TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S3 EPS.360


Kepala pelayan segera membawa ibu Amelia menuju ke kediaman keluarga besar Mid.


"Jangan sampai tuan muda menyalahkan ku akan hal ini"


Gumam nya dengan tangan bergetar.


Tok....tok .....tok.


Pintu mobil yang akan dikendarai oleh kepala pelayan dan para bodyguard itu di ketuk dari luar karena Daddy German mengejar nya.


"Mau apa anda?"


Kepala pelayan berucap sambil membuka kaca jendela mobil nya sedikit.


"Tolong ijinkan saya ikut"


Sambil menangkupkan kedua tangan nya di dada.


"Maaf tuan, ini juga akan membuat kami dipecat apa lagi sampai memasukkan anda ke dalam mobil kami"


"Aku mohon"


"Ikuti mobil kami dari belakang saja"


Kepala pelayan memang bijaksana karena sudah mau bekerja sama dengan Daddy German.


"Baik lah terimakasih, saya akan membela kalian di depan majikan kalian"


"Terimakasih tuan"


Mobil hitam itu melaju dengan kencang diikuti sedan merah milik Daddy German yang mengikuti nya dari belakang.


Setengah jam kemudian, mereka sampai di depan mansion keluarga Mid. Mereka segera turun membawa tubuh pingsan ibu Amelia.


Sementara Andra sedang asik bersama istri nya di ruang televisi, begitu pun William di kolam renang samping.


"Tuan"


Kepala koki datang dengan tergesa-gesa.


"Ada apa?"


Ucap Andra santai.


"Nyonya Amelia pingsan di pasar, dibawa kepala pelayan pulang, tuan"


Ucap dengan bergetar takut jika Andra mengamuk.


Andra segera berdiri tegak, begitu pun Rindi dan papah Afar.


Andra berjalan setengah berlari menuju ruang tamu karena ibu Amelia di baringkan di sebelah ruang tamu.


"Ibu.......!"


Teriak Andra menggema hingga mommy Jasmin yang sedang beristirahat mendengar teriakan sang anak.


"Dad, itu Arvin kenapa berteriak?"


"Sebentar mom, Daddy cek"


Kedua pasangan baya itu keluar dari kamar mereka yang berdekatan dengan ruang tamu.


"Ibu bangun Bu ......Ibu!"


Andra mengguncang lengan ibu Amelia pelan, air mata nya menetes.


"Ibu bangun. Bu.......!"


Kembali Andra mengguncang ibu Amelia dengan pelan.


"Apa yang kalian lakukan pada ibu ku! Sepuluh bodyguard kalian masih tidak becus, haa......!"


Andra menarik rambut nya sendiri.


"Avin! tenang Vin, tenang dulu!"


Mommy Jasmin segera menelpon Andreas, agar lelaki itu ikut menenangkan Andra.


"Kalian minggir dulu ke sebelah sana"


Ucap Daddy Rei, tak berapa lama ayah Andreas datang beserta asisten nya, Roy, Novan dan Anita pun datang.


"Roy pegang bos mu"


Roy memegang Andra, Anita menemani Rindi sedangkan Novan bersama dokter memeriksa keadaan Bu Amelia yang pingsan.


"Bagaimana dokter?"


"Ibu Amelia hanya Shock saja"


Novan pun menjadi lega.


"Lalu bagaimana?"


"Dia tidak akan Kabuh dengan penyakit nya tapi mungkin pemicu shock nya karena masalah lain bisa saja masa lalu nya kelam"


"Apa ibu ku baik-baik saja dok?"


Ucap Andra terlihat frustasi, bagaimana tidak frustasi selama 30 tahun Andra harus mengunjungi ibu Amelia yang menderita gangguan jiwa karena tekanan mental.


"Tidak ada tanda akan ada nya kambuh nya penyakit ini hanya shock yag dipicu sesuatu"


Novan pun segera mengantar dokter tersebut pergi kembali ke rumah sakit, sementara Daddy Rei menanyai para bodyguard dan kepala pelayan nya.


"Ceritakan apa yang terjadi?"


"Cerita saja, sebelum Andra mengamuk kalian tahu kan?"


