TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S3 EPS.344


"Apa iya seenak itu? pada hal ibu baru masak lagi setelah 30 tahun ini"


Ucap ibu Amelia.


"Memang benar masakan ibu sangat enak, apa lagi Will yang baru pertama memakan masakan seorang ibu"


Ucap Andra.


William tersenyum canggung pada ibu Amelia.


"Kok bisa nak?"


Tanya ibu Amelia heran.


"Kan ibu nya William hilang sejak melahirkan diri nya Bu"


Ibu Amelia terperanjat kaget saat mengetahui nya.


William tertunduk sedih.


"Benar, kata Daddy, mommy meninggalkan diri nya saat melahirkan ku, tapi Daddy tidak pernah mengabaikan ku pada hal kesalahan ku juga karena menghilangkan Abang ku anak pertama Daddy"


Andra yang baru mendengar kenyataan ini pun juga kaget, rahasia keluarga Will sangat rumit dan tak menyangka sahabat nya ini menanggung beban yang sangat berat.


"Yang sabar Will"


Ucap Andra, Lisa yang mendengarkan menjadi trenyuh karena tak menyangka lelaki yang ceria seperti Will ini ada tanggungan beban mental seberat ini.


Lisa mengelus punggung lebar suami nya.


"Yang sabar ya"


Rindi melirik interaksi mereka berdua sepasang pengantin baru yang baru melakukan resepsi nya semalam.


"Ibu nanti diantar siapa pulang nya?"


Ucap Andra pada ibu Amelia.


"Diantar supir nak"


"Bagus lah, nanti Andra antar ibu ke bawah ya"


"Baik lah, jika istri mu ada yang menjaga tapi jika tidak ada ibu kan bisa turun sendiri"


"Kan barang bawaan ibu banyak banget loh"


"Ini ringan, dan semua yang berat itu akan ibu tinggal ini makan siang dan camilan serta buah untuk kalian"


Andra mengangguk mendengarkan instruksi dari ibu Amelia ini.


"Terimakasih ibu yang baik hati dan cantik"


Ucap Andra sambil memeluk ibu angkat nya itu, ibu Amelia mengelus sayang kepala putra nya yang menunduk.


"Kau cepat sekali besar hingga sangat tinggi sekali"


"Bukan lagi cepat besar tapi sudah tua, mau kepala empat ini"


Ucap Andra kemudian disertai kekehan.


"Ya sudah ibu pulang dulu ya, nak cepat sembuh jangan terus bersedih, syukuri semua kejadian agar membuat kita lebih hati-hati dan bersyukur lagi"


Ucap ibu Amelia memeluk menantu angkat nya itu.


"Terimakasih ibu"


Andra akan mengantar ibu angkat nya itu.


"Tidak usah diantar, ibu langsung pulang kok, ibu juga mah menyiram bunga-bunga yang ibu tanam di halaman mansion keluarga Mid"


"Baik lah, aku tidak mengantar kok, tapi ibu janji ya harus hati-hati"


"Iya ibu janji"


Andra hanya memandangi ibu Amelia hingga menghilang masuk ke dalam lift.


KLEAK....


Kembali Andra membuka pintu ruang rawat sang istri.


"Sudah kembali mas?"


"Iya ibu tidak mau diantar oleh ku, biasa mandiri"


"Syukur lah kalau ibu sudah bisa sehat seperti semula, aku bahagia"


"Terimakasih ya sayang ku, maaf karena aku tidak pernah merawat anak kita sehingga dia marah dan pergi dari sisi kita"


Kilatan sendu di pancarkan Andra, lelaki 37 tahun itu baru kali ini mengalami kegagalan yang sangat fatal bagi semua orang. Mengecewakan wanita istimewa nya yang sudah mendampingi diri nya.


"Ini pelajaran untuk kita mas sebelum memiliki momongan, mungkin juga kita belum dipercaya buat menjaga si kecil keturunan kita"


Andra mengangguk lantas memeluk istri nya.


