TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
SESSION 3 EPS.220


Hari berlalu dengan cepat, bahkan bulan pun sama saja. Seseorang yang dianggap mati, seseorang yang sudah dianggap berada di surga seolah tidak terjadi apa pun pada nya.


Dialah Jasmin, wanita belia yang sudah pernah menikah meski tidak jelas dan tidak ada publik yang tahu. Tapi wanita 20 tahunan ini sudah melahirkan seorang putra yang sangat tampan, meski ada beberapa jejak lelaki mantan suami nya itu.


"Selamat Bu, putra nya sehat dan tampan"


Min tersenyum, ketika bayi merah menggeliat itu berada dalam pelukan nya. Usaha nya selama 6 bulan ini terbayarkan dengan melihat makhluk kecil yang mungil, imut, lagi sangat tampan.


"Terimakasih sus"


Min menggendong buah hati nya, dia sangat bersyukur lagi sangat berterimakasih jika Tuhan sudah memberikan buah hati tercinta nya lahir dengan selamat ke dunia.


"Mamah akan selalu menjaga kamu, sayang ku"


FLASH BACK ON.


Enam bulan lalu saat itu Min sudah memesan tiket ke negara J. Meski tanpa tujuan namun dia hanya ingin berlibur saja meski hanya sehari.


"Haus sekali, aku beli minum dulu lah"


Min bergegas keluar dari antrean menuju ke tempat mesin yang menjual minuman, jika dia memesan minuman takut nya akan terlambat.


Sebelum dia selesai dengan membeli minuman segar itu, samar-samar Min mendengar beberapa orang yang memeriksa bandara terutama lokasi keberangkatan.


"Apa mereka anak buah Aryos?"


Min segera berlari ke toilet, Min bersembunyi di toilet wanita.


PRANNKK.......


"Ahh, sial....... jadwal penerbangan ku diundur, bagaimana ini?"


Seseorang berteriak di dalam toilet.


Tok....tok....tok.


"Iya"


Dengan ketus seorang wanita sexy itu membuka toilet, melihat pakaian yang dikenakan wanita itu pasti nya dia seorang model.


"Seperti nya kau sedang kesusahan?"


"Kau lihat jadwal ku sangat padat, sedangkan pesawat ku delay selama 1 jam"


"Kau membutuhkan penerbangan cepat?"


Wanita sexy itu mengangguk, lantas Min tersenyum.


"Mau ke negara mana memang nya?"


"Negara A"


"Oh tujuan kita sama, kebetulan pesawat ku 10 menit lagi berangkat, apa kau mau bertukar dengan ku?"


"Benar kah?"


Min mengangguk dan tersenyum.


"Tapi barang ku sudah ada di bagasi hanya tas dan identitas saja"


Wanita sexy itu berpikir sejenak mengenai itu.


"Kalau begitu kita tukar tas, identitas dan kau bawa koper ku, nanti setelah negara A aku akan menjemput mu"


"Oh bisa begitu?"


"Baik lah ambil ini dan aku bawa punya mu oke, aku berangkat"


Dengan mudah nya wanita itu pergi berlalu begitu saja bahkan tanpa menengok kebelakang entah ini takdir atau sebuah perbaikan nasib tapi siapa yang menduga akan terjadi kecelakaan itu.


Pesawat Min mendarat sempurna di negara A, bahkan kedua orang tua gadis itu yang tak lain adalah model internasional Cate Mid itu menjemput nya di bandara.


"Sayang......"


Sang mamah begitu bahagia melihat sang putri kembali. Namun Min langsung menundukkan wajah nya bersikap hormat membuat mereka menjadi bingung.


"Sayang ada apa?"


Ucap sang papah yang jelas seorang bule dengan rambut pirang nya.


Sikap Min yang seolah bingung membuat mereka akhir nya menyarankan untuk pulang terlebih dahulu.


"Nah sekarang kita sudah pulang kau boleh mengutarakan kebingungan mu itu?"


Sang mamah berucap dengan nada manja. Min agak canggung bagaimana pun dihadapan nya itu orang tua dari gadis yang tubuh nya hancur dalam kecelakaan pesawat itu.


