Jerat Cinta Sang Penguasa.

Jerat Cinta Sang Penguasa.
Bab 80. Baiklah aku akan menceraikannya!


Adrean hampir telonjak ketika dia mendengar kabar tentang kecelakaan yang terjadi di pusat perbelanjaan di mana Graciella dan Moira berada. Dia langsung berdiri dan segera mengambil jasnya yang tergantung di gantungan jas. Langkahnya cepat melewati ruangan demi ruangan menuju ke pintu utama rumah keluarganya.


Namun, baru saja Adrean membuka pintunya. Matanya langsung membesar.


Plak!!!


Sebuah tamparan telak langsung mengenai pipinya. Adrean lagnsung memeganggi pipinya yang terasa panas. Dia tak bisa mengelak karena semuanya terjadi begitu tiba-tiba.


“Tuan Zion Wu," ujar Adrean tak percaya karena mendapatkan tamparan itu dari Zion Wu, ayah Sarah.


“Kenapa kau berani sekali melakukan hal ini pada putriku?” tanya Zion Wu sedikit terengah. Napasnya berat menahan emosinya yang sangat.


Adrean hanya mengerutkan dahinya, “Maaf, tapi Tuan Wu, saya tidak mengerti apa yang Anda katakan?”


"Jangan berpura-pura!" suara Tuan Wu menggelegar mengisi ruang tamu rumah mewah itu.


"Ada apa ini?" Robert akhirnya menunjukkan dirinya karena mendengar keributan. Robert langsung menangkap wajah Zion Wu yang tampak marah. "Zion Wu! sudah lama tak bertemu."


"Robert! aku minta pertanggungjawaban dari cucumu ini!"


Robert langsung mengerutkan dahi dan melirik Adrean. Senyumnya yang tadi mengembang untuk menyambut Zion Wu langsung turun, "Tenang dulu, ada apa ini? bisa kita masuk dulu dan membicarakannya?"


Adrean menggertakkan giginya. Padahal dia harus segera ke pusat perbelanjaan itu. Tapi, tak mungkin dia bisa pergi sekarang. Apa yang sudah dikatakan Sarah pada ayahnya? tidak! Sarah adalah wanita yang bodoh. Dia mudah dimanipulasi, Adrean yakin ada yang mendesaknya melakukan hal ini. Mau tak mau Adrean mengurungkan niatnya pergi dan mengikuti kakek dan juga Tuan Zion Wu.


"Aku minta pertanggungjawaban! Cucumu sudah memanfaatkan putriku! dia bahkan meniduri anakku lalu mencampakkannya begitu saja!" Zion Wu tampak berapi-api mengatakan semua hal itu. Robert melirik cucunya itu tapi Adrean hanya tertunduk. Bukan dia takut, hanya saja dia kesal karena hal ini dia tak bisa tahu apa yang terjadi pada Greciella dan Moira.


"Zion Wu, bukannya itu terlalu berlebihan. Cucuku bisa menjadi wakil ketua departemen kesehatan tanpa harus melakukan itu. Kau tahu kau siapa bukan? lagi pula mereka sama-sama sudah dewasa, itu keputusan mereka jika memang ingin melakukannya!" ujar Robert dengan senyuman.


Zion Wu menyipitkan matanya melihat sikap Robert Kim yang tampak begitu santai menghadapi keadaan ini. "Kau bisa mengatakan hal itu karena ini tidak terjadi pada putrimu! hanya dua jalan keluarnya. Kau meminta dia menikahi putriku! atau aku akan bongkar semua hal yang sudah kau lakukan untuk bisa seperti ini. Jangan remehkan aku Robert. Kau tahu aku bisa melakukannya!" ujar Zion Wu. Baginya, dia rela membunuh orang yang sudah membuat anaknya menangis.


Robert menggulum senyumnya. Zion Wu adalah saksi hidup bagi semua yang sudah dia lakukan. Sebelumnya dia banyak bekerja sama dengan Zion saat dia menjadi perdana menteri sehingga kedudukannya bisa seperti ini sekarang. "Kau juga akan terseret jika kau membukanya!" lirik Robert tajam.


"Jika ingin hancur, aku bisa menghancurkan semuanya!" ujar Zion lagi melirik ke arah Adrean.


Robert menarik napasnya. Sial sekali! kenapa bisa begini! Adrean benar-benar ceroboh.


"Baiklah aku akan meminta cucuku menikahi putrimu. Lagipula itu juga ide yang bagus. Kita bisa jadi keluarga dan memperkuat aliansi kita," ujar Robert. Kalau dipikir-pikir tak ada ruginya menikahkan Adrean dan anak Zion Wu.