Mereka semakin gemetar dengan wajah pucat. Kepala pelayan mansion keluarga Mid langsung bersimpuh.


"Ampuni kami tuan sungguh kamu tidak melakukan apa pun tuan......."


"Aku yang bersalah Rei......."


Sebelum ucapan kepala pelayan itu tuntas Daddy German memotong nya.


"Apa maksud Daddy?"


Will yang mendengar keributan dari Dala mansion pun akhir nya mengajak sang istri untuk masuk. Tak pernah menyangka jika Daddy nya berada di dalam, Will berpikir jika Daddy nya hendak menjemput mereka.


"Will ....."


Lirih Daddy German.


"Apa maksud mu dengan ucapan mu Ger?"


Daddy German menunduk karena di todong oleh Daddy Rei.


"Ini salah ku, aku yang berusaha untuk mendekati Amelia, aku sudah mengawasi nya sejak menantu mu keguguran di rumah sakit"


Lirih Daddy German.


"Kenap kau melakukan nya?"


"Karena aku suami nya Amelia"


Mata Daddy Rei melotot, begitu pun ayah Andreas, Roy, Anita dan Novan nampak kaget mendengar ucapan dari Daddy Rei terlebih William dan Lisa.


"APA!"


Ucap Will kaget, tanpa basa-basi Andra yang sudah tidak di pegang oleh siapa pun maju dan memukul pria paruh baya itu.


BUGH....BUGH.


Andra memukul Daddy dari kakak ipar nya itu, dia tidak peduli pada apa pun, lelaki yang sudah menyakiti ibu nya Amelia harus dia hukum.


"Avin jangan nak, kau bisa membunuh Daddy German!"


Ucap mommy Jasmin sambil menangis dan meraih tangan anak nya agar berhenti memukul German yang sudah muntah darah.


"Tidak Jasmin, anak mu tidak salah, aku memang sudah membuat Amelia menderita, aku sudah membuat nya hidup di neraka, aku memang lelaki pengecut"


Ucap Daddy German terbata-bata.


"Siapa pun yang sudah menyakiti ibu ku, aku akan membalas rasa sakit nya berkali lipat, camkan itu, aku akan buta kau bangkrut"


Ucap Andra menggebu-gebu penuh dengan emosi.


"Untuk apa!"


Suara lantang itu bukan suara mommy Jasmin tapi suara ibu Amelia.


"Untuk apa kau mengotori tangan mu menyentuh lelaki keparat itu, jangan kotori tangan mu dengan menyentuh nya karena disentuh oleh tak pantas untuk lelaki bejad seperti dia"


Ibu Amelia membuat infus yang menancap di lengan kiri nya, otomatis darah mengucur dari sela jari nya.


"Mel, tidak begitu Mel....."


Lirih Daddy German, hati sangat sakit melihat wanita yang dicintai nya berurai air mata. Dada nya sesak sekali, karena dia lah orang yang menorehkan luka pada kekasih tercinta nya.


Andra sudah memeluk ibu Amelia, mereka berdua menangis.


"Jangan menangis Bu, jika air mata ibu keluar untuk lelaki yang tak pantas ibu tangisi"


Ibu Amelia mengangguk.


"Aku tidak ingin melihat mu, biarkan hidup ku begini tuan German"


Daddy German menunduk, harapan rindu nya bersambut kini seolah pupus.


"Pergi! Aku muak pada mu, jangan muncul lagi!"


"Tidak Mel jangan begini, sungguh aku bersalah tolong biarkan aku menjelaskan Mel"


Lirih Daddy German dia tidak peduli pada semua yang hadir disana.


"Ibu ku bilang kau harus pergi maka pergi lah"


Ucap Andra tanpa menghiraukan perasaan lelaki itu.


"Tolong ijinkan aku bicara pada Amelia"


Ucap German.


Daddy Rei dengan cepat menarik German, karena takut Andra akan murka.


"Daddy......"


Daddy German yang ditarik Daddy Rei berhenti sejenak.


"Apakah ibu Amelia adalah Mommy Amelia ku yang hilang?"


Ucap William dengan lantang.


Suara Will menggema sontak semua nya menjadi hening.


BERSAMBUNG.