"Kami tidak akan marah pada mu, cepat jelaskan!"


Ucap sang papah, sang papah merasakan ada keanehan yang mendalam pada sikap anak gadis nya itu.


Lirih Min berucap.


Sang mamah langsung bangun akibat kaget, dia sangat kaget dengan pernyataan yang diungkapkan gadis belia dihadapan nya itu. Gadis ini nampak lebih muda 2 tahun dari anak perempuan tunggal nya.


"Kau jangan bercanda, Cate ini tidak lucu tahu, mamah tahu kamu capek lebih baik kamu istirahat"


Sang mamah langsung bergegas keluar. Nyonya Mendy Mid dan tuan Jorge Mid segera keluar dari kamar Cate putri mereka.


"Pah, ada apa dengan anak kita?"


Sang mamah sangat sedih karena anak nya tidak mengakui diri nya.


"Apa karena kita menjodohkan nya dengan anak dari teman kita pah?"


Jorge Mid hanya memeluk istri nya, jujur dia tidak ingin situasi keluarga nya saat ini.


Sementara Min sangat bingung dia berusaha jujur pada kedua orang tua gadis yang tak dia kenal sama sekali. Bukan nya respon penolakan namun respon aneh yang dia dapatkan oleh sepasang paruh baya itu.


Tok....tok...tok.


Klek.


Pintu Min buka karena ada seseorang yang mengetuk pintu itu.


"Nona besar yang cantik sudah pulang? ayo turun ke bawah, mereka semua sedang makan siang"


Min mengamati dari atas kepala hingga ujung kaki pelayan ini nampak sopan di luar namun penuh tipu muslihat.


"Selamat siang semua!"


Mereka ada yang hanya terdiam, acuh tak acuh bahkan hanya peduli pada makanan diatas meja.


"Cu, kau selalu sopan pada mereka"


Muncul seorang kakek yang di dorong oleh kursi roda, oleh sebuah robot ya robot lelaki gagah.


"Kau lupa pada kakek mu sendiri ya, kau sampai tidak pulang setelah setahun lama nya, akhir nya kau melenyapkan rambut pirang mu"


Sang kakek terlihat sangat akrab dengan cucu pertama perempuan nya. Di meja sana juga ada empat cucu lelaki dan satu lagi cucu perempuan.


"Aku hanya ingin suasana baru kakek, oh ya dimana kursi ku?"


"Minggir lah"


Kakek mengusir salah satu cucu lelaki nya, Min pun segera duduk disana dengan anggun. Mereka tak ada yang curiga sama sekali entah mereka saking sayang nya pada Cate atau saking tak di perhatikan nya Cate.


Selesai makan siang, Min segera naik keatas, kedua orang tua nya itu tersenyum memandang diri nya.


"Mah, ada apa?"


"Seharus nya mamah yang tanya sinetron apa yang akan kau mainkan berani nya berakting didepan mama?"


Sang mamah berkacak pinggang.


"Nyonya saya tidak berakting, saya bukan Cate, lihat lah dengan baik"


Sang papah baru saja masuk kedalam kamar. Dia terkejut dengan ucapan yang seperti ini lagi.


"Baik lah mana identitas mu?"


Min menceritakan semua nya dari awal pertemuan dengan Cate hingga mereka berpisah di bandara.


"Pah......"


Mamah Mendy sangat sedih.


"Baik kami percaya pada mu, sekarang apa rencana mu?"


Ucap sang papah.


"Aku sedang hamil, semua orang mengira diri ku sudah mati"


Min terdiam.


"Kalau begitu gantikan tempat Cate"


Min juga nyonya Mendy nampak kaget.


"Mungkin ini takdir yang harus kau jalani saat ini, jika tidak mana mungkin Cate bertindak gegabah"


Mulai saat itu Membiasakan diri menjadi Cate, belajar bisnis bukan hal susah. Min mengecat rambut nya dengan warna pirang juga, meski kakek keberatan.


Min juga mulai terjun ke dunia model saat perut nya belum membuncit. Dia juga meneruskan pendidikan designer milik Cate.


FLASHBACK OFF


BERSAMBUNG.