"Aku sudah punya istri!" ujar Adrean yang tentu tak ingin menikahi wanita itu. Selain cantik, dia tak punya apapun untuk dibanggakan. Manja dan cukup bodoh. Bertolak belakang sekali dengan sosok Graciella.


Zion Wu menatap marah pada Adrean yang tampak sekali tak ingin bertanggung jawab pada putrinya. Robert mencoba menenangkan Zion Wu dengan menahan dada pria itu.


"Kau tenang saja. Aku akan pastikan dia akan menceraikan istrinya dan menikahi anakmu. Besok kita akan mengurus semuanya, tenang saja. Lebih baik kau pulang Zion, aku akan mengurusnya," ujar Robert dengan senyuman menyakinkannya.


"Aku pasti melakukkannya. Pulanglah dulu," ujar Robert lagi mengantar Zion ke pintu depan rumahnya.


Adrean mengepalkan tangannya dan segera berdiri saat melihat kedatangan kakeknya yang tampak santai.


Saat Adrean Ingin beranjak pergi, Robert langsung menahannya. "Kau ingin kemana?"


"Aku ingin memberikan pelajaran pada pria tua itu!" ujar Adrean. Dia sungguh tak suka dengan cara Tuan Zion melanbraknya langsung di hadapan kakeknya.


"Tak perlu repot-repot," ujar Robert santai menunangkan minuman keras ke gelas kristalnya lalu memasukkan beberapa bongkar es batu. Dia menyeruputnya segera.


Adrean mendengar itu mengerutkan dahinya. "Kenapa kakek tidak marah? Dia sudah dengan lancang dan berani mengancam Kakek, seharusnya Kakek melenyapkannya!"


"Tidak perlu repot-repot. Aku menyetujui usulannya." Robert melirik Adrean yang cukup kaget. "Kau ceraikan saja wanita itu dan nikahi Sarah."


"Tapi ...!" Adrean tak bisa menerimanya. Dia tidak ingin menceraikan Graciella. Tidak saat dia merasa tak bisa berpisah dengan wanita itu. "Jika aku menceraikannya, Xavier akan lebih mudah mendekati Graciella. Bukannya Kakek tak ingin itu terjadi?"


Robert memandang Adrean dengan sudut matanya. "Kau salah! ini malah akan mempermudah ku. Jika wanita itu macam-macam maka tak ada lagi yang akan melindunginya."


"Kakek!"


"Kau pikir aku tidak tahu bahwa kau mencoba melindunginya dari kami? Kau masih terlalu naif dalam hal seperti ini."


"Aku tidak akan menceraikannya."


Robert memainkan bibirnya. "Maka bersiaplah mendekam dalam penjara. Kau kira kau tetap bisa menjaganya di dalam sana? pilih saja, menceraikannya lalu menikahi Sarah atau mendekam dalam penjara? seharusnya kau tahu pilihan mana yang paling bagus buat mu."


Adrean patut takut dengan apa yang kakeknya katakan. Dia tahu bahwa kakeknya adalah orang yang tak pernah main-main dengan perkataannya. Walaupun nada bicaranya tetap santai, tapi kakeknya pasti akan melakukannya.


Adrean berasa makan buah simalakama. Dia tak ingin menceraikan Graciella karena dia tak ingin kehilangan kontrolnya terhadap wanita itu. Tapi jika dia tak menceraikan Graciella dia juga tak akan bisa lagi melihat bahkan berdekatan dengan Graciella dan dia yakin Graciella pasti tak akan mau menemui dirinya di dalam pernjara. Ini benar-benar pilihan yang sulit.


"Baiklah, aku akan menceraikannya!" Adrean mengepalkan tangannya dengan erat. Ada rasa nyaman yang seketika terasa di hatinya. Kenapa harus tak nyaman? bukannya dia tak pernah mencintai Graciella? dia menikahinya hanya untuk membalaskan dendam ibunya. Tapi kenapa? sekarang rasanya sungguh tak rela dan terasa kehilangan?


"Bagus, pilihan yang bijak. Esok bereskan semuanya! kita akan melakukan pernikahanmu setelahnya! mendapat dua kekuatan. Presiden pun akan takut pada ku!" Robert tertawa sarkas tak menyangka begitu mudahnya dia menang.


...****************...


Kak, hari ini satu dulu ya. Esok kita lanjutkan hehehe


See you Next Chapter kak!