TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
EPS.106


Kebahagiaan tidak serta Merta selalu mengikuti keluarga kecil seorang Wicaksara. Untuk menyatukan keluarga nya, dia harus mati-matian menjaga istri juga berkumpul dengan anak-anak nya.


Hari ini tepat nya seminggu Cinta melahirkan bayi kembar 3 nya, ibu muda dari kelima anak itu sangat bahagia. Lusa adalah kepulangan mereka, betapa gembira nya diri nya saat ini.


"Kapan aku boleh pulang byy?"


Cinta bertanya ketika suami nya masuk ke kamar membawa buah-buahan segar untuk diri nya.


"Lusa"


"Kok senyum, bukan nya makan!"


"Iya sayang"


Cinta kembali tersenyum dan cup Aksara mengecup bibir istri nya itu.


"Mengapa sangat bahagia?"


"Kita akan segera berkumpul bertujuh, aku sangat mendambakan hal ini"


"Baik lah"


"Byy"


"Hem"


"Nanti foto keluarga ya"


"Tentu sayang"


Setelah nya mereka pulang ke kediaman utama Alkatiri, sangat bahagia ada pesta syukuran kecil untuk kepulangan ke 3 bayi kembar, juga berjalan nya si kembar sepasang.


"Pesta nya sangat megah"


"Ini syukuran sayang ku"


"Baik lah"


Semua tamu dan undangan juga kolega dari Aksara dan Daddy Ditya hadir.


Pesta tak berlangsung lama hanya beberapa jam, dikarenakan sepasang kakek dan nenek itu takut mengganggu ke 5 cucu balita nya. Semua sangat bahagia tak terkecuali keluarga Akan Dimitri yang sudah memiliki seorang cucu perempuan mereka, bahkan anak sulung dari Alan dan Paramitha itu akan berencana menambah momongan.


"Ayo kita istirahat"


"Baik lah"


Sepasang suami istri itu naik ke lantai 3 untuk beristirahat, sedangkan anak mereka di urus beberapa perawat.


Tubuh Cinta sangat cepat untuk pulih hanya 15 hari setelah melahirkan, karena ibu muda itu rajin meminum obat juga jamu herbal yang diberikan mamah Paramitha.


"Itu apa?"


Aksara membawa begitu banyak paper bag, berisi pakaian juga aksesoris.


"Pakaian kita semua"


"Banyak sekali?"


"Kata nya mau foto keluarga, mommy, Daddy juga keluarga papah Alan juga ikut"


"Benar kah?"


"Iya"


Dengan persiapan beberapa kali, dan melakukan sesi pemotretan di beberapa nuansa hingga sore hari mereka baru selesai. Pra kembar 2 dan 3 juga sudah lelah mereka bahkan tidur dengan posisi imut mereka masing-masing hingga Cinta menyuruh fotografer memotret mereka dengan gaya bebas.


"Akhir nya selesai juga"


"Benar, mereka sudah diurus perawat masing-masing"


Mommy Diah dan Daddy meminta si kembar sulung sepasang itu untuk tidur bersama mereka karena sudah lebih dewasa.


Hingga tengah malam dalam gelap gulita ada bahaya yang tak mereka sadari.


DUUAARRRR......


Suara ledakan itu berasal dari rumah sebelah, rumah kosong yang dulu di huni oleh Amira kekasih Haris.


"Ada apa?"


"Ada bahaya mengintai, cepat bersiap"


"Baik lah"


Aksara terbangun lebih dulu, Cinta sampai terbangun karena ledakan itu, ketika sedang tidur nyenyak, Cinta ingin menghidupkan saklar namun di cegah oleh suami nya itu. Sementara Aksara hanya menggunakan piyama sudah memegang senjata api nya.


"Masuk kedalam lemari, kunci dari dalam"


DDUUAARR.........


Ledakan kembali terjadi, kali ini di ruangan sebelah kamar Aksara. Beberapa jeritan terdengar, tangis kesakitan bahkan raungan minta tolong terdengar begitu kentara.


Aksara segera memeriksa lantai bawah setelah melihat istrinya sembunyi ditempat aman.


"Tuan!"


"Bagaimana Melki?"


"Tidak ada tersangka, kemungkinan bom telah terpasang seminggu lalu"


"Ayo kita periksa tempat lain"


Setalah 1 jam mereka memeriksa, lantas sirene pemadam kebakaran datang untuk memadamkan kobaran api tersebut.


"Tuan semua pekerja sudah dikumpulkan di rumah sebelah"


"Baik lah"


Aksara segera menjemput sang istri, di lantai atas.


"Sayang keluar lah, sudah aman"


Cinta keluar dari persembunyian nya.


"Byy Cinta takut"


"Jangan takut semua akan baik saja"


Mereka bergegas menuju rumah sebelah penjagaan sangat di perketat.


"Cepat periksa dan bawa pekerja yang terluka ke rumah sakit"


"Baik tuan"


Aksara memeriksa semua pekerja nya, sementara Cinta bangkit menuju box anak-anak nya. Cinta perlahan mendekat, membuka satu persatu tempat tidur imut itu, mata Cinta terbelalak, tubuh lemah nya terhuyung.


"Ada apa sayang?"


"Byy......"


Cinta tidak bisa berkata-kata, air mata nya sudah membanjiri pipi nya. Aksara memeriksa semua jumlah anak nya.


"Hanya ada 4, di mana si bungsu ku?"


Aksara berteriak dengan kencang, sementara semua pekerja hanya diam menunduk.


"Cepat cari si bungsu!"


Perintah Aksara.


"Rupanya ini hanya pengalihan semata, tujuan mereka adalah putra ku, brengsek!"


Aksara meninju tembok yang ada disebelah nya.


Anak lelaki Aksara begitu istimewa kelahiran nya, bahkan seluruh wajah nya sangat mirip dengan Aksara.


"Kita kehilangan dia, kita kehilangan putra bungsu kita"


Cinta langsung pingsan karena menangis kehilangan anak lelaki terakhir mereka. Anak itu sangat istimewa kelahiran nya berselang 30 menit bahkan keberadaan nya tidak diketahui. Saat USG pun mereka hanya menebak kembar perempuan saja.


"Bungsu ku.....bungsu ku, anak ku sayang"


Cinta begitu bersedih, dia selalu murung. Bahkan sudah 3 bulan ini mereka mencari namun nihil, peristiwa itu juga membakar tubuh Dino sampai hancur. Keluarga Aksara dalam kesedihan besar, kerugian yang di derita juga kesedihan melanda Alkatiri.


"Sayang jangan sedih"


"Aku ingin bungsu ku!"


"Kita masih mencari ya"


Meski sudah ditemukan mayat dari bungsu Cinta dan Aksara, namun ibu muda itu tak pernah mengakui mayat bayi yang tenggelam di sungai itu.


Wanita itu selalu mengelus foto keluarga yang baru dibuat sehari setelah ledakan itu terjadi. Bahkan semua pakaian dan peralatan bayi tak disimpan tapi terus di letakkan bersama anak-anak Cinta yang lain nya.


"Tuan"


"Kita akan pindah ke negara B"


"Baik"


Meski berat mereka akhir nya pindah ke negara B, membawa semua keluarga Aksara. Cinta meski menolak namun dia masih memiliki 4 orang lain nya, dia tentu harus bertanggung jawab.


BERSAMBUNG.