"
"Sudah pulang, kenapa?"
"Daddy suruh makan siang dulu bareng kita"
"Mungkin Daddy sibuk atau juga tak ingin mengganggu kesibukan intim kita sayang"
"Lebay, ayo makan dulu aku sudah lapar banget"
"Ayo, sekalian ada yang ingin mas bicarakan dengan kamu sayang"
"Memang mau ngomong apa?"
Rindi membuka piring milik Andra mengisi dengan nasi, terong balado, ikan gurami goreng dan sambal terasi.
"Kaya nya makanan nya lezat yang, mas jadi tambah lapar nih"
"Malah ngalihin pembicaraan mas"
"Nanti setelah makan mas utarakan niat mas ya"
"Iya deh, makan dulu ya mas"
Mereka menyantap santap siang dengan lahap dan hangat.
BERSAMBUNG.