"Masih ada kami loh!"


Andra mendongakkan kepala nya lantas tersenyum pada sepasang suami istri yang sedang duduk di sofa.


William segera memeluk Lisa dengan erat, kesempatan pikir William karena Lisa tidak akan mungkin menolak nya.


Andra menggelengkan kepala nya, melihat tingkah absurd sahabat nya itu.


William bahkan sedikit mencium bibir istri, ******* nya sebentar.


"Mas.....!"


Lisa sedikit mendorong dada lelaki yang menjadi suami nya.


"Kangen loh, malam pertama kita di rumah sakit"


Ucap William sembari berbisik pada Lisa.


"Apaan sih ini di rumah sakit loh"


"Kalau di rumah boleh ya sayang"


"Iya"


"Tapi kan nyicil kiss aja boleh dong"


"Malu, ada mereka loh"


"Mereka juga pasti ngerti lah"


William masih memeluk istri nya dengan erat.


"Mas ih!"


"Peluk aja kok, pelit amat"


Lisa terdiam membiarkan suami nya itu memeluk nya, sesekali mencium bibir nya dan merebahkan kepala nya di pangkuan Lisa.


"Bucin' akut si William"


Ucap Andra sambil tertawa geli.


"Emang kamu tidak sayang?"


"Sama aja sih"


Ucap Andra sambil tertawa sekaligus menertawakan diri nya.


Rindi mencubit paha suami nya yang tertawa dengan lepas.


"Awww.......sakit lah yang"


"Ini rumah sakit loh kok kamu ketawa dengan kencang banget, ntar mengganggu pasien lain loh mas"


"Eh iya lupa yang, maaf ya"


"Ya sudah aku mau tidur dulu ya"


"Iya jangan lupa mimpikan mas ya"


"Dih kan ada disebelah ngapain mau dimimpikan sih yang"


Andra hanya tertawa saja, lantas mengecup kening istri nya, mengelus kepala nya dengan sayang.


"Selamat tidur kesayangan mas"


"Selamat tidur juga mas"


Rindi segera memejamkan mata nya, dia segera merangkak ke alam mimpi. Andra memperhatikan istri nya yang sudah terlelap, dia segera saja naik ke ranjang dan bergabung satu selimut dengan istri nya.


"Mereka sudah tidur?"


Ucap William pada Lisa, istri cantik milik William itu melirik sepasang suami istri yang tak lain adalah adik dan adik ipar nya nampak terlelap dengan nyenyak nya.


"Ayo kita juga tidur"


"Kita kan harus terjaga loh mas"


"Tidak apa, ayo sini tidur"


William merentangkan tangan nya dan untuk sang istri masuk ke dalam pelukan nya.


Benar saja Lisa masuk kedalam pelukan nya itu seraya merebahkan tubuh nya di pelukan suami nya yang hangat. Badan William yang harum karena baru saja beberapa jam lalu mandi.


William langsung menyelimuti tubuh istri nya dengan selimut tebal yang ada di dekat nya supaya tubuh ramping itu hangat dan nyaman.


"Selamat tidur istri ku cantik"


Ucap Will yang mengira Lisa sudah tertidur, Lisa mendengar ucapan lelaki yang menjadi suami nya itu.


Lisa tersenyum mendengarkan ucapan suami nya, Lisa tidak menyangka jika lelaki itu menyayangi nya.


"Coba kalau tidak tidur tuh bisa diem kaya gini kan lebih manis, setiap saat bisa ku peluk, ku cium juga tanpa perlawanan"


Ucap William sembari mengelus lembut rambut kepala hitam legam milik Lisa yang sudah terlelap. Untung Lisa sudah terlelap kalau tidak dia pasti sudah pergi ke sofa sebelah tidak akan mau satu sofa dengan William atau di peluk lelaki itu.


Tak terasa mata Will pun lama-kelamaan makin berat, dan sedetik kemudian William sudah menyusul istri nya untuk berkelana bersama di alam mimpi.


BERSAMBUNG.